Rabu, 04 Nov 2026 DIGI-PRODUCTDigi-BankersDigi-ColumnDigi-CryptoDigi-Insights
Breaking
Beranda › Digi-News
Digi-News

Akselerasi Program 3 Juta Rumah: BTN Besut Inovasi Pembiayaan Skema KPR Recycle dan Home Power

✍️ Deddy H. Pakpahan 🕒 04 Nov 2026
BTN memperkuat dukungan terhadap Program 3 Juta Rumah melalui inovasi pembiayaan FLPP, KPP, Home Power, dan KPR Recycle untuk memperluas akses masyarakat terhadap hunian yang layak dan terjangkau.
BTN memperkuat dukungan terhadap Program 3 Juta Rumah melalui inovasi pembiayaan FLPP, KPP, Home Power, dan KPR Recycle untuk memperluas akses masyarakat terhadap hunian yang layak dan terjangkau.

______________

KEY FACTS:

■ Menteri PKP Maruarar Sirait mengapresiasi terobosan pembiayaan perumahan yang dihadirkan oleh PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) dalam mendukung program nasional.
■ BTN telah menyalurkan Kredit Program Perumahan (KPP) secara kumulatif sebesar Rp7,4 triliun, yang terdiri atas Rp5,4 triliun KPP Supply dan Rp2 triliun KPP Demand.
■ Bank BTN menyiapkan program inovatif Home Power untuk tambahan pembiayaan pelengkapan rumah serta menyiapkan sekitar 30.000 unit rumah melalui skema KPR Recycle.
■ BTN memperluas ekspansi pembiayaan berbasis komunitas, termasuk kolaborasi penyediaan hunian melalui program RumahMU bersama Muhammadiyah.

____________

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) memperkuat peran strategisnya sebagai motor penggerak pembiayaan perumahan nasional melalui berbagai terobosan inovatif. Langkah progresif ini dihadirkan untuk mendukung percepatan Program 3 Juta Rumah yang dicanangkan pemerintah, dengan memperluas akses kepemilikan hunian yang layak bagi masyarakat luas.

Komitmen tersebut mendapat apresiasi langsung dari Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar ¹ŵ dalam pertemuan bersama Direktur Utama BTN Nixon L.P. Napitupulu dan jajaran direksi di Jakarta. Di tengah tingginya kebutuhan hunian, BTN mengoptimalkan berbagai instrumen pembiayaan mulai dari Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP), Kredit Program Perumahan (KPP), hingga pendekatan berbasis komunitas dan pemanfaatan aset eksisting.

Terobosan Pembiayaan Inovatif: Home Power hingga KPR Recycle

Dalam upaya memastikan masyarakat tidak hanya mampu membeli rumah tetapi juga mendapatkan hunian yang siap huni, BTN memperkenalkan skema pembiayaan tambahan bertajuk Home Power. Program ini dirancang untuk membantu pemenuhan isi dan perlengkapan rumah dengan plafon tambahan hingga 30% dari plafon awal dengan suku bunga yang terjangkau. Saat ini, program tersebut tengah memasuki tahap uji coba di Bogor dengan target awal 40 unit rumah.

Selain itu, untuk mengatasi tantangan penyediaan lahan dan optimalisasi aset, BTN mengembangkan skema KPR Recycle. Melalui program ini, bank menyiapkan sekitar 30.000 unit rumah eksisting yang direnovasi total—meliputi pengecatan ulang hingga perbaikan atap dan dinding—sehingga layak huni dan dipasarkan kembali menyerupai bangunan baru.

Direktur Utama BTN Nixon L.P. Napitupulu menjelaskan bahwa penguatan ekosistem perumahan juga dilakukan melalui pendekatan pembiayaan berbasis komunitas, seperti penjajakan program RumahMU bersama PP Muhammadiyah untuk menjangkau para guru dan pegawai institusi pendidikan serta kesehatan. Langkah ini dinilai efektif untuk menekan risiko kredit macet karena penyaluran pembiayaan bertumpu pada komunitas yang memiliki ekosistem tertutup.

Sinergi Ekosistem dan Pembiayaan Perkotaan Berbasis TOD

Percepatan Program 3 Juta Rumah menuntut kolaborasi lintas sektoral yang melibatkan pemerintah, Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera), pengembang, perbankan penyalur termasuk Bank Syariah Nasional (BSN), serta organisasi masyarakat. Sinergi ini menjadi fondasi penting dalam menjaga keberlanjutan likuiditas sektor perumahan nasional.

Di sisi lain, BTN juga merespons tingginya kebutuhan hunian di pusat perkotaan melalui pengembangan proyek perumahan terintegrasi moda transportasi (Transit Oriented Development / TOD) di kawasan Manggarai, Jakarta. Proyek ini mencatatkan minat peminatan yang tinggi dari masyarakat, dengan sekitar 1.500 pendaftar yang saat ini tengah menunggu penyelesaian proses perizinan lanjutan bersama PT Kereta Api Indonesia (KAI).

Implikasi Makroekonomi

Inovasi pembiayaan perumahan yang agresif dari BTN memiliki implikasi makroekonomi yang krusial bagi stabilitas sektor perbankan dan industri properti. Ketika bank mampu mengombinasikan subsidi pemerintah (FLPP), pembiayaan komersial berbasis komunitas, dan optimalisasi aset eksisting (KPR Recycle), risiko pembiayaan macet dapat diredam secara lebih sistematis. Bagi sektor perbankan, diversifikasi produk pembiayaan perumahan ini menjadi jangkar utama untuk menjaga pertumbuhan kredit konsumtif yang sehat di tengah dinamika daya beli masyarakat.

Efektivitas dari berbagai terobosan pembiayaan ini akan sangat bergantung pada kecepatan eksekusi di lapangan serta kepastian regulasi tata ruang dan perizinan. Tantangan utama bagi perbankan penyalur adalah memastikan integrasi digital dalam proses verifikasi komunitas dan penyaluran kredit berjalan mulus, sehingga target penyediaan hunian yang layak dan terjangkau dapat tercapai tanpa mengorbankan kualitas portofolio aset.

Sektor pembiayaan perumahan di era modern tidak lagi cukup diselesaikan dengan pendekatan konvensional berbasis pembangunan massal di pinggiran kota. Transformasi digital dan inovasi produk seperti KPR Recycle serta pembiayaan ekosistem komunitas membuktikan bahwa masa depan perbankan perumahan terletak pada efisiensi daur ulang aset dan ketepatan pemetaan segmentasi risiko berbasis komunitas. Ketika bank mampu menyambungkan kebutuhan hunian urban dengan ekosistem finansial yang inklusif, sektor perumahan akan bertransformasi menjadi katalisator utama pemerataan kesejahteraan nasional. ■

💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update