Rabu, 04 Nov 2026 DIGI-PRODUCTDigi-BankersDigi-ColumnDigi-CryptoDigi-Insights
Breaking
Beranda › Digi-Tech
Digi-Tech

NTT DATA Resmikan Data Center JKT2A dan Luncurkan APN Connect di Indonesia

✍️ Nareswara Cakra Kusuma 🕒 04 Nov 2026
NTT DATA memperkuat infrastruktur digital Indonesia melalui JKT2A berkapasitas 12 MW dan APN Connect, membuka peluang konektivitas berlatensi rendah untuk mendukung akselerasi AI dan komputasi skala besar.
NTT DATA memperkuat infrastruktur digital Indonesia melalui JKT2A berkapasitas 12 MW dan APN Connect, membuka peluang konektivitas berlatensi rendah untuk mendukung akselerasi AI dan komputasi skala besar.

Perluasan infrastruktur pusat data berbasis AI dan jaringan optik berlatensi rendah seperti yang dihadirkan NTT DATA membawa implikasi strategis bagi sektor perbankan, keuangan, dan industri digital di Indonesia. Dengan semakin ketatnya kebutuhan pemrosesan data secara instan dan aman, ketersediaan fasilitas hyperscale lokal yang terintegrasi memungkinkan lembaga keuangan mempercepat adopsi inovasi AI generatif dan analitik risiko.

_____________

KEY FACTS:

■ NTT DATA meresmikan fasilitas Jakarta 2 Annex Data Center (JKT2A) di Jakarta dengan kapasitas IT mencapai 12MW yang dirancang khusus AI-ready.
■ Perusahaan meluncurkan APN Connect, layanan konektivitas berbasis Innovative Optical and Wireless Network (IOWN) All-Photonics Network pertama di Indonesia.
■ JKT2A terhubung langsung (campus interconnection) dengan ekosistem JKT2 yang menaungi lebih dari 240 penyedia jaringan dan JKT-IX. Fasilitas ini dilengkapi redundansi daya 2N UPS, sistem cooling canggih, serta mengantongi sertifikasi desain Tier III.

______________

Peta infrastruktur digital Indonesia kembali kedatangan amunisi strategis seiring langkah ekspansif yang diambil oleh NTT DATA. Perusahaan penyedia layanan AI dan teknologi global tersebut resmi meresmikan fasilitas pusat data terbaru bernama Jakarta 2 Annex Data Center (JKT2A) serta meluncurkan layanan konektivitas berbasis All-Photonics Network (APN) pertama di tanah air, APN Connect.

Peresmian yang diumumkan pada 3 November 2026 ini dirancang untuk menjawab lonjakan permintaan terhadap kapasitas pemrosesan kecerdasan buatan (AI-ready), layanan cloud, dan komputasi berkerapatan tinggi (high-density computing) di kawasan Asia Tenggara. Kehadiran JKT2A sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pusat ekonomi digital paling dinamis di kawasan regional.

Penguatan Kapasitas Hyperscale dan Teknologi Pendingin AI

Fasilitas baru JKT2A dibangun di dalam kawasan NTT Global Data Centers di Jakarta, memperluas ekosistem interkoneksi yang telah mapan di kompleks JKT2. Dengan kapasitas beban IT sebesar 12MW, fasilitas generasi terbaru ini dirancang untuk mengakomodasi beban kerja berat dari pelaku industri hyperscale dan korporasi enterprise.

Managing Director, Japan and APAC NTT Global Data Centers Yasuhiro Kajiki, menyatakan bahwa ekspansi ini merupakan tonggak penting bagi komitmen perusahaan di Indonesia. 

"Dengan memperluas kapasitas dan menghubungkan fasilitas-fasilitas kami melalui APN Connect, kami membangun platform data center yang lebih terintegrasi dan tangguh, sehingga memberikan fleksibilitas lebih besar bagi klien," ujar Yasuhiro dalam keterangan yang diterima DIGITALBANK.ID.

Dari sisi teknis, JKT2A didukung oleh dual power substations, arsitektur UPS 2N, generator cadangan N+1, serta sistem pendingin berbasis air-cooled chiller N+1 dan konfigurasi CRAH N+2. Infrastruktur termal ini krusial untuk memastikan stabilitas operasional perangkat server berkepadatan tinggi yang menjalankan model kecerdasan buatan dan analisis data masif.

Inovasi Konektivitas Lintas Lokasi Lewat APN Connect

Selain meresmikan fasilitas fisik data center, NTT DATA memperkenalkan layanan APN Connect yang memanfaatkan teknologi Innovative Optical and Wireless Network (IOWN®) All-Photonics Network. Teknologi ini menghadirkan konektivitas Layer 1 berkapasitas tinggi dengan latensi sangat rendah.

APN Connect menghubungkan fasilitas JKT2/JKT2A dengan JKT3 yang berjarak sekitar 35 kilometer. Melalui sinkronisasi data secara real-time, layanan ini memungkinkan korporasi dan institusi keuangan untuk menjalankan fungsi disaster recovery, replikasi data (data replication), serta operasional multi-data center dengan tingkat keandalan yang jauh lebih tinggi.

CEO and President NTT Global Data Centers Doug Adams menambahkan bahwa permintaan terhadap infrastruktur digital berkinerja tinggi di Indonesia terus meningkat secara signifikan. 

"Bersama APN Connect, JKT2A semakin memperkuat kemampuan kami dalam menyediakan kapasitas, konektivitas, dan keandalan yang dibutuhkan organisasi untuk mempercepat inovasi dan pertumbuhan," kata Doug.

Percepat Adopsi inovasi AI

Perluasan infrastruktur pusat data berbasis AI dan jaringan optik berlatensi rendah seperti yang dihadirkan NTT DATA membawa implikasi strategis bagi sektor perbankan, keuangan, dan industri digital di Indonesia. Dengan semakin ketatnya kebutuhan pemrosesan data secara instan dan aman, ketersediaan fasilitas hyperscale lokal yang terintegrasi memungkinkan lembaga keuangan mempercepat adopsi inovasi AI generatif dan analitik risiko tanpa harus bergantung pada infrastruktur lintas batas, sekaligus menjaga kepatuhan terhadap regulasi kedaulatan data domestik.

Persaingan di industri penyedia pusat data regional akan sangat bergantung pada kemampuan penyedia infrastruktur dalam menawarkan efisiensi energi, keberlanjutan lingkungan, serta integrasi jaringan berkecepatan tinggi. Implementasi teknologi optik seperti IOWN APN diprediksi akan menjadi standar baru bagi ekosistem pusat data untuk mengatasi hambatan latensi dan konsumsi daya dalam era komputasi AI berskala masif.

Transformasi digital sektor keuangan dan ekonomi makro Indonesia sangat ditentukan oleh ketahanan infrastruktur fisik di balik layar. Ketika pusat data bertransformasi menjadi simpul kecerdasan buatan yang saling terhubung secara fotonika real-time, adopsi teknologi finansial tingkat lanjut tidak lagi terkendala oleh batasan kapasitas, melainkan seberapa cepat institusi mampu memanfaatkan ekosistem digital tersebut untuk menciptakan nilai tambah ekonomi yang berkelanjutan. ■

 

 

DP
Deddy H. Pakpahan
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update