Jawab Tantangan Hunian Terjangkau, BTN Gandeng Gen Z Lewat BTN Housingpreneur Batch 3
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) resmi membuka pendaftaran ajang kompetisi BTN Housingpreneur Batch 3 di Universitas Indonesia (UI), Depok, guna mendorong generasi muda, akademisi, dan pengembang menciptakan inovasi berkelanjutan di sektor perumahan. Mengusung tema "Elevate Beyond Your Limit" dengan fokus pilar Sustainability, Technology, dan Access, program ini menargetkan 1.500 ide bisnis serta usaha teruji untuk menjawab tantangan hunian terjangkau dan berkualitas.
__________
DIGI-HIGHLIGHTS:
■ BTN resmi meluncurkan BTN Housingpreneur Batch 3 di UI dengan target 1.500 pendaftar guna menjawab tantangan sektor perumahan nasional.
■ Program ini berfokus pada tiga pilar utama (Sustainability, Technology, Access) yang terbagi dalam jalur Business Ideation dan Established Business.
■ Pemenang terpilih akan difasilitasi lewat pendampingan bisnis, akses pembiayaan BTN, serta business matching dengan mitra pengembang.
__________
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) secara resmi meluncurkan program BTN Housingpreneur Batch 3 melalui kegiatan kick-off yang berlangsung di Universitas Indonesia (UI), Depok. Memasuki tahun ketiga penyelenggaraannya, bank BUMN yang berfokus pada pembiayaan properti ini menargetkan 1.500 pendaftaran (submission) dari kalangan mahasiswa, masyarakat umum, pelaku usaha, hingga pengembang untuk menghadirkan solusi konkret atas berbagai tantangan di sektor perumahan nasional.
Direktur Network & Retail Funding BTN, Rully Setiawan, menjelaskan bahwa BTN Housingpreneur dirancang sebagai wadah bagi generasi muda dan pelaku industri untuk memandang ekosistem perumahan secara lebih luas dan inklusif.
“Kami datang bukan untuk mengatakan bahwa BTN telah memiliki seluruh solusi, tetapi justru ingin bertanya kepada generasi muda: solusi apa yang kalian punya? BTN Housingpreneur tidak hanya mencari entrepreneur yang sudah memiliki usaha, tetapi juga calon entrepreneur dan inovator yang mungkin hari ini baru mempunyai ide atau konsep,” ujar Rully di Kampus UI Depok, Senin (28/9).
Rully menekankan bahwa sektor perumahan tidak sebatas proses pembangunan fisik, melainkan mencakup tata arsitektur, teknologi bahan bangunan, keberlanjutan lingkungan, hingga sistem pembiayaan dan layanan pendukungnya. Langkah ini sejalan dengan arah transformasi strategi perseroan menuju Beyond Mortgage untuk memperkuat ekosistem perumahan dari hulu ke hilir.
“Tantangannya bukan sekadar membangun lebih banyak rumah, tetapi menghadirkan hunian yang lebih terjangkau, berkualitas, berkelanjutan, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Karena itu, peserta perlu memulai bukan hanya dari pertanyaan ‘saya ingin membuat apa’, melainkan ‘masalah apa yang ingin saya selesaikan’,” tegas Rully.
Tiga Pilar Strategis
Mengusung tema "Elevate Beyond Your Limit", kompetisi tahun ini berfokus pada tiga pilar strategis, yakni Sustainability (keberlanjutan), Technology (teknologi), dan Access (aksesibilitas). Kategori lomba dibagi menjadi dua kelompok utama, yaitu Business Ideation untuk mahasiswa dan publik, serta Established Business bagi pengusaha dan pengembang yang sudah berjalan.
Kelompok Business Ideation memayungi kategori Rumah Nusantara, Housing Design, dan Housing Innovation. Sementara itu, kelompok Established Business mencakup kategori Rumah Nusantara, Housing Ecosystem, Housing Tech, Housing Design, Affordable Housing, dan Commercial Housing.
BTN memastikan keberlanjutan hasil karya peserta melalui inkubasi bisnis jangka panjang. Para pemenang tidak hanya menerima hadiah, melainkan mendapatkan sesi pelatihan (coaching), pendampingan (mentoring), serta penyepadanan bisnis (business matching) dengan mitra pengembang dan unit bisnis internal BTN.
“Ini bukan hanya kompetisi ide. Ide yang terpilih akan mendapatkan coaching dan mentoring, kemudian dapat dipertemukan dengan kebutuhan bisnis yang ada. BTN juga dapat memberikan solusi pembiayaan agar inovasi tersebut berkembang menjadi usaha dan hadir di pasar,” kata Rully.
Entrepreneurial University
Dukungan akademis disampaikan oleh Sekretaris Universitas Indonesia sekaligus Kepala Badan Kewirausahaan UI, Prof. Dr. dr. Budi Wiweko, SpOG. Ia menyambut positif konsistensi BTN dalam mendorong UI sebagai entrepreneurial university yang menghasilkan inovasi terapan bagi masyarakat.
“UI menyambut gembira dan mengapresiasi BTN atas penyelenggaraan BTN Housingpreneur Batch 3. Persoalan perumahan merupakan isu penting yang membutuhkan kolaborasi lintas sektor dan lintas disiplin. Melalui program ini, kami berharap ide dan inovasi generasi muda dapat dikembangkan untuk membantu memecahkan persoalan nyata di masyarakat,” tutur Budi.
Dari sudut pandang praktisi, Wakil Ketua Umum 2 Ikatan Arsitek Indonesia (IAI), Ar. Firman S. Herwanto, menggarisbawahi pentingnya desain yang berorientasi pada fungsi dan keberlanjutan lingkungan.
“Kami berharap semakin banyak praktisi muda yang berbagi gagasan segar, tidak hanya berfokus pada visual, tetapi juga menghadirkan program yang tepat sasaran dan tepat guna bagi masyarakat yang membutuhkan perumahan. Inovasi juga perlu mempertimbangkan penggunaan material ramah lingkungan, efektivitas desain, dan siklus hidup bangunan yang lebih panjang,” papar Firman.
Rangkaian pembukaan BTN Housingpreneur Batch 3 di UI turut diisi dengan diskusi bertajuk "Rumah Ala Gen Z: Dari Sudut Healing sampai Peluang Cuan". BTN dijadwalkan melanjutkan tahapan roadshow ke sejumlah kampus terkemuka, antara lain Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Sriwijaya (Unsri) Palembang, Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, dan Universitas Udayana (Unud) Bali.
Pendaftaran program ini dibuka secara gratis mulai 28 September hingga 30 November 2026 melalui situs resmi [www.btnhousingpreneur.com](https://www.btnhousingpreneur.com). ■
__________
DIGIONARY:
● Affordable Housing: Skema penyediaan perumahan yang dirancang agar terjangkau secara finansial bagi kelompok masyarakat berpenghasilan rendah hingga menengah.
● Beyond Mortgage: Strategi ekspansi perbankan untuk mengembangkan ekosistem layanan keuangan dan transaksi harian di luar produk kredit pemilikan rumah (KPR) utama.
● Business Matching: Proses penyepadanan atau pemertemuan strategis antara inovator/pelaku usaha muda dengan investor, pengembang, dan penyedia pembiayaan untuk kolaborasi bisnis.
● Entrepreneurial University: Konsep perguruan tinggi yang mengintegrasikan pendidikan dan riset dengan pengembangan wirausaha serta komersialisasi inovasi untuk masyarakat.
● Housing Tech: Penerapan teknologi digital, otomatisasi, dan material modern dalam perencanaan, konstruksi, serta pengelolaan aset perumahan.