Sabtu, 24 Okt 2026 DIGI-PRODUCTDigi-BankersDigi-ColumnDigi-CryptoDigi-Insights
Breaking
Beranda › Digi-News
Digi-News

Transaksi Livin' Tembus Rp3.863 Triliun, Kopra Mandiri Capai Rp22.801 Triliun

✍️ Baskara Zivandaru Pranaja 🕒 24 Oct 2026
Pencapaian transaksi Livin’ by Mandiri yang menembus Rp3.863 triliun dan Kopra by Mandiri sebesar Rp22.801 triliun per September 2026 menegaskan dominasi Bank Mandiri dalam peta persaingan digital banking nasional.
Pencapaian transaksi Livin’ by Mandiri yang menembus Rp3.863 triliun dan Kopra by Mandiri sebesar Rp22.801 triliun per September 2026 menegaskan dominasi Bank Mandiri dalam peta persaingan digital banking nasional.

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk mencatat volume transaksi Livin’ by Mandiri mencapai Rp3.863 triliun dan Kopra by Mandiri menembus Rp22.801 triliun hingga September 2026.

___________

KEY FACTS:

● PT Bank Mandiri (Persero) Tbk mencatat nilai transaksi Livin’ by Mandiri mencapai Rp3.863 triliun (tumbuh 20% yoy) dengan 4,18 miliar transaksi per September 2026.
● Jumlah pengguna terdaftar Livin’ mencapai 42,6 juta nasabah, didukung peluncuran 7 fitur baru termasuk KSM Emas dan Kredit Agunan Deposito.
● Nilai transaksi platform bisnis Kopra by Mandiri tumbuh 17% yoy menembus Rp22.801 triliun dengan 406 ribu pengguna terdaftar.
● Bank Mandiri merilis Kopra Mobile yang dilengkapi verifikasi biometrik Face Recognition dan Mobile Token untuk kemudahan transaksi bisnis.

____________

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk mencatatkan pertumbuhan transaksi digital yang signifikan melalui platform Livin’ by Mandiri dan Kopra by Mandiri sepanjang periode Januari–September 2026. Dalam Paparan Publik Laporan Keuangan Triwulan III 2026 yang digelar secara daring pada Jumat (23/10), Direktur Information Technology Bank Mandiri Sunarto mengungkapkan bahwa nilai transaksi Livin’ by Mandiri tumbuh 20% secara tahunan (year-on-year/yoy) menyentuh Rp3.863 triliun, sementara nilai transaksi Kopra by Mandiri naik 17% yoy mencapai Rp22.801 triliun.

Hingga akhir September 2026, aplikasi super app ritel Livin’ by Mandiri mencatatkan jumlah pengguna terdaftar mencapai 42,6 juta nasabah. Dari sisi volume, Livin' membukukan 4,18 miliar frekuensi transaksi selama sembilan bulan pertama tahun 2026, atau melonjak 22% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Sunarto menjelaskan, akselerasi transaksi digital Bank Mandiri dibangun berlandaskan pengalaman nasabah (customer experience) melalui kerangka terintegrasi yang mencakup empat pilar finansial utama: menabung (Save Money), bertransaksi (Move Money), memperoleh pembiayaan (Borrow Money), dan berinvestasi (Grow Money), serta dikoneksikan dengan ekosistem gaya hidup.

Guna memperkuat daya saing platform digital ritelnya, Bank Mandiri meluncurkan tujuh fitur terbaru pada Livin’ by Mandiri, yaitu QR+, e-Deposito, Livin’ Next-G+, Kredit Agunan Deposito, Kredit Agunan SBN, KSM Emas, dan Tabungan Emas. Aplikasi ini juga dilengkapi tingkat personalisasi tinggi yang memungkinkan nasabah mengatur tampilan widget, pilihan pembayaran, hingga notifikasi sesuai kebutuhan individual.

Sementara pada segmen bisnis dan korporasi, platform Kopra by Mandiri membukukan 406 ribu pengguna terdaftar per September 2026. Untuk melengkapi layanan desktop yang selama ini menjadi andalan nasabah bisnis, Bank Mandiri merilis Kopra Mobile.

Kopra Mobile menghadirkan pembaharuan tampilan dan pengalaman transaksi untuk mempermudah operasional bisnis secara langsung dari genggaman. Layanan ini mencakup pemantauan saldo, eksekusi transaksi, hingga otorisasi pembayaran yang didukung teknologi keamanan onboarding verifikasi biometrik Face Recognition dan integrasi Mobile Token.

"Bagi kami, layanan digital harus memberikan pengalaman transaksi yang mudah dan nyaman, dengan tetap mengutamakan keamanan serta keandalan sistem. Karena itu, aspek keamanan dan kemudahan penggunaan menjadi bagian penting dalam setiap pengembangan layanan," ujar Sunarto.

Menuju Digital-First Banking Model

Pertumbuhan transaksi digital Bank Mandiri—baik di segmen ritel melalui Livin' maupun segmen grosir (wholesale) melalui Kopra—menunjukkan solidnya transisi perbankan nasional menuju digital-first banking model. Capaian nilai transaksi Kopra yang menembus Rp22.801 triliun dan Livin' senilai Rp3.863 triliun mengonfirmasi bahwa porsi transaksi keuangan nasional sebagian besar telah terlayani secara terintegrasi lewat ekosistem digital Bank Mandiri.

Strategi perseroan merilis tujuh fitur anyar pada Livin’ (seperti KSM Emas, Kredit Agunan SBN, dan Tabungan Emas) mencerminkan pergeseran fungsi aplikasi mobile banking dari sekadar sarana pembayaran (payment engine) menjadi platform keuangan serba ada (wealth and lifestyle platform). Penambahan fitur kredit beragunan aset dan investasi emas secara langsung menyasar penguatan pendanaan dan diversifikasi sumber pendapatan berbasis komisi (fee-based income).

Di segmen bisnis, kehadiran Kopra Mobile dengan fitur otorisasi biometrik Face Recognition dan Mobile Token menjadi jawaban atas tingginya kebutuhan mobilitas para pengambil keputusan di korporasi dan UMKM. Integrasi ini mengurangi kelemahan alur kerja transaksi bisnis (business workflow friction) tanpa mengorbankan standar pertahanan siber.

Tantangan utama Bank Mandiri ke depan terletak pada konsistensi menjaga keandalan sistem (system uptime) dan ketahanan siber (cyber resilience) seiring melonjaknya frekuensi transaksi yang mencapai miliaran per kuartal. Investasi berkelanjutan pada arsitektur cloud, tata kelola data, serta mitigasi risiko penipuan siber (fraud prevention) menjadi kunci utama untuk mempertahankan tingkat kepercayaan nasabah.

Keberhasilan ekspansi digital Bank Mandiri makin memperketat persaingan di antara Kelompok Bank Berdasarkan Modal Inti (KBMI) 4 dalam merebut pangsa pasar transaksi perbankan digital. Bank-bank umum terdorong untuk terus memperbarui arsitektur aplikasi mereka agar mampu melayani transaksi korporasi berskala besar secara mobile dan menyediakan fitur investasi terintegrasi bagi nasabah ritel.

Bagi konsumen ritel, keberadaan fitur-fitur baru di Livin’ memberikan kemudahan untuk mengakses opsi pembiayaan beragunan simpanan serta investasi emas dalam satu aplikasi. Bagi pelaku bisnis dan korporasi, Kopra Mobile meningkatkan efisiensi operasional dengan memungkinkan eksekusi dan otorisasi pembayaran bisnis berjalan secara aman dari mana saja tanpa bergantung pada perangkat desktop. ■

____________

FAQ:

Q: Berapa nilai transaksi digital melalui Livin’ by Mandiri hingga September 2026?
A: Nilai transaksi Livin’ by Mandiri sepanjang Januari–September 2026 mencapai Rp3.863 triliun, tumbuh 20 persen secara tahunan (yoy).

Q: Berapa jumlah pengguna dan nilai transaksi pada platform Kopra by Mandiri?
A: Kopra by Mandiri mencatatkan 406 ribu pengguna terdaftar dengan nilai transaksi mencapai Rp22.801 triliun (tumbuh 17 persen yoy) per September 2026.

Q: Apa saja tujuh fitur baru yang diluncurkan pada aplikasi Livin’ by Mandiri?
A: Tujuh fitur baru tersebut adalah QR+, e-Deposito, Livin’ Next-G+, Kredit Agunan Deposito, Kredit Agunan SBN, KSM Emas, dan Tabungan Emas.

Q: Fitur keamanan apa yang disematkan pada aplikasi Kopra Mobile untuk transaksi bisnis?
A: Kopra Mobile dilengkapi dengan sistem verifikasi biometrik Face Recognition untuk onboarding serta integrasi Mobile Token untuk otorisasi transaksi. ■

 

 

 

DP
Deddy H. Pakpahan
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update