Jumat, 25 Sep 2026 Digi-BankersDigi-ColumnDigi-CryptoDigi-InsuranceDigi-Lifestyle
Beranda › Digi-News
Digi-News

SeaBank Pimpin Klasemen Bank Digital Semester I-2026, Aset Tembus Rp52,97 Triliun

✍️ Deddy H. Pakpahan 🕒 24 Sep 2026
SeaBank Pimpin Klasemen Bank Digital Semester I-2026, Aset Tembus Rp52,97 Triliun

Industri bank digital Indonesia mencatatkan rekor pertumbuhan aset yang solid sepanjang semester I-2026, ditopang oleh integrasi ekosistem teknologi dan akselerasi pembiayaan inklusif. PT Bank SeaBank Indonesia mengukuhkan posisinya di puncak klasemen dengan total aset menembus Rp52,97 triliun, tumbuh 43,07% secara tahunan (YoY). Sementara itu, peta persaingan makin dinamis seiring lonjakan signifikan dari pemain baru seperti Superbank dan Krom Bank yang membukukan pertumbuhan aset masing-masing hingga 81,53% dan 70,90% YoY. Meski demikian, rasio rentabilitas perbankan digital (ROA) yang berada di level 1,48% mengindikasikan bahwa fokus efisiensi operasional dan mitigasi risiko kredit masih menjadi tantangan utama di tengah kompetisi penyerapan dana pihak ketiga.

DIGI-HIGHLIGHTS:

■ Dominasi Ekosistem: SeaBank dan Bank Jago menguasai pangsa aset teratas berkat integrasi kuat dengan ekosistem Shopee dan GoTo.
■ Ekspansi Agresif: Superbank dan Krom Bank mencatat lonjakan aset tertinggi masing-masing 81,53% dan 70,90% pada Semester I-2026.
■ Tantangan Rentabilitas: ROA bank digital tercatat 1,48%, masih di bawah rerata industri perbankan nasional yang mencapai 2,58%.

Lanskap perbankan digital Indonesia pada paruh pertama tahun 2026 menunjukkan dinamika ekspansi yang kian berjarak. PT Bank SeaBank Indonesia (SeaBank) semakin mengukuhkan posisinya sebagai raja bank digital nasional setelah membukukan total aset sebesar Rp52,97 triliun per Juni 2026, melesat 43,07% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp37,03 triliun.

Pencapaian entitas milik Sea Group tersebut disusul oleh PT Bank Jago Tbk. di posisi kedua. Bank yang terintegrasi erat dengan ekosistem GoTo ini mencatatkan total aset Rp41,42 triliun, tumbuh 27,73% secara tahunan (year-on-year/YoY) dari sebelumnya Rp32,43 triliun.

Di posisi ketiga, PT Super Bank Indonesia (Superbank) mencatat akselerasi aset paling signifikan di antara kelompok lima besar. Aset Superbank melambung 81,53% YoY menjadi Rp27,01 triliun dari posisi semester I-2025 yang sebesar Rp14,88 triliun.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai kinerja kelompok bank berbasis digital secara umum tetap berada pada koridor positif. Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, menyampaikan bahwa kelompok bank ini mencatatkan kinerja rentabilitas yang positif. Hal tersebut tercermin dari Return on Assets (ROA) yang mencapai 1,48% per Juni 2025, meski masih berada di bawah ROA industri perbankan sebesar 2,58%.

Pertumbuhan aset bank digital pada periode ini diraih melalui penetrasi kredit konsumer dan kemitraan ekosistem strategis. Berdasarkan data Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) dan riset industri perbankan nasional 2026, pertumbuhan simpanan masyarakat di bank digital terakselerasi oleh penawaran suku bunga deposito yang kompetitif serta kemudahan transaksi mikro via aplikasi.

Di posisi keempat dan kelima, PT Bank Digital BCA (blu) serta PT Bank Hibank Indonesia mencatatkan kinerja aset masing-masing sebesar Rp20,82 triliun (tumbuh 16,90% YoY) dan Rp19,45 triliun (tumbuh tipis 1,38% YoY).

Namun demikian, laju ekspansi tidak dirasakan merata oleh seluruh pemain. PT Bank Neo Commerce Tbk. justru mengalami koreksi aset sebesar 2,83% YoY menjadi Rp17,45 triliun. Penurunan ini mencerminkan langkah konsolidasi perseroan dalam menata kualitas portofolio kredit dan menekan rasio kredit bermasalah (Non-Performing Loan/NPL).

Sebaliknya, persaingan di papan menengah makin ketat. PT Bank Saqu Indonesia menduduki posisi ketujuh dengan aset Rp16,68 triliun (naik 8,47% YoY), diikuti PT Krom Bank Indonesia Tbk. yang melompat 70,90% YoY menjadi Rp15,94 triliun. PT Allo Bank Indonesia Tbk. menyusul di peringkat kesembilan dengan aset Rp15,57 triliun (tumbuh 9,86% YoY).

Menutup jajaran sepuluh besar, bank digital berbasis syariah PT Bank Aladin Syariah Tbk. membukukan total aset sebesar Rp15,14 triliun per Juni 2026, naik dari posisi akhir tahun 2025 yang sebesar Rp14,42 triliun. Bank Aladin Syariah juga mencetak laba bersih semester I-2026 sebesar Rp38,38 miliar dengan realisasi penyaluran pembiayaan bagi hasil mencapai Rp4,98 triliun.

Daftar 10 Bank Digital Terbesar Indonesia (Semester I-2026)
 * SeaBank: Rp52,97 triliun (+43,07% YoY)
 * Bank Jago: Rp41,42 triliun (+27,73% YoY)
 * Superbank: Rp27,01 triliun (+81,53% YoY)
 * BCA Digital (blu): Rp20,82 triliun (+16,90% YoY)
 * Hibank: Rp19,45 triliun (+1,38% YoY)
 * Bank Neo Commerce: Rp17,45 triliun (-2,83% YoY)
 * Bank Saqu: Rp16,68 triliun (+8,47% YoY)
 * Krom Bank: Rp15,94 triliun (+70,90% YoY)
 * Allo Bank: Rp15,57 triliun (+9,86% YoY)
 * Bank Aladin Syariah: Rp15,14 triliun (+4,99% dibanding akhir 2025)

DIGIONARY:

● Aset: Keseluruhan kekayaan, piutang, dan hak milik yang dikuasai oleh lembaga bank untuk operasional serta penyaluran kredit.
● Bank Digital: Bank berbadan hukum Indonesia yang menyediakan dan menjalankan kegiatan usaha terutama melalui saluran elektronik tanpa kantor fisik atau hanya menggunakan kantor fisik terbatas.
● Dana Pihak Ketiga (DPK): Dana yang dihimpun oleh bank dari masyarakat berupa simpanan giro, tabungan, dan deposito.
● Ekosistem Teknologi: Jaringan terintegrasi antara aplikasi digital, layanan e-commerce, transportasi online, dan dompet digital yang mendukung transaksi finansial.
● Kontraksi: Penurunan atau penyusutan nilai indikator keuangan dibandingkan dengan periode sebelumnya.
● Laba Bersih: Keuntungan murni yang diperoleh bank setelah dikurangi seluruh beban operasional dan pajak.
● Non-Performing Loan (NPL): Rasio pinjaman bermasalah atau kredit macet yang berisiko tidak tertagih.
● Otoritas Jasa Keuangan (OJK): Lembaga independen negara yang bertugas mengawasi dan mengatur seluruh kegiatan di sektor jasa keuangan.
● Pembiayaan Bagi Hasil: Penyaluran dana dalam perbankan syariah berbasis akad bagi hasil seperti mudharabah atau musyarakah.
● Rentabilitas: Kemampuan suatu perusahaan atau bank dalam menghasilkan laba dari seluruh aset dan modal yang dikelola.
● Return on Assets (ROA): Indikator keuangan yang mengukur efisiensi bank dalam menghasilkan laba bersih relatif terhadap total asetnya.
● Year-on-Year (YoY): Metode perbandingan tingkat pertumbuhan keuangan secara tahunan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Hashtags

DP
Deddy H. PakpahanPemimpin Redaksi
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update