Kamis, 22 Okt 2026 DIGI-PRODUCTDigi-BankersDigi-ColumnDigi-CryptoDigi-Insights
Breaking
Beranda › Digi-Stocks
Digi-Stocks

Bantah Isu Delisting, CIMB Group Tegaskan Komitmen Pengembangan CIMB Niaga

✍️ Raras Aivani Kusumendri 🕒 22 Oct 2026
CIMB Group Holdings Bhd secara resmi membantah spekulasi media terkait rencana privatisasi anak usahanya di Indonesia, PT Bank CIMB Niaga Tbk.
CIMB Group Holdings Bhd secara resmi membantah spekulasi media terkait rencana privatisasi anak usahanya di Indonesia, PT Bank CIMB Niaga Tbk.

CIMB Group Holdings Bhd secara resmi membantah spekulasi privatisasi PT Bank CIMB Niaga Tbk dan menegaskan komitmennya untuk memenuhi aturan free float bursa secara terstruktur.

____________

KEY FACTS: 

● CIMB Group Holdings Bhd asal Malaysia menegaskan posisinya sebagai induk pengendali usaha perbankan regional.
● PT Bank CIMB Niaga Tbk merupakan entitas anak strategis yang beroperasi penuh di pasar keuangan Indonesia.
● CIMB Group saat ini tercatat menguasai porsi kepemilikan saham sebesar 92,5% pada PT Bank CIMB Niaga Tbk.
● Isu utama berawal dari porsi pemenuhan batas minimum kepemilikan saham publik (free float) regulasi BEI.

___________

Kelompok usaha perbankan asal Malaysia, CIMB Group Holdings Bhd, secara resmi membantah spekulasi pasar yang menyebutkan adanya rencana privatisasi atau pendaftaran keluar (delisting) terhadap anak usahanya di Indonesia, PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA). Klarifikasi ini disampaikan manajemen untuk merespons rumor media yang beredar mengenai strategi pemenuhan porsi kepemilikan saham publik (free float) perseroan di Bursa Efek Indonesia.

Dalam pernyataan resminya pada Kamis (22/10), seperti dikutip The Stars, CIMB Group menegaskan bahwa perseroan tidak pernah membuat keputusan maupun mengajukan proposal formal apa pun untuk melakukan privatisasi atas Bank CIMB Niaga. 

Langkah bantahan tegas ini diambil guna memberikan kepastian bagi pemegang saham, investor, serta regulator pasar modal di Indonesia dan Malaysia.

Manajemen CIMB Group menegaskan bahwa entitas anak di Indonesia merupakan pilar utama dalam pilar bisnis regional grup. "CIMB Niaga tetap menjadi bagian integral dari rekam jejak regional Grup, dan Grup tetap berkomitmen penuh terhadap operasional perseroan di Indonesia," tulis manajemen CIMB Group dalam keterangan resminya.

Grup perbankan terbesar kedua di Malaysia tersebut menambahkan bahwa pihaknya akan terus mematuhi seluruh pedoman regulasi yang berlaku secara tepat waktu dan terstruktur. Komitmen kepatuhan ini mencakup ketentuan batas minimum saham beredar di publik (minimum free float requirements) yang ditetapkan oleh regulator pasar modal Indonesia.

Klarifikasi dari induk usaha ini mematahkan laporan banyak media sebelumnya yang menyebutkan bahwa CIMB Group sedang mengeksplorasi potensi delisting CIMB Niaga dari Bursa Efek Indonesia (BEI). Laporan tersebut sempat berspekulasi bahwa delisting dipertimbangkan sebagai langkah cepat untuk menyelesaikan kendala porsi pemenuhan saham publik anak usahanya.

Saat ini, CIMB Group menguasai 92,5% saham di PT Bank CIMB Niaga Tbk. Dengan porsi kepemilikan mayoritas tersebut, grup dikabarkan sempat mengkaji beberapa skenario strategis, termasuk opsi penempatan saham (private placement) kepada investor strategis, re-listing, atau opsi privatisasi sebelum akhirnya pernyataan resmi bantahan dirilis.

Picu Sentimen Ketidakpastian

Pernyataan resmi CIMB Group Holdings Bhd memberikan kepastian penting bagi dinamika industri perbankan nasional dan pasar modal Indonesia. Isu privatisasi perbankan anak usaha asing kerap memicu sentimen ketidakpastian di pasar sekunder, terutama terkait likuiditas perdagangan saham entitas perbankan berkapitalisasi besar (big cap).

Konteks utama dari polemik ini berakar pada kewajiban porsi saham free float minimum sebesar 7,5% yang dipersyaratkan oleh Bursa Efek Indonesia (BEI). Bagi bank asing dengan kepemilikan sangat dominan seperti CIMB Group (92,5%), skenario pelepasan saham (corporate action) kepada investor publik maupun mitra strategis (strategic placement) menjadi opsi paling rasional untuk menjaga likuiditas ketimbang melakukan tindakan ekstrem seperti penarikan saham dari bursa (privatisation/delisting).

Indonesia merupakan salah satu pasar penyumbang laba bersih terbesar bagi jaringan bisnis regional CIMB Group di Asia Tenggara. Oleh karena itu, mempertahankan Bank CIMB Niaga sebagai entitas terbuka di bursa lokal memberikan keuntungan ganda: memperkuat legitimasi dan reputasi bank di mata nasabah domestik, sekaligus menjaga fleksibilitas permodalan untuk mendukung ekspansi kredit, transformasi digital banking, dan jaringan pembayaran lintas batas (cross-border payment).

Bantahan tegas dari CIMB Group terbukti efektif meredam spekulasi di pasar saham sekaligus menjaga stabilitas harga dan likuiditas saham PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA) di Bursa Efek Indonesia. Langkah ini menjadi preseden penting bagi disiplin kepatuhan regulasi kelompok perbankan regional dalam menyelaraskan konsolidasi laporan keuangan dengan aturan pasar modal lokal, sekaligus mengonfirmasi kuatnya komitmen investasi asing yang menempatkan industri perbankan Indonesia sebagai magnet utama dan kontributor pertumbuhan paling strategis di Asia Tenggara.

Implikasinya bagi konsumen dan ekosistem bisnis pun sangat positif, di mana nasabah perbankan mendapatkan kepastian bahwa operasional, layanan digital banking, hingga rencana ekspansi CIMB Niaga tetap berjalan normal tanpa terganggu isu perubahan struktur kepemilikan. Di saat yang sama, pemegang saham minoritas dan investor publik memperoleh perlindungan nyata karena terhindar dari risiko terhentinya akses perdagangan saham akibat potensi delisting paksa. ■

_____________

FAQ:

Q: Apakah CIMB Group berniat memprivatisasi atau melakukan delisting atas Bank CIMB Niaga?
A: Tidak. CIMB Group secara resmi membantah laporan media dan menegaskan bahwa tidak ada keputusan maupun proposal formal untuk memprivatisasi PT Bank CIMB Niaga Tbk.

Q: Berapa porsi kepemilikan saham CIMB Group di Bank CIMB Niaga saat ini?
A: CIMB Group Holdings Bhd menguasai 92,5% porsi kepemilikan saham di PT Bank CIMB Niaga Tbk.

Q: Apa latar belakang munculnya spekulasi privatisasi CIMB Niaga?
A: Isu ini muncul terkait opsi penyesuaian porsi saham publik (free float) CIMB Niaga agar memenuhi ambang batas minimum yang ditetapkan oleh Bursa Efek Indonesia.

Q: Langkah apa yang akan diambil CIMB Group selanjutnya?
A: CIMB Group akan memenuhi regulasi free float secara terstruktur dan tepat waktu, kemungkinan melalui opsi penempatan saham ke investor strategis atau skenario pelepasan porsi saham pasar modal lainnya. ■

DP
Deddy H. Pakpahan
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update