Selasa, 20 Okt 2026 DIGI-PRODUCTDigi-BankersDigi-ColumnDigi-CryptoDigi-Insights
Breaking
Beranda › Digi-Tech
Digi-Tech

Mitigasi Serangan Siber Berbasis AI: Mengapa Bank Butuh Pemulihan Bare-Metal?

✍️ Nareswara Cakra Kusuma 🕒 19 Oct 2026
Bank of England (BoE) imbau perbankan memiliki kapabilitas bare-metal recovery guna menghadapi risiko serangan siber dan disrupsi AI.
Bank of England (BoE) imbau perbankan memiliki kapabilitas bare-metal recovery guna menghadapi risiko serangan siber dan disrupsi AI.

Deputi Gubernur Bank of England (BoE) Sarah Breeden memperingatkan bahwa perbankan harus memiliki kapabilitas bare-metal recovery untuk memulihkan sistem inti dari nol guna mengantisipasi serangan siber berskala besar dan risiko kecerdasan buatan (AI).

_____________

KEY FACTS:

● Deputi Gubernur Bank of England Sarah Breeden menekankan perlunya kapabilitas bare-metal recovery bagi industri perbankan.
● Bare-metal recovery adalah proses memulihkan sistem TI dari tingkat perangkat keras tanpa mengandalkan cadangan perangkat lunak yang terinfeksi.
● Pemicu utama urgensi ini adalah meningkatnya ancaman serangan siber berbasis AI dan ketergantungan pada penyedia jasa komputasi awan.
● BoE meminta perbankan untuk mempersiapkan skenario terburuk agar kelangsungan sistem keuangan tetap terjaga.

_____________

Bank of England (BoE) mendesak sektor perbankan untuk membangun kapabilitas pemulihan bare-metal (bare-metal recovery) sebagai langkah antisipasi terhadap potensi serangan siber tingkat tinggi dan ancaman sistemik berbasis kecerdasan buatan (AI). Imbauan tersebut disampaikan oleh Deputi Gubernur BoE Sarah Breeden dalam sebuah acara hukum dan litigasi keuangan, sebagaimana dilaporkan oleh Reuters.

Meningkatnya ketergantungan sektor perbankan pada infrastruktur digital dan otomatisasi berbasis AI mendatangkan tantangan baru bagi ketahanan operasional (operational resilience). Bank sentral Inggris menegaskan bahwa metode cadangan data (backup) konvensional tidak lagi cukup untuk menghadapi ancaman pemadaman sistem secara masif (system-wide outage) atau sabotase siber tingkat lanjut.

Deputi Gubernur Bank of England untuk Stabilitas Finansial, Sarah Breeden, menggarisbawahi pentingnya bare-metal recovery—yaitu proses pemulihan infrastruktur teknologi informasi dari tingkat perangkat keras paling dasar tanpa mengandalkan sistem operasi atau perangkat lunak yang ada sebelumnya. Langkah ekstrim ini diperlukan jika serangan siber atau kegagalan AI berhasil melumpuhkan seluruh lapisan perangkat lunak dan cadangan standar perbankan.

"Bank harus mampu membangun kembali sistem mereka dari titik nol (bare metal) apabila terjadi insiden siber katastropik," ujar Breeden sebagaimana dikutip oleh Reuters.

Risiko AI dan Konsentrasi Penyedia Jasa Komputasi Awan

Dalam pemaparannya, BoE menyoroti dua pemicu utama risiko sistemik. Pertama, adopsi AI generatif dan kecerdasan buatan otonom di sektor keuangan yang dapat dipergunakan oleh pelaku kejahatan siber untuk merancang serangan yang lebih canggih, cepat, dan sulit dideteksi.
Kedua, ketergantungan yang tinggi pada segelintir penyedia layanan komputasi awan (cloud service providers) skala global. Jika salah satu penyedia layanan komputasi awan mengalami gangguan parah atau peretasan, dampaknya dapat dengan cepat merembet ke banyak lembaga keuangan secara bersamaan (contagion risk).

Oleh karena itu, regulator mendorong agar perbankan tidak hanya berfokus pada pencegahan (prevention), melainkan juga memiliki rencana pemulihan darurat (contingency plan) yang telah diuji secara berkala untuk memastikan kelangsungan layanan jasa keuangan vital bagi masyarakat.

Pergeseran Standar Regulasi Ketahanan Siber Global

Pernyataan BoE menandai pergeseran standar regulasi ketahanan siber global, di mana bank dituntut tidak hanya mengamankan data, tetapi juga memiliki skenario pemulihan infrastruktur fisik/hardware paling dasar (bare metal) jika seluruh lapisan perangkat lunak mengalami kerusakan permanen.
 
Sektor keuangan global semakin terintegrasi dengan teknologi cloud dan AI. Meskipun efisiensi meningkat, risiko konsentrasi penyedia jasa (third-party risk) dan ancaman serangan siber terorisme/pemerasan (ransomware) berskala besar meningkat tajam.

Bank-bank komersial dan lembaga keuangan harus mengalokasikan investasi tambahan pada infrastruktur pemulihan bencana (disaster recovery), melakukan audit arsitektur TI, serta menguji skenario pemulihan dari kondisi bare metal. Meningkatnya kesiapsiagaan perbankan akan memberikan perlindungan lebih baik terhadap potensi kelumpuhan total transaksi keuangan, sehingga dana nasabah dan layanan perbankan tetap aman saat terjadi krisis siber.

Penyedia jasa teknologi, penyedia cloud, dan vendor keamanan siber dituntut untuk menyediakan arsitektur yang mendukung pemulihan bare-metal secara cepat dan terverifikasi.
 
Proses bare-metal recovery memerlukan biaya tinggi, waktu pemulihan yang tidak singkat, serta keahlian teknis khusus yang membutuhkan pengujian berkala secara ketat tanpa mengganggu operasional harian bank. Regulator keuangan di berbagai yurisdiksi, termasuk di Asia Pasifik dan Indonesia (OJK/BI), diperkirakan akan memperketat panduan operational resilience dan mengadopsi standar tes pemulihan serupa. ■

______________

FAQ:

Q: Apa yang dimaksud dengan bare-metal recovery dalam perbankan?
A: Bare-metal recovery adalah proses membangun kembali seluruh sistem teknologi informasi dari kondisi perangkat keras (hardware) kosong tanpa menggunakan instalasi perangkat lunak atau sistem operasi yang telah ada, untuk memastikan tidak ada malware atau kerentanan yang tertinggal.

Q: Mengapa Bank of England menekankan pentingnya bare-metal recovery saat ini?
A: BoE menilai pesatnya perkembangan AI dan tingginya ketergantungan pada penyedia cloud meningkatkan risiko serangan siber tingkat tinggi yang dapat melumpuhkan seluruh cadangan perangkat lunak standar.

Q: Siapa pejabat Bank of England yang menyampaikan imbauan ini?
A: Pernyataan tersebut disampaikan oleh Deputi Gubernur Bank of England untuk Stabilitas Finansial, Sarah Breeden.

 

 

DP
Deddy H. Pakpahan
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update