Pengguna Qlola by BRI Tembus 104.000 Akun, Volume Transaksi Korporasi Capai Rp12.046 Triliun
Digitalisasi wholesale banking bukan lagi sekadar pelengkap fasilitas korporasi, melainkan jangkar utama profitabilitas bank modern. Ketika platform transaksi digital mampu mengikat likuiditas harian ribuan perusahaan dalam satu ekosistem terintegrasi, bank tidak hanya menjual jasa keuangan, tetapi juga bertindak sebagai sistem saraf pusat yang menggerakkan roda perekonomian nasional.
_______________
KEY FACTS:
■ Jumlah pengguna platform digital korporasi Qlola by BRI mencapai lebih dari 104.000 akun per September 2026, tumbuh 32% secara tahunan (yoy).
■ Volume transaksi menembus Rp12.046 triliun atau meningkat 29,3% secara yoy, dengan frekuensi transaksi naik 24,7%.
■ Pertumbuhan adopsi Qlola by BRI mendongkrak penghimpunan dana murah (CASA) BRI sebesar 19,7% secara yoy.
■ Platform ini telah merambah berbagai sektor industri strategis, mulai dari agribisnis, pertambangan, FMCG, hingga ekosistem e-commerce dan fintech.
_____________
Transformasi digital perbankan korporasi PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI menunjukkan trajektori pertumbuhan yang kian masif. Hingga September 2026, jumlah pengguna platform digital terintegrasi Qlola by BRI telah menembus lebih dari 104.000 akun, mencatatkan lonjakan signifikan seiring meningkatnya adopsi teknologi oleh pelaku usaha lintas sektor.
Pertumbuhan basis pengguna tersebut turut mendorong eskalasi aktivitas transaksi secara masif. Berdasarkan laporan kinerja per September 2026, volume transaksi melalui Qlola by BRI berhasil menyentuh angka Rp12.046 triliun, yang sekaligus memberikan kontribusi strategis terhadap penguatan struktur dana murah (Current Account Saving Account/CASA) bank.
Integrasi Ekosistem Bisnis dan Ekspansi Layanan Digital
Direktur Corporate Banking BRI Riko Tasmaya menjelaskan bahwa pencapaian ini mencerminkan meningkatnya kebutuhan korporasi modern terhadap platform digital yang mampu menyatukan aktivitas keuangan dan operasional bisnis dalam satu ekosistem yang mulus. Kompleksitas pengelolaan bisnis menuntut visibilitas yang lebih transparan terhadap posisi keuangan secara real-time.
"Seiring meningkatnya kompleksitas pengelolaan bisnis, perusahaan membutuhkan platform yang tidak hanya mendukung transaksi perbankan, tetapi juga mampu memberikan visibilitas yang lebih baik terhadap kondisi keuangan dan operasional perusahaan. Qlola by BRI kami hadirkan untuk menjawab kebutuhan tersebut melalui layanan yang terintegrasi, aman, dan mudah diakses," ujar Riko.
Dalam pengembangan layanannya, BRI tidak hanya menyediakan fitur transaksi dasar, tetapi juga menghadirkan solusi sektoral yang spesifik. Di antaranya adalah Port Dashboard untuk mendukung digitalisasi ekosistem kepelabuhanan yang menghubungkan pengguna jasa dan pengelola pelabuhan, serta DHE Dashboard yang dirancang khusus untuk mengoptimalkan pengelolaan devisa hasil ekspor bagi para eksportir nasional.
Selain itu, kehadiran aplikasi seluler Qlola Mobile memberikan fleksibilitas penuh bagi para pengambil keputusan korporasi untuk memantau multi-rekening dalam berbagai mata uang (multi-currency) dan memberikan otorisasi transaksi dari mana saja secara waktu nyata (real-time).
Dampak Strategis Terhadap Struktur Pendanaan Bank
Lonjakan adopsi Qlola by BRI membawa implikasi langsung terhadap struktur fundamental keuangan bank. Pertumbuhan volume transaksi hingga Rp12.046 triliun—yang melonjak 29,3% secara tahunan—berperan sebagai motor utama dalam mendongkrak perolehan dana murah (CASA) BRI sebesar 19,7% yoy pada periode yang sama.
Keberhasilan menghimpun CASA melalui ekosistem digital korporasi memberikan keunggulan kompetitif bagi bank dalam menekan biaya dana (cost of fund). Di tengah ketidakpastian makroekonomi global, porsi dana murah yang solid menjadi bantalan yang sangat kuat bagi margin bunga bersih (Net Interest Margin / NIM) bank, sekaligus memastikan efisiensi dalam penyaluran pembiayaan produktif ke berbagai skala segmen usaha.
Pertumbuhan pesat platform wholesale banking digital seperti Qlola by BRI menandai pergeseran kompetisi perbankan komersial dari sekadar penyediaan fasilitas kredit tradisional menuju penguasaan ekosistem layanan transaksi digital (transaction banking). Bagi industri perbankan nasional, kemampuan mengintegrasikan rantai pasok korporasi ke dalam satu platform digital tertutup (closed-loop ecosystem) adalah kunci utama untuk mengamankan likuiditas jangka panjang dan pundi-pundi dana murah yang stabil.
BRI diproyeksikan akan terus memperluas kapabilitas integrasi Qlola by BRI dengan merangkul lebih banyak sektor industri khusus dan memperdalam fitur analitik keuangan berbasis kecerdasan buatan (AI-driven financial insights). Tantangan berikutnya bagi bank adalah memastikan skalabilitas infrastruktur teknologi tetap terjaga di tengah lonjakan volume transaksi harian yang kian masif, sekaligus memperketat pengamanan siber guna mengantisipasi risiko fraud digital korporasi.
Digitalisasi wholesale banking bukan lagi sekadar pelengkap fasilitas korporasi, melainkan jangkar utama profitabilitas bank modern. Ketika platform transaksi digital mampu mengikat likuiditas harian ribuan perusahaan dalam satu ekosistem terintegrasi, bank tidak hanya menjual jasa keuangan, tetapi juga bertindak sebagai sistem saraf pusat yang menggerakkan roda perekonomian nasional. ■
