Minggu, 01 Nov 2026 DIGI-PRODUCTDigi-BankersDigi-ColumnDigi-CryptoDigi-Insights
Breaking
Beranda › Digi-Bankers
Digi-Bankers

Pimpin Transformasi SDM Bank BSN, Anton Rijanto Raih "The High Performing Human Capital Director 2026"

✍️ Nareswara Cakra Kusuma 🕒 01 Nov 2026
Anton Rijanto, Direktur Human Capital & Compliance Bank Syariah Nasional (BSN), meraih penghargaan The High Performing Human Capital Director 2026 atas kepemimpinannya dalam mendorong transformasi SDM dan memperkuat fondasi organisasi Bank BSN pasca-spin-off.
Anton Rijanto, Direktur Human Capital & Compliance Bank Syariah Nasional (BSN), meraih penghargaan The High Performing Human Capital Director 2026 atas kepemimpinannya dalam mendorong transformasi SDM dan memperkuat fondasi organisasi Bank BSN pasca-spin-off.

Anton Rijanto, Direktur Human Capital & Compliance PT Bank Syariah Nasional (Bank BSN), sukses meraih penghargaan The High Performing Human Capital Director 2026 berkat kepemimpinannya dalam mengarahkan strategi transformasi sumber daya manusia pascapemisahan entitas dari BTN Syariah.

_____________

KEY FACTS:

■ Anton Rijanto meraih penghargaan The High Performing Human Capital Director 2026 dalam ajang Top Human Capital Awards 2026.
■ Alumnus Fakultas Hukum Universitas Diponegoro ini memiliki rekam jejak panjang di industri perbankan, BUMN, dan manajemen risiko.
■ Ia berperan krusial dalam merancang strategi tata kelola dan pengembangan talenta di fase awal operasional mandiri Bank BSN.

____________

Di balik keberhasilan PT Bank Syariah Nasional (Bank BSN) menyabet dua penghargaan sekaligus dalam ajang Top Human Capital Awards 2026, ada satu figur kepemimpinan strategis yang memegang kendali atas transformasi organisasi. Adalah Anton Rijanto, Direktur Human Capital & Compliance Bank BSN, yang pada perhelatan akhir Oktober dinobatkan sebagai "The High Performing Human Capital Director 2026".

Penghargaan tersebut menjadi pengakuan atas dedikasi dan kepemimpinannya dalam mengintegrasikan pengelolaan sumber daya manusia (human capital) dengan arah strategi bisnis perusahaan, terutama di tengah masa transisi krusial pascapemisahan (spin-off) entitas dari BTN Syariah menjadi bank syariah mandiri.

Rekam Jejak Panjang di Dunia Perbankan dan Korporasi

Lahir di Surabaya pada tahun 1971, Anton Rijanto memiliki latar belakang akademis di bidang hukum. Ia menyelesaikan studi sarjana hukum di Fakultas Hukum Universitas Diponegoro (Undip) angkatan 1990 dan lulus pada tahun 1995, sebelum kemudian merampungkan gelar Magister Manajemen di Universitas Hasanuddin pada tahun 2004.

Perjalanan karier profesional Anton di sektor keuangan dan korporasi terbilang sangat kaya pengalaman. Ia mengawali pengabdian panjangnya di industri perbankan melalui PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) lewat jalur program pengembangan resmi. Di bank pelat merah tersebut, ia sempat bertugas sebagai Account Officer dan Legal Officer, lalu meniti karier manajerial di berbagai cabang mulai dari Semarang (Peterongan), Jakarta (Kuningan), hingga Mataram (Nusa Tenggara Barat).

Konsistensinya dalam mengelola portofolio pembiayaan mengantarkannya menduduki posisi strategis sebagai Kepala Divisi Corporate & Commercial Funding BTN selama kurang lebih lima tahun, serta sempat menjabat sebagai Deputy General Manager Funding.

Sebelum kembali berlabuh di industri perbankan syariah melalui Bank BSN, Anton memperluas spektrum kepemimpinannya di berbagai sektor BUMN strategis. Ia pernah dipercaya menduduki posisi puncak sebagai Direktur Hukum dan Pertanahan di Perum Perumnas, serta menjabat sebagai Direktur Manajemen Risiko, Hukum, dan QSHE di PT Waskita Karya (Persero) Tbk.

Sentuhan Strategis di Bank Syariah Nasional

Diangkat berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 20 Agustus 2025, Anton langsung dihadapkan pada tantangan besar: membentuk fondasi kultural dan struktural yang solid bagi entitas baru bernama Bank BSN. 

Di bawah kepemimpinannya, strategi pengembangan human capital dirancang agar selaras dengan kebutuhan bisnis perbankan modern yang adaptif dan produktif. Fokus pada peningkatan kompetensi pegawai, penguatan kapasitas kepemimpinan, serta pembentukan ekosistem kerja yang tangguh menjadi kunci keberhasilan Bank BSN dalam mengarungi dinamika industri keuangan syariah nasional.

Pentingnya Kepemimpinan Strategis dalam Masa Transisi

Keberhasilan sebuah institusi keuangan pasca-konsolidasi atau spin-off sangat bergantung pada kualitas kepemimpinan di tingkat eksekutif, khususnya dalam mengelola modal manusia. Perubahan status dari unit bisnis konvensional menjadi entitas perbankan syariah mandiri menuntut perubahan pola pikir (mindset) dan budaya kerja yang drastis di seluruh jajaran organisasi.

Pencapaian Anton Rijanto meraih penghargaan nasional menunjukkan bahwa tata kelola SDM di Bank BSN dikelola dengan pendekatan yang terstruktur, visioner, dan berorientasi pada mitigasi risiko serta pertumbuhan jangka panjang. Di tengah persaingan industri keuangan yang semakin ketat, kemampuan merawat dan mengembangkan talenta internal akan menjadi keunggulan kompetitif utama bagi Bank BSN dalam memperkuat posisinya di peta ekonomi syariah Indonesia. ■

 

DP
Deddy H. Pakpahan
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update