Minggu, 01 Nov 2026 DIGI-PRODUCTDigi-BankersDigi-ColumnDigi-CryptoDigi-Insights
Breaking
Beranda › Digi-News
Digi-News

Perkuat Digital Trust di ICANN87: Privy dan PANDI Kolaborasi Tangkal Penipuan Berbasis Domain

✍️ Baskara Zivandaru Pranaja 🕒 01 Nov 2026
Privy dan PANDI perkuat kepercayaan digital melalui teknologi identitas terverifikasi, tanda tangan elektronik, dan perlindungan keamanan domain. Momentum ICANN87 di Bali menjadi simbol sinergi Indonesia dalam membangun ekosistem internet yang lebih aman, tepercaya, dan berdaya saing global.
Privy dan PANDI perkuat kepercayaan digital melalui teknologi identitas terverifikasi, tanda tangan elektronik, dan perlindungan keamanan domain. Momentum ICANN87 di Bali menjadi simbol sinergi Indonesia dalam membangun ekosistem internet yang lebih aman, tepercaya, dan berdaya saing global.

Bagi industri perbankan, keuangan, dan ekonomi digital secara luas, maraknya penipuan berbasis domain dan phishing menimbulkan risiko kerugian finansial serta erosi kepercayaan nasabah yang masif. Penguatan ekosistem melalui integrasi identitas digital terverifikasi dan Verifiable Credentials memberikan lapisan pertahanan preventif bagi institusi untuk memvalidasi keabsahan komunikasi digital.

_____________

KEY FACTS:

■ Lonjakan Penyalahgunaan Domain: Laporan IDADX mencatat 32.535 URL terindikasi penyalahgunaan domain dan 6.491 laporan phishing sepanjang Semester I 2026.
■ Kolaborasi Strategis Privy dan PANDI: Kedua entitas menandatangani Nota Kesepahaman terkait riset, pengembangan, dan pemanfaatan identitas digital, termasuk eksplorasi Verifiable Credentials dan Tanda Tangan Elektronik (TTE) pada ekosistem domain .id.
■ Dukungan Peluncuran Aksara Nusantara: Privy memfasilitasi penandatanganan elektronik untuk peluncuran domain tingkat kedua Aksara Nusantara (Bali, Jawa, dan Pegon) yang disaksikan oleh Menteri Kebudayaan Fadli Zon dan Gubernur Bali I Wayan Koster.
■ Perluasan Kerja Sama Internasional: PANDI turut menjalin kerja sama strategis dengan Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) serta National Internet Exchange of India (NIXI) yang difasilitasi oleh infrastruktur  penandatanganan digital Privy di ICANN87.
■ Basis Pengguna Privy: Hingga saat ini, Privy telah melayani lebih dari 72 juta pengguna tersertifikasi dan 300.000 institusi serta perusahaan.

___________

Tingginya aktivitas di ruang digital turut diiringi oleh eskalasi ancaman penipuan siber yang semakin canggih, mulai dari pemalsuan domain hingga rekayasa sosial. Berdasarkan laporan Indonesia Domain Abuse Data Exchange (IDADX) yang dikelola oleh Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI), tercatat sebanyak 32.535 URL terindikasi sebagai penyalahgunaan domain sepanjang Semester I 2026, termasuk di dalamnya 6.491 laporan kasus phishing.

Menjawab tantangan tersebut, penyedia layanan identitas digital terverifikasi PT Privy Identitas Digital (Privy) mengambil peran strategis dalam ajang ICANN87 Annual General Meeting yang dihelat pada 17–22 Oktober 2026 di Bali International Convention Centre (BICC), Nusa Dua, Bali. Melalui sinergi lintas pemangku kepentingan, Privy mendorong pentingnya migrasi dari sekadar imbauan kewaspadaan pengguna menuju penerapan sistem verifikasi identitas dan komunikasi yang otomatis dan tepercaya.

Mengatasi Kompleksitas Kejahatan Siber Berbasis Domain

Di tengah maraknya modus penipuan yang memanfaatkan kemiripan alamat situs web (typosquatting), pesan instan, hingga konten audio-visual berbasis kecerdasan buatan, aspek keamanan konvensional dinilai tidak lagi memadai. CEO & Founder Privy, Marshall Pribadi, menegaskan bahwa kepercayaan digital (digital trust) tidak boleh hanya dibebankan pada tingkat kewaspadaan individu pengguna.

"Penipuan digital semakin sulit dikenali karena pesan dan dokumen palsu dapat terlihat sama meyakinkannya dengan yang asli. Kepercayaan digital tidak bisa hanya bergantung pada kewaspadaan pengguna. Kita juga membutuhkan mekanisme dan teknologi yang membantu membedakan komunikasi yang sah dari penipuan," ujar Marshall.

Sebagai langkah konkret, kemitraan antara Privy dan PANDI diarahkan untuk merancang tata kelola, interoperabilitas, serta teknologi verifikasi mutakhir yang mematuhi Undang-Undang Pelindungan Data Pribadi (UU PDP). Ketua Dewan Pengurus PANDI, Isnawan Aslam, menambahkan bahwa tantangan internet ke depan berpusat pada jaminan keamanan aktivitas digital, validitas data, dan perlindungan hak pemilik data dalam ekosistem domain .id.

Diplomasi Digital dan Penguatan Infrastruktur DNS Global

Partisipasi Privy dalam forum internasional ICANN87 juga menjadi momentum penting bagi diplomasi teknologi Indonesia. Selain memperkuat pengamanan Domain Name System (DNS) domestik lewat kerja sama dengan APJII, Privy turut memfasilitasi kolaborasi internasional antara PANDI dan National Internet Exchange of India (NIXI). Kerjasama lintas batas ini mencakup tata kelola internet global, pertukaran informasi, serta pengembangan kapasitas infrastruktur DNS.

Di sisi lain, momentum ICANN87 juga diwarnai oleh peluncuran domain tingkat kedua Aksara Nusantara—meliputi aksara Bali, Jawa, dan Pegon—yang ditandatangani secara elektronik di hadapan Menteri Kebudayaan Fadli Zon dan Gubernur Bali I Wayan Koster. Keterlibatan teknologi penandatanganan elektronik bersertifikasi dalam peluncuran budaya ini membuktikan kesiapan infrastruktur digital nasional dalam mendukung pelestarian identitas lokal sekaligus standar global.

Erosi Kepercayaan Nasabah

Bagi industri perbankan, keuangan, dan ekonomi digital secara luas, maraknya penipuan berbasis domain dan phishing menimbulkan risiko kerugian finansial serta erosi kepercayaan nasabah yang masif. Penguatan ekosistem melalui integrasi identitas digital terverifikasi dan Verifiable Credentials memberikan lapisan pertahanan preventif bagi institusi untuk memvalidasi keabsahan komunikasi digital. Bagi regulator dan penyelenggara infrastruktur internet, langkah ini menjadi standar baru dalam mewujudkan ekosistem ekonomi digital yang transparan, aman, dan berdaya saing global.

Tantangan berikutnya bagi ekosistem internet Indonesia adalah implementasi teknis dari standar interoperabilitas identitas digital pada seluruh pengelola nama domain. Ke depan, kolaborasi lanjutan antara lembaga sertifikasi elektronik dan pengelola DNS diprediksi akan menjadi model acuan dalam menangkal kejahatan siber berbasis rekayasa identitas secara real-time. ■

___________

DIGI-INSIGHTS:

"Keamanan siber di era ekonomi digital tidak lagi cukup ditopang oleh pengamanan perimeter jaringan semata, melainkan menuntut kepastian autentikasi identitas pada setiap titik sentuh interaksi. Sinergi antara infrastruktur domain PANDI dan kapabilitas identitas digital terverifikasi Privy di panggung global ICANN87 menandai babak baru kedaulatan digital Indonesia. Ini adalah bukti bahwa standar kepercayaan digital nasional mampu menjawab kompleksitas ancaman siber lintas batas secara kredibel." — Editorial Strategy Team, digitalbank.id

_____________

 

 

DP
Deddy H. Pakpahan
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update