Jumat, 30 Okt 2026 DIGI-PRODUCTDigi-BankersDigi-ColumnDigi-CryptoDigi-Insights
Breaking
Beranda › Digi-Crypto
Digi-Crypto

Binance Dibobol, Kripto Senilai US$3 Miliar Dibekukan dan Likuidasi Tembus US$1,5 Miliar

✍️ Nareswara Cakra Kusuma 🕒 30 Oct 2026
Binance diduga mengalami peretasan berskala besar pada hot wallet lintas jaringan yang memicu arus keluar masif dan likuidasi pasar kripto.
Binance diduga mengalami peretasan berskala besar pada hot wallet lintas jaringan yang memicu arus keluar masif dan likuidasi pasar kripto.

Pasar mata uang kripto global diguncang aksi jual panik setelah dugaan peretasan pada hot wallet Binance memicu likuidasi derivatif lebih dari US$1,50 miliar dan menyeret Bitcoin jatuh di bawah US$77.000.

___________

KEY FACTS:

■ Dugaan peretasan menimpa hot wallet Binance di seluruh jaringan Bitcoin, Ethereum, dan Tron.
■ Binance bergerak cepat membekukan aset kripto senilai US3 miliar dengan bantuan Tether dan Circle.
■ Tether membekukan USDT senilai US1,567 miliar dan Circle membekukan USDC senilai US800 juta.
■ Pasar derivatif mencatat total likuidasi lebih dari US1,50 miliar dalam 24 jam terakhir.
■ Harga Bitcoin tergelincir turun di bawah level US$77.000 akibat aksi jual panik investor.

___________

Pasar mata uang kripto global mengalami tekanan berat pada perdagangan akhir pekan menyusul laporan dugaan peretasan berskala masif yang menimpa bursa kripto terbesar di dunia, Binance. Insiden tersebut memicu aksi jual panik di kalangan investor, menghapuskan lebih dari US$1,50 miliar di pasar derivatif dalam kurun waktu 24 jam, serta menyeret harga Bitcoin turun di bawah level US$77.000 pada Jumat (30/10).

Dugaan pembobolan ini pertama kali mencuat ke publik setelah dilaporkan oleh mantan CEO Binance, Changpeng Zhao. Berdasarkan data dan laporan awal, peretasan tersebut dikabarkan memengaruhi dompet digital (hot wallet) di seluruh jaringan utama, yakni Bitcoin, Ethereum, dan Tron (TRX). Potensi kerugian aset yang berada dalam risiko meliputi kepemilikan Bitcoin (BTC) senilai US$1,45 miliar serta Ethereum (ETH) senilai US875 juta, yang berpotensi tercatat sebagai salah satu insiden keamanan terbesar dalam sejarah industri aset digital.

Respons Cepat Pembekuan Aset Senilai US$$3 Miliar

Menanggapi situasi darurat tersebut, manajemen Binance bergerak cepat dengan mengumumkan pembekuan aset-aset kripto senilai US$3 miliar melalui platform X. Langkah mitigasi ini dilakukan bekerja sama secara intensif dengan para penerbit stablecoin utama dunia yang dipatok ke Dolar AS, yakni Tether dan Circle.

CEO Tether, Paolo Ardoino, serta salah satu pendiri Circle, Jeremy Allaire, dalam unggahan terpisah mengonfirmasi bahwa pihak mereka telah membekukan token USDT senilai US$1,567 miliar dan USDC senilai US$800 juta untuk mencegah pencairan dana curian oleh pihak tak bertanggung jawab.

Pihak Binance secara berkala terus menegaskan melalui berbagai saluran komunikasi resmi bahwa dana utama pengguna tetap berada dalam kondisi aman. Tim internal dilaporkan terus bekerja sama erat dengan aparat penegak hukum, penerbit token, perusahaan intelijen blockchain, serta mitra industri guna melacak dan membekukan sisa aset yang terdampak.

Tekanan Pasar dan Prospek Teknis Bitcoin

Kabar pembobolan bursa kripto terbesar berdasarkan volume perdagangan ini langsung memicu kepanikan investor global. Tekanan jual yang masif mendorong harga Bitcoin merosot di bawah US$77.000 pada hari Jumat, memperpanjang tren koreksi 4% yang terjadi sehari sebelumnya dan memperkuat proyeksi penutupan bulanan Oktober di zona bearish dengan penurunan sekitar 8%.

Data dari platform analitik CoinGlass mencatat total likuidasi di pasar mencapai US$1,51 miliar dalam 24 jam terakhir. Dari angka tersebut, sebagian besar didominasi oleh likuidasi posisi long (beli) senilai US$1,30 miliar, yang mencerminkan tingginya tekanan likuidasi paksa akibat kejatuhan harga secara tiba-tiba.

Secara teknikal, pergerakan harga Bitcoin berada di kisaran US$76.676 dengan bias bearish jangka pendek. Posisi harga berada di bawah indikator Exponential Moving Average (EMA) 50-hari di level US80.556, namun masih bertahan tipis di atas EMA 200-hari di US$76.457. Indikator Relative Strength Index (RSI) tercatat di level 32 yang mendekati area jenuh jual (oversold), mengisyaratkan bahwa tekanan jual mulai mereda, meskipun indikator Moving Average Convergence Divergence (MACD) yang tetap negatif menunjukkan potensi risiko koreksi lanjutan masih membayangi.

Insiden keamanan siber yang menimpa Binance membawa beberapa implikasi analitis penting bagi ekosistem aset digital global:

Pertama soal kerentanan keamanan infrastruktur terpusat (CEX): Skala potensi pencurian yang mendekati miliaran dolar memperlihatkan bahwa bursa terpusat dengan likuiditas tinggi tetap menjadi target utama ancaman siber canggih lintas jaringan blockchain.

Kedua, efektivitas koordinasi darurat industri: Langkah cepat penerbit stablecoin (Tether dan Circle) dalam membekukan alamat dompet terkait menunjukkan kematangan mekanisme mitigasi darurat kolaboratif untuk membatasi ruang gerak pelaku peretasan.

Ketiga, sentimen makro pasar dan likuidasi Dlderivatif: Lonjakan likuiditas posisi long hingga melampaui US$1,3 miliar menegaskan tingginya risiko penggunaan leverage berlebihan di tengah ketidakpastian pasar yang dipicu oleh guncangan berita negatif. ■

DP
Deddy H. Pakpahan
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update