Penyaluran Kredit Melesat ke Rp190,8 Triliun, OCBC Catat Laba Rp4,03 Triliun di Kuartal III-2026
PT Bank OCBC NISP Tbk (OCBC) membukukan laba bersih sebesar Rp4,03 triliun atau tumbuh 5% secara tahunan hingga kuartal III-2026, yang didukung oleh lonjakan penyaluran kredit sebesar 16% serta permodalan dan likuiditas yang berada jauh di atas ketentuan minimum regulator.
_______________
KEY FACTS:
■ OCBC membukukan laba bersih Rp4,03 triliun hingga kuartal III-2026, mencatatkan pertumbuhan 5% secara tahunan (yoy).
■ Penyaluran kredit melonjak 16% menjadi Rp190,8 triliun dengan rasio NPL bruto yang terjaga stabil di level 2,0%.
■ Rasio kecukupan modal (CAR) berada di level kuat 23,7% dan total aset perusahaan meningkat 13% mencapai Rp350,5 triliun.
_______________
PT Bank OCBC NISP Tbk (OCBC) berhasil mempertahankan tren pertumbuhan kinerja keuangan yang positif di tengah dinamika makroekonomi domestik dan global. Hingga periode kuartal III-2026, bank swasta nasional ini sukses membukukan laba bersih sebesar Rp4,03 triliun, atau mengalami pertumbuhan sebesar 5% secara tahunan (year-on-year/yoy).
Presiden Direktur OCBC Parwati Surjaudaja menjelaskan bahwa capaian positif tersebut ditopang oleh penguatan fundamental bisnis inti yang tercermin dari ekspansi pembiayaan dan peningkatan total aset secara dua digit.
"Kinerja positif ini didukung oleh pertumbuhan bisnis yang kuat, tecermin dari peningkatan total aset dan penyaluran kredit yang masing-masing mencatatkan pertumbuhan dua digit secara tahunan," ujar Parwati akhir pekan ini.
Ekspansi Kredit dan Pengendalian Risiko
Sepanjang sembilan bulan pertama tahun 2026, penyaluran kredit OCBC mencatatkan lonjakan sebesar 16% yoy hingga menyentuh angka Rp190,8 triliun. Di tengah agresivitas ekspansi pembiayaan tersebut, manajemen tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian (prudent banking) guna menjaga kualitas portofolio kredit tetap sehat.
Komitmen manajemen risiko ini terbukti dari rasio kredit bermasalah bruto (Non-Performing Loan Gross/NPL-gross) yang berhasil dijaga stabil di level 2,0%. Selain itu, perbaikan kualitas aset juga terlihat dari penurunan rasio Loan at Risk (LAR) yang membaik ke level 4,8%, turun signifikan dibanding posisi 5,4% pada periode yang sama tahun sebelumnya, dengan rasio pencadangan NPL yang sangat memadai sebesar 202,9%.
Penguatan Struktur Pendanaan dan Likuiditas
Dari sisi pendanaan, Dana Pihak Ketiga (DPK) OCBC turut mencatatkan pertumbuhan sebesar 6% yoy menjadi Rp244,2 triliun hingga akhir September 2026. Pertumbuhan DPK ini disokong oleh kenaikan total deposito berjangka sebesar 8% yoy menjadi Rp109,6 triliun, serta pertumbuhan dana giro dan tabungan (Current Account and Savings Account / CASA) sebesar 5% menjadi Rp134,5 triliun, yang menjaga rasio CASA berada di level solid 55,1%.
Parwati menambahkan bahwa tingkat permodalan dan likuiditas perseroan berada jauh di atas ketentuan minimum yang ditetapkan oleh regulator. Hal ini memberikan ruang gerak yang leluasa bagi bank untuk terus berekspansi secara berkelanjutan.
Berdasarkan laporan kinerja per September 2026, rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio / CAR) OCBC tercatat kuat di level 23,7%. Sementara itu, rasio kecukupan likuiditas (Liquidity Coverage Ratio / LCR) berada di angka 252,7% dan rasio pinjaman terhadap simpanan (Loan to Deposit Ratio / LDR) bertengger di level 77,5%. Seluruh indikator finansial yang kokoh ini mendongkrak total aset OCBC hingga tumbuh 13% yoy mencapai Rp350,5 triliun.
Ketahanan di Tengah Transisi Sektor Perbankan
Pencapaian OCBC memperlihatkan efektivitas strategi pertumbuhan organik yang seimbang antara ekspansi kredit segmen produktif-konsumtif dan disiplin pencadangan risiko. Di saat likuiditas industri perbankan kerap menghadapi ketidakpastian suku bunga, kemampuan OCBC menjaga rasio CASA di atas 55% menunjukkan tingginya loyalitas nasabah dalam menempatkan dana murah.
Bagi para investor dan pelaku industri keuangan, kombinasi antara pertumbuhan kredit dua digit dan penurunan rasio Loan at Risk merupakan indikator utama dari kualitas manajemen risiko yang matang. Ke depan, fokus OCBC pada segmen wealth management dan penguatan layanan digital diprediksi akan menjadi motor penggerak baru untuk menjaga momentum profitabilitas di tengah persaingan ketat perbankan nasional. ■
