Jumat, 30 Okt 2026 DIGI-PRODUCTDigi-BankersDigi-ColumnDigi-CryptoDigi-Insights
Breaking
Beranda › Digi-News
Digi-News

DBS Jadi Brand Paling Bernilai di ASEAN 2026, BCA Bertengger di Peringkat Kedua

✍️ Raras Aivani Kusumendri 🕒 30 Oct 2026
Laporan Asean 500 2026 oleh Brand Finance mencatat kenaikan total nilai brand regional sebesar 8% menjadi US$315,6 miliar.
Laporan Asean 500 2026 oleh Brand Finance mencatat kenaikan total nilai brand regional sebesar 8% menjadi US$315,6 miliar.

Laporan Brand Finance 2026 menunjukkan total nilai 500 brand teratas di ASEAN naik 8% menjadi US$315,6 miliar, dengan DBS mempertahankan posisi sebagai brand paling bernilai di kawasan ini untuk tahun kedua berturut-turut. Sementara BCA menempati peringkat sebagai brand terkuat kedua di regional yang ditopang oleh kepercayaan nasabah yang tinggi dan jangkauan pasar yang luas.

_____________

KEY FACTS:

■ Total nilai 500 brand teratas di ASEAN meningkat 8% menjadi US315,6 miliar pada 2026. DBS mempertahankan posisinya sebagai brand paling bernilai di ASEAN untuk tahun kedua berturut-turut.
■ Singapura memimpin kawasan dengan 88 brand bernilai total US84,1 miliar, menempatkan 23 brand di daftar 100 besar.
■ Sektor perbankan menjadi industri terbesar di ASEAN dengan nilai agregat mencapai US105,9 miliar.

___________

Perusahaan asal Singapura kembali mendominasi lanskap nilai brand di kawasan Asia Tenggara sepanjang 2026. Berdasarkan laporan terbaru yang dirilis oleh lembaga konsultan valuasi brand Brand Finance, DBS berhasil mempertahankan posisinya sebagai brand paling bernilai di ASEAN untuk tahun kedua secara berturut-turut.

Dalam laporan" Asean 500 2026" yang diterbitkan Jumat (30/10), tercatat bahwa total nilai dari 500 brand paling berharga di kawasan ini mengalami peningkatan sebesar 8% menjadi US315,6 miliar. Singapura memimpin kawasan ini berdasarkan total nilai brand secara keseluruhan, di mana 88 brand asal negeri singa tersebut mengumpulkan nilai gabungan mencapai US84,1 miliar.

 Keunggulan Singapura juga terlihat jelas di jajaran papan atas, dengan 23 brand berhasil masuk ke dalam daftar 100 besar—terbanyak dibandingkan pasar ASEAN lainnya.

Dominasi Sektor Perbankan dan Raksasa Energi Regional

Sektor perbankan tetap menjadi industri terbesar di ASEAN berdasarkan nilai brand dengan total mencapai US105,9 miliar, di mana lima bank menduduki jajaran 10 brand paling bernilai di kawasan. Di bawah DBS, raksasa energi milik negara Malaysia, Petronas, menempati peringkat kedua meskipun nilai brandnya mengalami koreksi 4% menjadi US13,8 miliar akibat penurunan harga energi global. Posisi ketiga ditempati oleh PTT asal Thailand yang mencatat penurunan nilai 5% menjadi US$8,7 miliar.

Bank asal Singapura lainnya, OCBC dan UOB, turut mencatat penguatan positif dengan kenaikan nilai brand masing-masing sebesar 7% dan 10% hingga mencapai US$6,8 miliar untuk setiap entitas. Sementara itu, operator kasino asal Malaysia, Genting, berhasil menembus jajaran 10 besar dengan naik ke peringkat kesembilan, didorong oleh penurunan risiko ekonomi dan pemulihan permintaan sektor pariwisata.

Lonjakan Signifikan Grab dan Marina Bay Sands

Di antara jajaran brand dengan pertumbuhan tercepat, Grab yang berkantor pusat di Singapura mencatatkan lonjakan nilai brand sebesar 53% menjadi US$1,7 miliar pada 2026, mengangkat posisinya dari peringkat ke-69 ke peringkat ke-41 secara regional. Sejak 2023, nilai brand Grab bahkan telah meroket 441%, menjadikannya brand dengan pertumbuhan tercepat di kawasan dalam kurun waktu tersebut. 

Brand Finance menilai ekspansi Grab dari layanan transportasi dan pesan-antar makanan ke sektor jasa keuangan—termasuk pembayaran, pinjaman, dan perbankan digital—menjadi motor utama pertumbuhan ini.

Kenaikan absolut terbesar dicatatkan oleh Marina Bay Sands, yang menambah nilai brand sebesar US2,1 miliar atau naik 35% menjadi US8 billion, membawanya naik dari peringkat kedelapan ke posisi keempat regional. Sektor pariwisata dan penerbangan Singapura juga diuntungkan oleh pemulihan permintaan regional, di mana Singapore Airlines tetap menjadi brand maskapai paling bernilai di ASEAN dengan kenaikan 12% menjadi US$3,1 miliar.

Alex Haigh, Managing Director Brand Finance untuk Asia-Pacific, menjelaskan bahwa dominasi Singapura ditopang oleh kedalaman portofolio brand yang luas alih-alih hanya mengandalkan segelintir korporasi besar.

“23 dari 100 brand paling bernilai di ASEAN berasal dari Singapura, lebih banyak dari pasar manapun, yang menunjukkan bahwa keunggulan negara ini bertumpu pada kedalaman daripada segelintir juara nasional,” ujar Alex Haigh.

Di luar Singapura, maskapai Vietjet asal Vietnam mencatat pertumbuhan dobel dengan kenaikan 117% menjadi US$906 juta, sementara perusahaan asuransi Vietnam, Bao Viet, dinobatkan sebagai brand terkuat di ASEAN berdasarkan Indeks Kekuatan Brand (Brand Strength Index). Di Indonesia, Bank Central Asia (BCA) menempati peringkat sebagai brand terkuat kedua di regional yang ditopang oleh kepercayaan nasabah yang tinggi dan jangkauan pasar yang luas.

Peta data dari laporan Brand Finance Asean 500 memberikan sejumlah catatan analitis penting mengenai dinamika korporasi regional. Pertama, ketahanan sektor finansial dan perbankan terlihat dari dominasi nilai total yang mencapai US$105,9 miliar, menunjukkan bahwa institusi keuangan mapan seperti DBS, OCBC, dan UOB memiliki fundamental ekonomi yang sangat kokoh di tengah volatilitas makroekonomi global. 

Kedua, diversifikasi ekosistem digital tercermin dari lonjakan drastis pada valuasi Grab yang membuktikan bahwa strategi pengembangan bisnis dari ride-hailing menuju layanan keuangan digital dan perbankan mampu memberikan nilai tambah ekonomi yang signifikan di mata konsumen regional. 

Ketiga, pemulihan ekonomi pariwisata tampak dari lonjakan valuasi pada entitas seperti Marina Bay Sands dan Singapore Airlines yang merefleksikan normalisasi penuh sektor mobilitas dan pariwisata pascapandemi di Asia Tenggara. ■

DP
Deddy H. Pakpahan
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update