Rabu, 28 Okt 2026 DIGI-PRODUCTDigi-BankersDigi-ColumnDigi-CryptoDigi-Insights
Breaking
Beranda › Digi-News
Digi-News

Bank Indonesia Bakal Jadikan Data QRIS sebagai Acuan Skor Kredit UMKM

✍️ Raras Aivani Kusumendri 🕒 28 Oct 2026
Bank Indonesia berencana menjadikan data transaksi QRIS sebagai acuan skor kredit (credit scoring) bagi UMKM.
Bank Indonesia berencana menjadikan data transaksi QRIS sebagai acuan skor kredit (credit scoring) bagi UMKM.

Bank Indonesia (BI) berencana memanfaatkan data transaksi Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) sebagai acuan penilaian skor kredit (credit scoring) bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk memperluas akses keuangan.

____________

KEY FACTS:

■ Bank Indonesia berencana menjadikan data transaksi QRIS sebagai acuan skor kredit (credit scoring) bagi UMKM.
■ Jumlah pengguna QRIS saat ini tercatat mencapai 71 juta orang dengan 49,4 juta merchant.
■ Sekitar 97 persen dari total merchant QRIS merupakan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Langkah ini bertujuan mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan memperluas akses pembiayaan.

___________

Bank Indonesia (BI) menyiapkan langkah strategis untuk memperluas akses pembiayaan bagi sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Bank sentral berencana menjadikan data transaksi Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) sebagai acuan penilaian skor kredit (credit scoring) bagi para pelaku usaha.

Gubernur Bank Indonesia, Destry Damayanti, mengungkapkan bahwa saat ini jumlah pengguna QRIS telah mencapai 71 juta orang dengan total merchant sebanyak 49,4 juta. Menariknya, sekitar 97 persen dari total merchant tersebut merupakan pelaku UMKM.

Destry menilai pencapaian adopsi tersebut mencerminkan keberhasilan bank sentral dalam merangkis hambatan inklusi keuangan hingga ke lapisan masyarakat bawah. Data transaksi dari merchant skala kecil inilah yang rencananya akan diolah menjadi landasan penilaian kredit (credit scoring).

"Merchant-merchant yang kecil juga yang nantinya data ini bisa menjadi semacam credit scoring. Ke depannya akan seperti itu," ujar Destry dalam acara Danantara Technology Innovation Investment Forum 2026 di Jakarta, pekan ini.

Langkah pemanfaatan data transaksi digital ini dinilai sejalan dengan mandat BI untuk memastikan pertumbuhan ekonomi nasional berjalan secara inklusif, di mana masyarakat bawah juga dapat merasakan manfaat serta memiliki akses terhadap layanan keuangan formal.

Penguatan Sistem Pembayaran Nasional

Selain menyiapkan pemanfaatan data QRIS untuk pembiayaan, BI terus memperkuat infrastruktur sistem pembayaran nasional untuk mempercepat laju transaksi keuangan. Salah satu pilar utamanya adalah layanan transfer dana real-time BI-Fast yang beroperasi penuh selama 24 jam.

Menurut Destry, infrastruktur pembayaran yang efisien menjadi katalis penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.

"Kami akan terus memperkuat sistem pembayaran kita ini yang tentunya akan mendorong pertumbuhan ekonomi dengan cara memperlancar transaksi yang terjadi," pungkasnya.

Rencana Bank Indonesia untuk memanfaatkan data transaksi QRIS sebagai dasar skor kredit UMKM membawa implikasi strategis bagi sektor perbankan dan fintech, terutama karena data tersebut dapat menjadi solusi asesmen risiko alternatif. Selama ini banyak UMKM terkendala agunan fisik atau minimnya riwayat kredit perbankan konvensional, sehingga pemanfaatan data transaksi riil QRIS memberikan rekam jejak finansial yang objektif bagi perbankan untuk menyalurkan pembiayaan secara pruden. 

Dengan demikian, integrasi data pembayaran ke dalam ekosistem pembiayaan juga mempercepat inklusi keuangan berbasis digital karena menjembatani kesenjangan akses modal bagi jutaan usaha mikro yang sebelumnya berada di luar jangkauan layanan perbankan formal. Pada saat yang sama, visibilitas arus kas harian dari transaksi digital memungkinkan bank melakukan asesmen kemampuan bayar pemohon kredit secara lebih akurat, sehingga berpotensi menekan rasio kredit bermasalah atau NPL di segmen UMKM. Secara keseluruhan, pemanfaatan data QRIS tidak hanya memperluas basis pembiayaan, tetapi juga memperkuat manajemen risiko dan mendorong inklusi keuangan yang lebih inklusif dan berkelanjutan. ■

_____________

FAQ:

Q: Apa rencana Bank Indonesia terkait data transaksi QRIS bagi UMKM?
A: Bank Indonesia berencana menjadikan data transaksi QRIS sebagai acuan penilaian skor kredit (credit scoring) untuk membantu UMKM mendapatkan akses pembiayaan.

Q: Berapa jumlah pengguna dan merchant QRIS saat ini?
A: Pengguna QRIS telah mencapai 71 juta orang dengan total merchant sebanyak 49,4 juta, di mana 97 persen di antaranya merupakan UMKM.

Q: Mengapa data QRIS dinilai efektif untuk penilaian kredit UMKM?
A: Data QRIS mencerminkan rekam jejak transaksi harian dan arus kas riil usaha secara transparan, menjadi alternatif bagi UMKM yang belum memiliki riwayat kredit konvensional. ■

 

 

 

 

DP
Deddy H. Pakpahan
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update