Inovasi QRIS Indonesia Sabet '50-in-5 Awards 2026' di Sidang PBB
Inovasi pembayaran digital berbasis kode QR milik Indonesia, QRIS Antarnegara, resmi meraih penghargaan bergengsi "50-in-5 Awards 2026" kategori Kolaborasi di ajang UNGA 81, New York, berkat keberhasilannya menghubungkan sistem pembayaran lintas batas yang inklusif tanpa mengorbankan kedaulatan infrastruktur domestik.
Inovasi pembayaran digital berbasis kode QR milik Indonesia, QRIS Antarnegara, resmi meraih penghargaan bergengsi "50-in-5 Awards 2026" kategori Kolaborasi di ajang UNGA 81, New York, berkat keberhasilannya menghubungkan sistem pembayaran lintas batas yang inklusif tanpa mengorbankan kedaulatan infrastruktur domestik. Hingga Juli 2026, nilai transaksi masuk (inbound) dari wisatawan mancanegara ke Indonesia menembus Rp5,90 triliun, jauh melampaui transaksi warga Indonesia di luar negeri sebesar Rp1,73 triliun. Keberhasilan model interoperabilitas ini terbukti menjadi injeksi devisa baru sekaligus motor penggerak bagi 45,46 juta merchant di dalam negeri, yang 96,69% di antaranya merupakan pelaku UMKM.
DIGI-HIGHLIGHTS:
■ QRIS Antarnegara sabet penghargaan "50-in-5 Awards 2026" di PBB New York atas keberhasilan konektivitas pembayaran digital inklusif.
■ Neraca transaksi QRIS surplus Rp4,17 triliun; inbound asing capai Rp5,90 triliun dan outbound Indonesia sebesar Rp1,73 triliun.
■ Ekosistem menjangkau 45,46 juta merchant, memperkuat modalitas bisnis 96,69% UMKM lokal dalam menyerap devisa wisatawan mancanegara.
Sistem pembayaran digital Indonesia kembali menegaskan dominasinya di panggung global. Inovasi Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) Antarnegara resmi dianugerahi penghargaan internasional "50-in-5 Awards 2026" untuk kategori Kolaborasi dari Digital Public Goods Alliance (DPGA) dan Co-Develop. Penyerahan penghargaan tersebut berlangsung dalam rangkaian acara 50-in-5 Milestone Event di sela Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa ke-81 (UNGA 81) di New York, Amerika Serikat, Senin (21/9).
Chief Investment Officer Co-Develop, Lindsey Crumbaugh, menyerahkan langsung trofi kehormatan tersebut kepada Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI), Filianingsih Hendarta, yang hadir mewakili Republik Indonesia.
Penghargaan ini menjadi pengakuan atas terobosan Bank Indonesia bersama negara-negara mitra dalam membangun konektivitas pembayaran lintas negara yang interoperable, aman, dan inklusif.
Berbeda dengan pendekatan unifikasi sistem secara kaku, modalitas QRIS mengusung fleksibilitas: menghubungkan infrastruktur domestik tiap negara melalui standar dan tata kelola yang disepakati bersama.
"QRIS Antarnegara menunjukkan bahwa interoperabilitas tidak mengharuskan setiap negara memiliki sistem yang sama. Yang dibutuhkan adalah kesamaan tujuan, kepercayaan, standar yang disepakati, serta komitmen untuk menghubungkan sistem yang telah dimiliki masing-masing negara," ujar Filianingsih dalam keterangan resminya.
QRIS di Ranah Regional
Langkah invasif QRIS di ranah regional terbukti bukan sekadar eksperimen teknologi, melainkan mesin pencetak devisa. Data Bank Indonesia mencatat, sejak diimplementasikan secara bertahap pada 2022 hingga Juli 2026, akumulasi transaksi warga asing (inbound) yang bertransaksi di Indonesia menggunakan QRIS mencapai 21 juta transaksi dengan nilai sebesar Rp5,90 triliun.
Di sisi lain, transaksi masyarakat Indonesia saat melancong ke luar negeri (outbound) tercatat sebanyak 4,67 juta transaksi dengan nilai Rp1,73 triliun. Angka ini mencerminkan surplus neraca pembayaran digital sebesar Rp4,17 triliun bagi Indonesia. Dominasi transaksi masuk tersebut mengindikasikan tingginya penetrasi QRIS di kalangan wisatawan mancanegara saat membelanjakan uangnya di dalam negeri.
Ekspansi konektivitas ini sejauh ini telah menghubungkan Indonesia dengan enam negara mitra strategis di kawasan, yaitu Thailand, Malaysia, Singapura, Jepang, Korea Selatan, dan China. Integrasi ini memungkinkan turis asing cukup memindai kode QRIS milik pedagang lokal menggunakan aplikasi pembayaran utama dari negara asal mereka, dan sebaliknya bagi WNI yang berada di luar negeri.
Dampak ekonomi dari ekspansi ini langsung dirasakan oleh sektor riil. Hingga Juli 2026, total merchant terdaftar dalam ekosistem QRIS telah menembus 45,46 juta. Mayoritas mutlak dari angka tersebut, yakni 96,69%, merupakan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Integrasi pembayaran lintas batas ini memangkas hambatan transaksi bagi turis asing yang ingin berbelanja langsung di lapak-lapak UMKM tanpa perlu menukar uang tunai.
Secara global, kampanye 50-in-5 dirancang untuk mendorong 50 negara merancang dan memperluas Infrastruktur Publik Digital (DPI) yang aman dan inklusif sebelum 2028. Kemenangan Indonesia di kategori Kolaborasi mengonfirmasi bahwa konsorsium yang melibatkan BI, pemerintah, Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI), serta regulator luar negeri berhasil menyusun arsitektur keuangan digital yang ideal.
Kuncinya, Efisiensi Biaya Transaksi
Riset terbaru dari Bank for International Settlements (BIS) mengenai Cross-Border Payments juga menggarisbawahi bahwa efisiensi biaya transaksi serta penyelesaian kilat (real-time settlement) merupakan kunci utama mendorong inklusi keuangan kawasan. Langkah BI menghubungkan sistem lokal tanpa merombak total regulasi domestik dinilai sebagai benchmark paling pragmatis bagi negara-negara berkembang.
"Dengan menghubungkan sistem, kita menghubungkan masyarakat dan membuka peluang melampaui batas negara," pungkasi Filianingsih. Ke depan, Bank Indonesia mengonfirmasi bakal memperluas jangkauan QRIS Antarnegara ke negara-negara mitra strategis lainnya yang memiliki arus perdagangan, pariwisata, dan mobilitas penduduk yang signifikan dengan Indonesia. ■
DIGIONARY:
● DPI (Digital Public Goods Alliance / Digital Public Infrastructure): Infrastruktur publik berbasis teknologi digital yang dirancang agar aman, inklusif, dan dapat diakses secara luas oleh masyarakat.
● Inbound Transaction: Transaksi keuangan yang masuk ke dalam negeri, dilakukan oleh pengguna atau wisatawan asing yang menggunakan sistem pembayaran luar negeri di merchant lokal.
● Interoperabilitas: Kemampuan beberapa sistem, perangkat, atau aplikasi yang berbeda untuk saling terhubung, berkomunikasi, dan bertukar data secara lancar tanpa hambatan teknis.
● Merchant: Pelaku usaha, pedagang, atau penyedia jasa yang menerima pembayaran non-tunai atas barang atau layanan yang dijual.
● Outbound Transaction: Transaksi keuangan yang dilakukan oleh warga negara domestik saat berada di luar negeri menggunakan sarana pembayaran dari negara asal.
● QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard): Standar kode QR nasional yang ditetapkan oleh Bank Indonesia untuk memfasilitasi transaksi pembayaran nirkontak di Indonesia.
● Real-time Settlement: Proses penyelesaian dan pemindahan dana transaksi keuangan yang terjadi secara instan pada saat transaksi dilakukan.