Rabu, 14 Okt 2026 DIGI-PRODUCTDigi-BankersDigi-ColumnDigi-CryptoDigi-Insights
Breaking
Beranda › Digi-News
Digi-News

Empat Tahun Berturut-Turut BRI Kokoh Jadi Merek Paling Bernilai di Indonesia Versi Brand Finance

✍️ Raras Aivani Kusumendri 🕒 13 Oct 2026
BRI kokoh sebagai merek paling bernilai di Indonesia selama 4 tahun berturut-turut dengan brand value US6,9 miliar.
BRI kokoh sebagai merek paling bernilai di Indonesia selama 4 tahun berturut-turut dengan brand value US6,9 miliar.

BRI pertahankan gelar merek paling bernilai di Indonesia versi Brand Finance 2026 dengan nilai US$6,9 miliar.

______________

DIGI-HIGHLIGHTS:

■ BRI kokoh sebagai merek paling bernilai di Indonesia selama 4 tahun berturut-turut dengan brand value US6,9 miliar.
■ Sektor perbankan mendominasi dengan porsi 45% dari total nilai 100 merek paling bernilai di Indonesia senilai US44,8 miliar.
■ BRI raih skor Sustainability Perceptions Value tertinggi di Indonesia sebesar US$328 juta berkat integrasi ESG dan inklusi keuangan.

_____________

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) kembali menegaskan dominasinya di tingkat nasional dan internasional dengan mempertahankan posisi sebagai merek paling bernilai (most valuable brand) di Indonesia selama empat tahun berturut-turut.

Berdasarkan publikasi riset Brand Finance Indonesia 100 2026 yang dirilis oleh lembaga konsultan valuasi merek global Brand Finance, BRI menduduki peringkat pertama dengan estimasi nilai merek (brand value) mencapai US$6,9 miliar.

Pencapaian ini menggarisbawahi konsistensi BRI dalam menjaga daya saing serta reputasi ekosistemnya di tengah fluktuasi ketidakpastian pasar finansial global. Posisi puncak tersebut disokong oleh kuatnya fundamental bisnis perbankan ritel, tingginya penetrasi pembiayaan mikro, konsumer, dan perumahan, serta jangkauan jaringan inklusi keuangan yang meluas hingga ke daerah pelosok.

Dalam laporan Brand Finance 2026, total nilai gabungan dari 100 merek paling bernilai di Indonesia tercatat menyentuh US$44,8 miliar. Dari jumlah tersebut, industri perbankan tampil sebagai kontributor terbesar dengan porsi mencapai 45% terhadap keseluruhan nilai merek nasional.

Corporate Secretary BRIDhanny menyampaikan bahwa penghargaan ini merupakan bentuk pengakuan atas konsistensi perseroan dalam memadukan keunggulan operasional dengan kontribusi ekonomi yang nyata bagi masyarakat.

"Mempertahankan posisi sebagai merek paling bernilai di Indonesia selama empat tahun berturut-turut merupakan pencapaian yang sangat berarti bagi BRI. Bagi kami, kekuatan sebuah merek terutama dibangun melalui kepercayaan nasabah, kualitas layanan, serta kemampuan perusahaan dalam memberikan nilai tambah secara konsisten. Pengakuan ini menjadi motivasi bagi BRI untuk terus memperkuat fundamental bisnis, meningkatkan kualitas layanan, dan memperluas kontribusi bagi perekonomian nasional," ujar Dhanny dalam keterangannya, Minggu (11/10).

Selain menguasai valuasi merek, BRI mencatatkan skor tertinggi pada aspek keberlanjutan. Brand Finance menempatkan BRI sebagai pemegang Sustainability Perceptions Value (SPV) teratas di Indonesia dengan nilai mencapai US$328 juta.
Metrik SPV mengukur sejauh mana persepsi publik terhadap komitmen lingkungan, sosial, dan tata kelola (Environmental, Social, and Governance/ESG) berkontribusi secara langsung dalam membentuk total nilai ekuitas merek perusahaan.

Bagi BRI, penerapan prinsip keberlanjutan telah ditransformasikan dari sekadar kepatuhan administrasi menjadi penggerak utama strategi bisnis jangka panjang. Komitmen tersebut dieksekusi melalui perluasan portofolio pembiayaan hijau (green financing), pemberdayaan UMKM, penetrasi inklusi keuangan, serta tata kelola perusahaan yang transparan.

"Bagi BRI, keberlanjutan bukan sekadar pemenuhan aspek kepatuhan ataupun pelaporan ESG, melainkan bagian dari strategi untuk menciptakan nilai jangka panjang. Kami meyakini bahwa pertumbuhan bisnis yang berkualitas harus berjalan seiring dengan kontribusi nyata bagi masyarakat dan lingkungan. Karena itu, penguatan inklusi keuangan, pemberdayaan UMKM, serta penerapan tata kelola yang baik akan terus menjadi prioritas BRI," tegas Dhanny.

Bank dan Valuasi Merek

Keberhasilan BRI mempertahankan posisi puncak merek bernilai di Indonesia mencerminkan beberapa dinamika fundamental industri perbankan.

Keberadaan jaringan agent banking (AgenBRILink) yang melayani transaksi keuangan hingga pelosok daerah menjadi jangkar reputasi (brand equity) BRI. Model ini tidak hanya menciptakan efisiensi transaksi, tetapi juga secara konsisten membangun loyalitas nasabah (brand stickiness) yang sulit ditandingi oleh pesaing berbasis digital murni.

Skor SPV sebesar US$328 juta mengonfirmasi bahwa kepemimpinan pada aspek ESG berdampak langsung pada penurunan tingkat risiko perseptual investor. Hal ini memberikan keunggulan bagi BRI dalam mengakses instrumen pendanaan internasional, seperti green bonds atau sustainability-linked bonds, dengan coupon rate yang lebih kompetitif.

Dominasi sektor perbankan sebesar 45% dalam daftar Brand Finance Indonesia 100 menegaskan bahwa sektor perbankan tetap menjadi pilar utama perekonomian Indonesia. Ketahanan ekosistem pembiayaan UMKM dan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) menjadi bantalan utama yang menjaga volatilitas pendapatan bunga bersih (Net Interest Income) perseroan tetap stabil. ■

____________

DIGIONARY: 

● Brand Value: Nilai finansial bersih dari suatu merek yang dihitung berdasarkan estimasi pendapatan masa depan yang dihasilkan khusus oleh reputasi dan ekuitas merek tersebut.
● Brand Finance: Lembaga konsultan independen global yang mengkhususkan diri dalam valuasi merek dan strategi ekuitas pemasaran terkemuka di dunia.
● ESG / Environmental, Social, and Governance: Standar tata kelola perusahaan yang mengintegrasikan kriteria lingkungan, sosial, dan kepatuhan hukum dalam strategi investasi.
● Inklusi Keuangan: Tingkat ketersediaan dan kemudahan akses bagi seluruh lapisan masyarakat terhadap produk serta jasa keuangan formal secara aman.
● Sustainability Perceptions Value / SPV: Ukuran kuantitatif yang menilai seberapa besar proporsi nilai merek yang didorong oleh persepsi publik terhadap komitmen keberlanjutan perusahaan.

 

DP
Deddy H. Pakpahan
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update