Gandeng Easycash via Loan Channeling, Kredit Krom Bank Melesat 50,4% Tembus Rp11,59 Triliun
Sinergi ekosistem bank digital dan fintech lending kembali menunjukkan hasil konkrit. PT Krom Bank Indonesia Tbk. (BBSI) membukukan pertumbuhan kredit 50,4% YoY mencapai Rp11,59 triliun per Agustus 2026 melalui skema loan channeling bersama Easycash.
______________
KEY FACTS:
● PT Krom Bank Indonesia Tbk. (BBSI) menjalin kemitraan loan channeling dengan PT Indonesia Fintopia Technology (Easycash).
● Kredit Krom Bank tumbuh 50,4% YoY mencapai Rp11,59 triliun per Agustus 2026 (dibandingkan Rp7,70 triliun per Agustus 2025).
● Krom Bank bertindak sebagai penyedia dana (lender), sedangkan Easycash mengelola platform dan operasional penyaluran.
● Easycash memanfaatkan kecerdasan buatan (AI), big data, dan machine learning untuk proses e-KYC dan penilaian profil risiko debitur.
● Akumulasi pendanaan Easycash sejak 2017 hingga September 2026 telah mencapai Rp103,23 triliun.
____________
PT Krom Bank Indonesia Tbk. (BBSI) terus memperkuat strategi ekspansi penyaluran kredit berbasis digital melalui kemitraan strategis dengan penyelenggara pinjaman daring (pindar), PT Indonesia Fintopia Technology atau Easycash. Lewat skema kemitraan loan channeling, perbankan digital ini mencatatkan pertumbuhan kredit sebesar 50,4% secara tahunan (year-on-year/YoY).
Berdasarkan laporan keuangan bulanan perseroan per Agustus 2026 yang dipublikasikan pada September 2026, total portofolio kredit Krom Bank mencapai Rp11,59 triliun. Angka ini melonjak signifikan dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya yang tercatat sebesar Rp7,70 triliun.
Presiden Direktur Krom Bank Indonesia, Anton Hermawan, menjelaskan bahwa kolaborasi bersama Easycash merupakan bagian integral dari langkah strategis perseroan dalam memperluas jangkauan pembiayaan melalui ekosistem teknologi finansial (fintech).
“Sebagai bank berbasis digital, kemitraan dengan Easycash merupakan bagian dari strategi Krom Bank dalam mengembangkan penyaluran kredit melalui kemitraan dengan perusahaan teknologi finansial. Kami melihat peluang untuk mengoptimalkan kapabilitas masing-masing pihak dalam memperluas jangkauan layanan pembiayaan, dengan tetap mengedepankan kualitas aset, prinsip kehati-hatian, dan pengelolaan risiko,” ujar Anton dalam keterangannya, Rabu (21/10).
Melalui skema loan channeling ini, Krom Bank bertindak sebagai penyedia fasilitas kredit (lender), sementara Easycash mendukung proses penyaluran dengan memanfaatkan infrastruktur platform digital serta kapabilitas operasionalnya. Langkah kolaboratif ini diharapkan dapat menjaga pertumbuhan kredit Krom Bank agar tetap sehat dan berkelanjutan.
Optimalisasi Teknologi AI dan Pengelolaan Risiko
Dari sisi penyelenggara pindar, kerja sama ini makin memperkuat ekosistem pembiayaan digital Easycash dalam menghubungkan perbankan dengan calon peminjam individu.
Direktur Utama Easycash, Nucky Poedjiardjo, mengungkapkan bahwa sinergi antara bank digital dan penyelenggara p2p lending memungkinkan kedua pihak mengombinasikan kekuatan masing-masing untuk melayani kebutuhan akses keuangan masyarakat.
“Melalui kerja sama dengan Krom Bank, Easycash membawa pengalaman dalam penyelenggaraan layanan pendanaan digital, termasuk pemanfaatan teknologi untuk mendukung proses verifikasi dan penilaian kelayakan calon penerima dana,” tutur Nucky.
Nucky menambahkan, Easycash memanfaatkan integrasi teknologi Artificial Intelligence (AI), big data, dan machine learning (ML) untuk memperkuat proses verifikasi identitas secara elektronik (electronic Know Your Customer/e-KYC) serta penilaian profil risiko (credit scoring) bagi calon penerima dana.
Penerapan teknologi canggih tersebut dilakukan secara ketat dengan memperhatikan standar tata kelola yang baik, keamanan data pribadi, serta aspek perlindungan konsumen. Sejak berdiri pada 2017 hingga September 2026, Easycash mencatatkan akumulasi penyaluran pendanaan yang telah menembus Rp103,23 triliun.
Skema Loan Channeling
Sinergi antara bank digital dan platform fintech lending melalui skema loan channeling terbukti menjadi mesin pertumbuhan utama bagi ekspansi kredit perbankan digital tanpa harus menanggung beban operasional pembukaan cabang fisik.
Dalam konteks industri, perbankan digital di Indonesia terus beradaptasi untuk memenuhi target efisiensi operasional, dan kolaborasi dengan platform fintech berskala besar memungkinkan bank memicu credit engine secara cepat serta menjangkau segmen underbanked yang secara historis sulit dijangkau oleh infrastruktur perbankan tradisional.
Dampaknya terlihat pada mitra yang terlibat. Krom Bank (BBSI) mempercepat pertumbuhan penyaluran dana dengan kredit yang tumbuh 50,4% dan mengoptimalkan LDR tanpa perlu meningkatkan biaya akuisisi nasabah secara langsung pada segmen ritel. Sementara itu, Easycash memperoleh kepastian pasokan likuiditas berupa institutional funding berbiaya kompetitif dari institusi perbankan resmi untuk memperkuat kapasitas penyaluran kredit.
Bagi konsumen dan industri, akses pembiayaan inklusif semakin terbuka lebar. Kehadiran verifikasi berbasis AI dan machine learning memangkas waktu proses persetujuan pinjaman dengan tetap menjaga akurasi underwriting. Namun, tantangan utama skema loan channeling terletak pada kualitas aset, khususnya Non-Performing Loan, sehingga bank harus memastikan mitigasi risiko dan model credit scoring mitra fintech selaras dengan kriteria kehati-hatian yang ditetapkan regulator. Ke depan, model kemitraan loan channeling diproyeksikan akan terus mendominasi strategi pertumbuhan perbankan digital, terutama jika dikombinasikan dengan pemanfaatan teknologi AI yang semakin presisi dalam menilai kelayakan kredit calon debitur. ■
_____________
FAQ:
Q: Apa bentuk kerja sama antara Krom Bank dan Easycash?
A: Krom Bank dan Easycash bekerja sama melalui skema loan channeling, di mana Krom Bank menyediakan fasilitas likuiditas pembiayaan dan Easycash mendukung penyalurannya memanfaatkan teknologi platform digitalnya.
Q: Berapa portofolio kredit Krom Bank per Agustus 2026?
A: Portofolio kredit Krom Bank per Agustus 2026 tercatat sebesar Rp11,59 triliun, tumbuh 50,4% secara tahunan (YoY) dibandingkan Agustus 2025 yang sebesar Rp7,70 triliun.
Q: Teknologi apa yang digunakan Easycash dalam memverifikasi debitur?
A: Easycash mengintegrasikan teknologi Artificial Intelligence (AI), big data, dan machine learning untuk mendukung verifikasi identitas elektronik (e-KYC) serta penentuan profil risiko calon peminjam.
Q: Berapa akumulasi penyaluran dana Easycash secara keseluruhan?
A: Terhitung sejak berdiri pada 2017 hingga September 2026, akumulasi pendanaan yang telah disalurkan Easycash mencapai Rp103,23 triliun. ■
