Valuasi Revolut Tembus US$115 Miliar, Siap Melantai di Bursa pada 2028
Valuasi US$115 miliar yang dicapai Revolut mengubah peta kekuatan industri keuangan global secara permanen. Ketika batas antara bank tradisional dan neobank semakin kabur, institusi yang mendominasi masa depan bukan lagi yang memiliki gedung perkantoran megah, melainkan yang mampu menyatukan likuiditas global, pengalaman pengguna yang mulus, dan kepatuhan regulasi dalam satu genggaman aplikasi seluler.
_______________
KEY FACTS:
■ Neobank Revolut merampungkan putaran pendanaan yang mengonfirmasi valuasi perusahaan mencapai US$115 miliar (€102,1 miliar).
■ Pendapatan Revolut pada tahun 2025 melonjak 46% menjadi US6,0 miliar, dengan laba sebelum pajak melesat 57% menjadi US$2,3 miliar.
■ Perusahaan meluncurkan layanan perbankan baru di Inggris, Meksiko, Australia, dan Selandia Baru, serta mengamankan lisensi di Prancis, Kolombia, dan Argentina.
■ Chief Executive Officer dan Founder Revolut, Nik Storonsky, menargetkan pelaksanaan IPO pada tahun 2028 dengan opsi dual listing di New York dan London.
___________
Raksasa neobank global asal Inggris, Revolut, resmi merampungkan putaran pendanaan baru yang mengukuhkan valuasi perusahaan di angka US$115 miliar (sekitar €102,1 miliar atau lebih Rp2.000 triliun). Pencapaian fantastis ini menandai lonjakan tajam dari nilai valuasi sebelumnya yang berada di kisaran US$75 miliar pada penjualan saham tahun lalu, sekaligus memantapkan posisi perusahaan menuju rencana penawaran umum perdana (Initial Public Offering/IPO) pada 2028.
Putaran pendanaan terbaru ini, mengutip The Irish News dipimpin oleh konsorsium investor global terkemuka, termasuk Glade Brook Capital Partners, Coatue, Durable Capital Partners, T Rowe Price Associates, dan Baillie Gifford. Dengan basis pelanggan global yang kini melampaui 80 juta pengguna—termasuk 3,4 juta di Irlandia—Revolut terus memperluas ekspansi lisensi perbankan dan operasionalnya di berbagai belahan dunia.
Ekspansi Global dan Pertumbuhan Finansial yang Masif
Sejak pertama kali diluncurkan di Inggris pada 2015, Revolut telah bertransformasi dari sekadar aplikasi penukaran mata uang digital menjadi salah satu institusi fintech paling bernilai di dunia. Pertumbuhan kinerja keuangan perusahaan tercatat sangat impresif; sepanjang 2025, pendapatan Revolut tumbuh 46% secara tahunan menjadi US6,0 miliar, sementara laba sebelum pajak melonjak 57% menyentuh angka US$2,3 miliar.
Ekspansi geografis perusahaan juga bergerak agresif sepanjang tahun ini. Revolut resmi meluncurkan operasi perbankan di pasar-pasar utama seperti Inggris, Meksiko, Australia, dan Selandia Baru, serta mengantongi lisensi perbankan resmi di Prancis, Kolombia, dan Argentina.
Chief Executive Officer (CEO) dan Founder Revolut, Nik Storonsky, menyatakan bahwa ekspansi ini didorong oleh misi perusahaan untuk memberikan akses pengelolaan keuangan yang lebih baik bagi masyarakat global.
"Setiap bank yang kami luncurkan berarti lebih banyak orang mendapatkan cara yang lebih baik untuk mengelola uang mereka," ujar Storonsky. Ia juga menegaskan komitmen perusahaan untuk melibatkan para karyawannya dalam kepemilikan saham (employee ownership), seiring langkah perusahaan mengejar target berikutnya untuk melayani 100 juta pelanggan.
Menuju Panggung Publik: Valuasi Melampaui Raksasa Tradisional
Dengan valuasi yang kini menyentuh US$115 miliar, skala kapitalisasi pasar Revolut menempatkannya di atas sejumlah emiten kelas berat indeks FTSE (FTSE heavyweights), termasuk raksasa energi BP, bank global Barclays, dan perusahaan farmasi GSK.
Storonsky secara terbuka telah menetapkan target pelaksanaan IPO pada tahun 2028. Dalam persiapan menuju lantai bursa, perusahaan tengah mengeksplorasi opsi dual listing—pencatatan saham ganda—di bursa saham New York dan London. Langkah strategis ini dinilai akan memberikan likuiditas maksimal bagi investor sekaligus menguji ketahanan model bisnis neobank murni di hadapan investor institusional publik global.
Sejarah Penting bagi Perbankan Digital
Lonjakan valuasi dan rencana IPO Revolut menjadi tonggak sejarah penting bagi industri fintech dan perbankan digital global. Keberhasilan sebuah neobank mencapai valuasi setara konglomerasi keuangan tradisional membuktikan bahwa model bisnis perbankan berbasis aplikasi digital murni tanpa kantor cabang fisik (digital-first0 kini telah mencapai tingkat kematangan yang diakui oleh pasar modal global. Bagi perbankan konvensional, fenomena ini merupakan sinyal keras bahwa persaingan dalam merebut nasabah ritel dan transaksional telah bergeser sepenuhnya ke ranah ekosistem digital lintas batas.
Menjelang target IPO pada tahun 2028, tantangan terbesar bagi Revolut adalah menjaga pertumbuhan profitabilitas di tengah pengetatan regulasi kepatuhan (compliance) dan pengawasan pencucian uang (AML) di berbagai yurisdiksi internasional yang baru mereka masuki. Perusahaan juga harus membuktikan kemampuannya dalam mengelola risiko kredit seiring ekspansi lini produk pinjaman dan produk investasi ritel di pasar global.
Valuasi US$115 miliar yang dicapai Revolut mengubah peta kekuatan industri keuangan global secara permanen. Ketika batas antara bank tradisional dan neobank semakin kabur, institusi yang mendominasi masa depan bukan lagi yang memiliki gedung perkantoran megah, melainkan yang mampu menyatukan likuiditas global, pengalaman pengguna yang mulus, dan kepatuhan regulasi dalam satu genggaman aplikasi seluler. ■
