Bank DBS Indonesia Percepat Transformasi Talenta Hadapi Era AI
PT Bank DBS Indonesia mempercepat kesiapan talenta menghadapi era kecerdasan buatan melalui platform iGrow dan iCoach. Hampir 80% karyawan telah bergabung untuk menjajaki karier dan mengidentifikasi kesenjangan kompetensi di tengah disrupsi teknologi.
_____________
KEY FACTS:
■ Hampir 80% karyawan PT Bank DBS Indonesia telah memanfaatkan platform pengembangan karier berbasis AI, iGrow dan iCoach.
■ Laporan WEF 2025 memproyeksikan terciptanya 170 juta pekerjaan baru hingga 2030 di tengah perubahan hampir 40% keterampilan kerja.
■ Grup DBS meluncurkan Career Advisory Service yang didukung lebih dari 100 Career Advisor internal di enam pasar utama.
■ DBS menjalin kemitraan strategis dengan Institute of Banking and Finance Singapore (IBF) untuk memperkuat kompetensi AI sektor keuangan.
■ DBS dianugerahi gelar World’s Best AI Bank 2025 oleh Global Finance berkat keunggulan inovasi kecerdasan buatan.
___________
PT Bank DBS Indonesia mengambil langkah progresif dalam memperkuat kesiapan karyawannya menghadapi perubahan dunia kerja akibat disrupsi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence / AI). Transformasi ini didorong melalui pemanfaatan perangkat pengembangan karier berbasis AI, yakni iGrow dan iCoach, pembelajaran GenAI praktis, serta dialog karier bersama atasan.
Sejak diluncurkan, inisiatif tersebut mendapat sambutan luar biasa dari internal perusahaan. Tercatat hampir 80% karyawan PT Bank DBS Indonesia telah bergabung di platform iGrow untuk menjajaki pilihan karier, mengidentifikasi kesenjangan kompetensi, serta menemukan peluang pengembangan yang relevan. Sementara itu, platform iCoach hadir untuk memberikan coaching personal sesuai kebutuhan guna mendukung perencanaan dan pengembangan jalur karier jangka panjang.
Transformasi Mindset dan Pengalaman Kultural Melalui Live Fulfilled Festival
Komitmen bank dalam membangun tenaga kerja yang adaptif juga diwujudkan melalui perhelatan Live Fulfilled Festival. Dalam acara tersebut, para karyawan secara langsung menjajal perangkat AI praktis serta mengikuti program pengembangan keterampilan, karier, dan kesejahteraan melalui pendekatan interaktif 5E: Excite, Enable, Educate, Empower, dan Embed.
Director of Human Resources PT Bank DBS Indonesia, Aries NP Sunu, menegaskan bahwa transformasi AI di tubuh perusahaan bukan sekadar adopsi teknologi semata, melainkan pergeseran pola pikir (mindset) dalam bekerja dan menciptakan nilai tambah.
"Prioritas kami adalah memastikan karyawan tidak hanya mampu beradaptasi dengan perubahan, tetapi juga memiliki keterampilan, kepercayaan diri, dan perangkat yang tepat untuk berkembang bersama teknologi," ujar Aries.
Melalui pemanfaatan iGrow, iCoach, serta program pembelajaran praktis, karyawan didorong untuk mengintegrasikan AI ke dalam pekerjaan harian guna meredam aktivitas repetitif, menggenjot produktivitas, serta memperluas ruang bagi kreativitas, kolaborasi, dan penilaian manusia.
Pergeseran Peta Tenaga Kerja Global dan Respon Strategis DBS
Transformasi yang dilakukan PT Bank DBS Indonesia sejalan dengan proyeksi global. Berdasarkan laporan The Future of Jobs Report 2025 dari World Economic Forum (WEF), sebanyak 170 juta pekerjaan baru diproyeksikan tercipta dan 92 juta pekerjaan terdampak hingga tahun 2030, menghasilkan peningkatan bersih 78 juta pekerjaan. Kendati demikian, WEF mencatat bahwa hampir 40% keterampilan yang dibutuhkan dalam pekerjaan akan mengalami perubahan, menjadikan langkah upskilling, reskilling, dan mobilitas talenta sebagai keharusan mutlak.
Di tingkat regional, Grup DBS memperkuat komitmen ini dengan meluncurkan Layanan Penasihat Karier (Career Advisory Service) yang memadukan teknologi iGrow dan iCoach dengan pendampingan personal dari lebih dari 100 Career Advisor internal di enam pasar utama. Selain itu, DBS juga menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan Institute of Banking and Finance Singapore (IBF) untuk meningkatkan, mengembangkan, dan membangun kompetensi tenaga kerja sektor jasa keuangan menghadapi era AI melalui pilar Uplift, Upskill, dan Upbuild.
Berkat konsistensi dan inovasi dalam integrasi teknologi, reputasi DBS di kancah global semakin kokoh. DBS dinobatkan sebagai World’s Best AI Bank 2025 dalam ajang AI in Finance Awards 2025 oleh Global Finance, serta meraih predikat World’s Best Bank for AI in Finance – Corporate selama dua tahun berturut-turut dan penghargaan Best AI in Fraud Detection/Prevention – Corporate/Institutional AI Bank.
Berita ini penting karena menunjukkan bagaimana institusi perbankan besar secara proaktif mempersiapkan sumber daya manusianya dalam menghadapi gelombang disrupsi kecerdasan buatan agar tidak tertinggal. Dalam konteks industri, sektor perbankan global saat ini sedang mengalami pergeseran struktural, di mana otomatisasi AI menuntut transformasi fungsi sumber daya manusia dari pelatihan yang bersifat reaktif menuju ekosistem pengembangan karier yang proaktif.
Bagi bank dan perusahaan, langkah ini berdampak langsung pada peningkatan efisiensi operasional, produktivitas karyawan, serta retensi talenta melalui pemanfaatan perangkat AI internal seperti iGrow dan iCoach. Sementara itu, bagi konsumen, transformasi ini menghadirkan layanan perbankan yang lebih cepat, akurat, dan inovatif karena staf bank dapat memfokuskan energi mereka pada penanganan kebutuhan nasabah yang bernilai tinggi.
Di tingkat industri, inisiatif tersebut berpotensi menjadi benchmark bagi perbankan nasional dalam mengimplementasikan prinsip inklusif (no one left behind) di tengah transisi teknologi digital. Kendati demikian, tantangan utama yang harus dihadapi terletak pada kecepatan adaptasi karyawan terhadap budaya belajar mandiri serta upaya memitigasi kesenjangan digital di internal organisasi. Ke depan, langkah yang kemungkinan besar akan terjadi adalah perluasan kolaborasi lintas industri dan institusi pendidikan guna memperkuat ekosistem upskilling bagi talenta muda di sektor keuangan digital. ■
