Runtuhnya Bank Digital Ueno: 3 Juta Nasabah Terdampak, Parlemen Paraguay Sidangkan Pemakzulan
Krisis kolapsnya Ueno Bank di Paraguay merembet ke ranah politik tingkat tinggi setelah kubu oposisi secara resmi mengajukan mosi pemakzulan terhadap Presiden Santiago Peña. Langkah darurat ini dipicu oleh kemarahan publik akibat pembekuan dana 3 juta nasabah dan dugaan konflik kepentingan.
_____________
KEY FACTS:
■ Oposisi Paraguay resmi mengajukan mosi pemakzulan terhadap Presiden Santiago Peña di majelis rendah. Pengajuan pemakzulan dipicu oleh krisis Ueno Bank yang membekukan dana sekitar 3 juta nasabah.
■ Presiden Santiago Peña sebelumnya memiliki kaitan kepemilikan saham di Grupo Vazquez (pengendali Ueno Bank) hingga Maret 2025.
■ Kepala Bank Sentral Carlos Carvallo mengundurkan diri, dan delapan eksekutif Ueno Bank menghadapi surat perintah penangkapan serta pembekuan aset. Pemerintah memberlakukan undang-undang darurat untuk mencairkan dana jaminan nasabah dalam waktu lima hari.
____________
Krisis perbankan sistemik yang melanda Paraguay akibat kolapsnya Ueno Bank kini bergeser menjadi krisis politik nasional. Kubu oposisi di parlemen secara resmi melancarkan mosi pemakzulan (impeachment) terhadap Presiden Republik Paraguay Santiago Peña, menyusul gelombang protes massal dari jutaan nasabah yang kehilangan akses terhadap simpanan mereka.
Sebanyak 35 anggota parlemen dari kubu oposisi mengajukan draf pemakzulan tersebut di majelis rendah yang beranggotakan 80 orang pada Rabu (4/11). Mereka menuding Presiden Santiago Peña melakukan pelanggaran serius, konflik kepentingan, serta dugaan penyimpangan dalam penanganan kebangkrutan lembaga pembiayaan digital tersebut. Langkah politik ini langsung memicu perdebatan panas di tingkat legislatif di tengah ketidakpastian ekonomi yang mendera publik Paraguay.
Akar Konflik: Keterkaitan Politik dan Kolapsnya Solvabilitas
Kontroversi politik ini berpusat pada rekam jejak hubungan Presiden Santiago Peña dengan Grupo Vazquez, kelompok usaha yang mengendalikan Ueno Bank. Peña, seorang ekonom konservatif yang mulai menjabat sebagai presiden pada 2023, tercatat memegang saham di kelompok bisnis tersebut hingga bulan Maret 2025.
Kritik tajam dari para legislator oposisi mengarah pada dugaan penyalahgunaan dana pensiun negara, lemahnya tata kelola pengawasan, serta upaya menutupi kegagalan struktural bank. Rocio Vallejo, salah satu anggota parlemen dari kubu oposisi, melontarkan kritik keras dalam sidang kongres: “Belum pernah ada orang yang merugikan 3 juta orang dalam satu hari di Republik Paraguay, dan Anda berhasil melakukannya, Tuan Presiden.”
Krisis ini bermula ketika Bank Sentral Paraguay mengambil alih kendali Ueno Bank setelah lembaga tersebut gagal memenuhi rasio solvabilitas minimum akibat kekurangan modal yang parah. Dengan basis sekitar 3 juta nasabah—yang mencakup hampir separuh dari total populasi Paraguay yang berjumlah 6,5 juta jiwa—serta pengelolaan dana publik mendekati US$850 juta, pengambilalihan ini langsung memicu kepanikan massal dan aksi unjuk rasa di depan kantor-kantor cabang bank di ibu kota Asuncion.
Langkah Penanganan Pemerintah dan Sanksi Hukum
Di tengah tekanan politik yang memuncak, pemerintahan Presiden Santiago Peña berupaya meredam kemarahan publik dengan memastikan bahwa sistem keuangan nasional secara keseluruhan tetap stabil. Peña telah mengesahkan undang-undang khusus yang memungkinkan para deposan mengakses dana jaminan, dengan estimasi pencairan dalam kurun waktu lima hari.
Dampak dari krisis ini juga merontokkan jajaran petinggi moneter. Kepala Bank Sentral Paraguay, Carlos Carvallo, terpaksa mengundurkan diri dari jabatannya. Tidak hanya itu, aparat penegak hukum telah menerbitkan surat perintah penangkapan bagi delapan eksekutif Ueno Bank serta membekukan seluruh aset mereka seiring perluasan investigasi kriminal. Asosiasi Perbankan Paraguay melaporkan bahwa perbankan umum lainnya saat ini tengah menangani lonjakan perpindahan rekening dari nasabah eks-Ueno, sementara sistem kliring nasional diklaim masih beroperasi secara normal.
Bermutasi Menjadi Krisis Politik
Kasus kolapsnya Ueno Bank di Paraguay menegaskan bagaimana kegagalan operasional di sektor perbankan digital dapat dengan cepat bermutasi menjadi krisis politik nasional yang mengguncang posisi kepala negara. Dalam konteks industri keuangan global, insiden ini menyoroti bagaimana hubungan erat antara regulator moneter, institusi perbankan digital swasta, dan kelompok bisnis pemegang kekuasaan kerap memicu kerentanan tata kelola yang serius di negara berkembang.
Bagi perusahaan dan industri perbankan secara luas, peristiwa ini menuntut bank digital komersial untuk memperketat transparansi kepemilikan serta mematuhi batas minimum solvabilitas secara ketat tanpa intervensi politik. Lebih lanjut, krisis ini memicu perketatan pengawasan lintas lembaga terhadap kepemilikan saham pejabat publik di institusi keuangan, sekaligus menimbulkan trauma psikologis dan krisis kepercayaan publik yang mendalam terhadap keamanan simpanan di lembaga perbankan non-konvensional.
Kendati demikian, tantangan terbesar yang dihadapi saat ini adalah risiko instabilitas politik yang berkepanjangan jika mosi pemakzulan terhadap Presiden Santiago Peña disetujui oleh parlemen, beriringan dengan potensi lumpuhnya likuiditas publik. Sebagai langkah kelanjutan, pergerakan situasi selanjutnya akan sangat bergantung pada hasil pemungutan suara di majelis rendah dan senat Paraguay, serta proses hukum yang menjerat para eksekutif Ueno Bank. ■
