Sabtu, 24 Okt 2026 DIGI-PRODUCTDigi-BankersDigi-ColumnDigi-CryptoDigi-Insights
Breaking
Beranda › Digi-Regulations
Digi-Regulations

Singapura, Malaysia, dan Thailand Sepakati Standar Uang Digital Lintas Negara

✍️ Baskara Zivandaru Pranaja 🕒 24 Oct 2026
Singapura, Malaysia, dan Thailand Sepakati Standar Uang Digital Lintas Negara

Bank sentral Singapura, Malaysia, dan Thailand berkolaborasi melalui inisiatif BLOOM untuk merumuskan pendekatan bersama dalam penggunaan uang digital lintas negara.

________________

FACTS:

● Otoritas Moneter Singapura (MAS), Bank Negara Malaysia (BNM), dan Bank of Thailand (BOT) bekerja sama mengembangkan pendekatan bersama penggunaan uang digital lintas negara.

● Kerja sama ini diselenggarakan di bawah inisiatif BLOOM (Borderless, Liquid, Open, Online, Multi-currency).

● Inisiatif ini melibatkan pembuat kebijakan, lembaga keuangan, jaringan pembayaran, dan penyedia teknologi.

● Fokus pengembangan mencakup penerimaan & penyelesaian lintas negara, interoperabilitas skema uang digital, serta kontrol terprogram (programmable controls).

_____________

Bank sentral Singapura, Malaysia, dan Thailand bersepakat untuk bekerja sama dengan para pelaku industri keuangan di wilayah masing-masing guna mengembangkan pendekatan bersama (common approaches) bagi penggunaan uang digital lintas negara (cross-border digital money). Berdasarkan pengumuman resmi Otoritas Moneter Singapura (Monetary Authority of Singapore/MAS) pada Jumat (23/10), kolaborasi ini dijalankan di bawah naungan inisiatif BLOOM guna mendorong integrasi dan efisiensi sistem pembayaran digital kawasan ASEAN.

Otoritas Moneter Singapura (MAS) menjelaskan bahwa pendekatan bersama yang tengah dirumuskan mencakup kerangka kerja mengenai bagaimana berbagai bentuk uang digital dapat diterima (accepted), ditukarkan (exchanged), serta diselesaikan (settled) secara lintas lembaga, jaringan, hingga lintas yurisdiksi negara.

Kerja sama regional ini digawangi melalui inisiatif bertajuk BLOOM, yang merupakan akronim dari Borderless, Liquid, Open, Online, Multi-currency. Bank Negara Malaysia (BNM) dan Bank of Thailand (BOT) telah secara resmi bergabung dalam inisiatif tersebut sebagai anggota pembuat kebijakan (policymaker members) mendampingi MAS.

Inisiatif BLOOM dirancang untuk mempertemukan para pembuat kebijakan, lembaga keuangan, jaringan pembayaran (payment networks), serta penyedia teknologi untuk mempercepat adopsi uang digital dalam berbagai aktivitas keuangan lintas negara.

Dalam pelaksanaannya, para partisipan inisiatif BLOOM akan berfokus pada tiga area utama pengembangan:

● Penerimaan dan Penyelesaian Lintas Yurisdiksi: Memastikan transparansi serta kemudahan mekanisme acceptance and settlement aset digital antarnegara.

● Interoperabilitas Skema Uang Digital: Membangun daya saling hubung (interoperability) di antara berbagai arsitektur dan skema uang digital yang ada.

● Kontrol Terprogram (Programmable Controls): Menerapkan mekanisme pengawasan dan otomatisasi berbasis pemrograman untuk menjamin keamanan serta kepatuhan regulasi.

Langkah bersama ini diproyeksikan menjadi pondasi penting dalam memperkuat konektivitas pembayaran digital di kawasan Asia Tenggara, sejalan dengan integrasi ekonomi kawasan yang kian terdigitalisasi.

Babak Baru Sistem Pembayaran di ASEAN

Inisiatif BLOOM yang digagas MAS bersama Bank Negara Malaysia dan Bank of Thailand menandai babak baru dalam transformasi arsitektur sistem pembayaran di kawasan ASEAN. Setelah sukses menginterkoneksikan sistem pembayaran instan berbasis kode QR (seperti QRIS di Indonesia, PayNow di Singapura, DuitNow di Malaysia, dan PromptPay di Thailand), melangkah ke tahap cross-border digital money merupakan evolusi logis untuk mencapai efisiensi transaksi yang lebih dalam (deep settlement integration).

Penggunaan uang digital terprogram (programmable digital money), baik dalam bentuk mata uang digital bank sentral (Central Bank Digital Currency/CBDC) maupun stablecoin komersial yang teratur, berpotensi memangkas biaya koresponden perbankan (correspondent banking fees), mempercepat waktu penyelesaian transaksi dari hitungan hari menjadi hitungan detik (instant settlement), serta menekan risiko kerugian nilai tukar mata uang.

Bagi ekosistem perbankan digital dan industri fintech di kawasan regional, penyamaan standar interoperabilitas ini memberikan kepastian regulasi (regulatory certainty). Lembaga keuangan tidak perlu membangun infrastruktur proprietary yang terisolasi, melainkan dapat mengadopsi standar terbuka (open standards) yang disepakati oleh para pembuat kebijakan.

Tantangan terbesar dari implementasi inisiatif BLOOM terletak pada penyelarasan regulasi Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU), Pencegahan Pendanaan Terorisme (PPT), kepatuhan data privasi lintas batas (cross-border data flow), serta kedaulatan moneter masing-masing negara anggota. Ke depan, keterlibatan bank sentral utama lainnya di kawasan—termasuk Bank Indonesia—akan sangat menentukan seberapa luas jangkauan ekosistem uang digital ini di seluruh Asia Tenggara.

Kerja sama tiga bank sentral ini mendorong perbankan umum, penyedia dompet digital, dan jaringan pembayaran internasional untuk segera menyesuaikan arsitektur teknologi keuangan mereka. Industri dituntut untuk siap mengadopsi standar API terbuka dan protokol programmable money agar dapat terhubung dengan ekosistem settlement lintas negara yang lebih efisien dan murah.

Bagi pelaku bisnis ekspor-impor, UMKM, dan konsumen di kawasan ASEAN, penyelarasan uang digital ini akan menurunkan biaya transaksi perdagangan antarnegara secara signifikan. Proses pembayaran barang dan jasa lintas batas dapat berjalan secara real-time tanpa perlu melalui alur konversi mata uang berbasis bank koresponden yang mahal dan rumit. ■

_____________

FAQ:

Q: Apa itu inisiatif BLOOM yang diumumkan oleh MAS?
A: BLOOM (Borderless, Liquid, Open, Online, Multi-currency) adalah inisiatif kolaboratif yang melibatkan pembuat kebijakan, lembaga keuangan, dan penyedia teknologi untuk mengembangkan pendekatan bersama dalam penggunaan uang digital lintas negara.

Q: Bank sentral negara mana saja yang telah bergabung dalam inisiatif BLOOM?
A: Inisiatif ini digawangi oleh Otoritas Moneter Singapura (MAS) bersama Bank Negara Malaysia (BNM) dan Bank of Thailand (BOT) sebagai anggota pembuat kebijakan.

Q: Apa saja tiga fokus utama pengembangan dalam inisiatif BLOOM?
A: Tiga fokus utamanya adalah penerimaan dan penyelesaian lintas yurisdiksi, interoperabilitas antar-skema uang digital, serta penerapan kontrol terprogram (programmable controls).

Q: Kapan pengumuman resmi mengenai kerja sama uang digital ini dirilis?
A: Pernyataan resmi dirilis oleh Otoritas Moneter Singapura (MAS) pada Jumat, 23 Oktober 2026. ■

DP
Deddy H. Pakpahan
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update