Sabtu, 24 Okt 2026 DIGI-PRODUCTDigi-BankersDigi-ColumnDigi-CryptoDigi-Insights
Breaking
Beranda › Digi-Sharia
Digi-Sharia

BTPN Syariah Bukukan Laba Rp1,01 Triliun hingga Kuartal III-2026, Aset Rp24 Triliun

✍️ Raras Aivani Kusumendri 🕒 24 Oct 2026
BTPN Syariah Bukukan Laba Rp1,01 Triliun dan Aset Rp24 Triliun di Q3 2026
BTPN Syariah Bukukan Laba Rp1,01 Triliun dan Aset Rp24 Triliun di Q3 2026

PT Bank BTPN Syariah Tbk (BTPS) mencatatkan laba bersih Rp1,01 triliun dan pertumbuhan aset 8% secara tahunan menjadi Rp24 triliun hingga kuartal III/2026, ditopang perbaikan kualitas pembiayaan.

_____________

KEY FACTS:

■ PT Bank BTPN Syariah Tbk (BTPS) mencatatkan laba bersih Rp1,01 triliun hingga kuartal III/2026.
● Total aset perseroan tumbuh 8% secara tahunan (year-on-year) mencapai Rp24 triliun.
● Realisasi penyaluran pembiayaan tumbuh 13% (YoY) menjadi Rp11 triliun didorong perbaikan kualitas pembiayaan.
● Kinerja keuangan didukung rasio Return on Asset (RoA) di level 7,3% dan Capital Adequacy Ratio (CAR) yang kuat di angka 59%.

_____________

PT Bank BTPN Syariah Tbk (BTPS) membukukan laba bersih sebesar Rp1,01 triliun hingga periode kuartal III/2026. Pertumbuhan laba ini didukung oleh pembiayaan yang semakin sehat berkat perbaikan kualitas serta efektivitas model bisnis pendampingan yang konsisten diterapkan perseroan dalam melayani masyarakat inklusi.

Berdasarkan laporan keuangan perseroan, selain mencatatkan laba bersih Rp1,01 triliun, BTPN Syariah juga menghimpun total aset sebesar Rp24 triliun pada kuartal III/2026, atau mengalami pertumbuhan sebesar 8% secara tahunan (year-on-year/YoY) jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.

Sementara itu, realisasi penyaluran pembiayaan tercatat mencapai Rp11 triliun, atau tumbuh sebesar 13% (YoY). Kinerja intermediasi yang solid ini turut tercermin dari rasio keuangan yang kuat, di mana Return on Asset (RoA) berada di level 7,3% dan Capital Adequacy Ratio (CAR) tercatat sangat kuat di angka 59%.

Direktur BTPN Syariah, Fachmy Achmad, menjelaskan bahwa pencapaian tersebut merupakan hasil dari konsistensi bank dalam menjaga kualitas pembiayaan, menerapkan manajemen risiko yang disiplin, serta memberdayakan nasabah secara berkelanjutan.

"Pertumbuhan laba yang kami raih tidak terlepas dari kualitas pembiayaan yang semakin sehat. Hal ini mencerminkan semakin kuatnya disiplin dan kapasitas nasabah dalam menjalankan usaha, sekaligus menunjukkan efektivitas pendekatan pendampingan yang menjadi bagian dari model bisnis BTPN Syariah," ujar Fachmy, Sabtu (24/10).

Sebagai satu-satunya bank syariah yang berfokus pada pendampingan masyarakat inklusi—khususnya perempuan produktif di segmen mass market—perseroan berkomitmen untuk terus memperluas akses pembelajaran, meningkatkan literasi keuangan, serta memperkuat kapasitas usaha nasabah melalui kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan.

Sebagai bentuk apresiasi terhadap kedisiplinan nasabah, BTPN Syariah secara konsisten menjalankan program tahunan seperti "Umrah Satu Pesawat". Program ini memberikan kesempatan bagi nasabah inspiratif yang secara rutin menghadiri Pertemuan Rutin Sentra (PRS), membayar tepat waktu, dan aktif menabung untuk menunaikan ibadah umrah bersama pada November mendatang.

Dari sisi ekspansi bisnis, BTPN Syariah memperluas akses pembiayaan individu melalui produk Tepat Imbang serta memperkuat sinergi pembiayaan dengan lembaga keuangan non-bank. Di sisi pendanaan (funding), bank menyediakan berbagai instrumen investasi syariah, termasuk Sukuk Ritel Seri SR025 dan inovasi Cash Waqf Linked Deposit (CWLD) yang mengintegrasikan manfaat ekonomi dan sosial berkelanjutan.

Ketahanan Model Bisnis

Kinerja keuangan BTPN Syariah hingga kuartal III/2026 membuktikan ketahanan model bisnis pembiayaan mikro berbasis pemberdayaan sosial (social impact financing). Di tengah dinamika makroekonomi yang menantang, kemampuan perseroan menjaga RoA di level tinggi (7,3%) dan permodalan yang sangat tebal (CAR 59%) mengindikasikan bahwa disiplin pengelolaan risiko di segmen prasejahtera dan mass market dapat berjalan beriringan dengan profitabilitas yang sehat.

Model bisnis BTPN Syariah tidak hanya bertumpu pada penyaluran pinjaman konvensional, melainkan mengintegrasikan pendampingan intensif melalui Pertemuan Rutin Sentra (PRS). Pendekatan ini berhasil menekan rasio kredit bermasalah sekaligus membangun kapasitas kewirausahaan kaum perempuan di akar rumput.

Bagi industri perbankan syariah nasional, konsistensi BTPN Syariah menjadi tolok ukur (benchmark) bagaimana melayani segmen inklusi secara berkelanjutan. Ke depan, tantangan terbesar bagi bank segmen mikro adalah menjaga efisiensi operasional di tengah fluktuasi biaya dana (cost of fund) serta mengoptimalkan diversifikasi produk pendanaan melalui instrumen sukuk dan wakaf tunai.

Kinerja positif BTPN Syariah memperkuat keyakinan industri perbankan bahwa segmen pembiayaan inklusif dan perempuan prasejahtera memiliki prospek pertumbuhan yang sangat menjanjikan apabila dikelola dengan pendekatan pendampingan yang tepat. Industri perbankan syariah terdorong untuk memperkuat model pembiayaan berbasis komunitas dan memperluas basis pendanaan hijau serta sosial melalui instrumen sukuk ritel dan wakaf produktif.

Bagi pelaku usaha ultra mikro dan perempuan produktif di segmen mass market, keberlanjutan dukungan BTPN Syariah memberikan kepastian akses modal usaha yang dibarengi dengan pendampingan manajemen keuangan. Sementara bagi investor dan nasabah penyimpan dana, likuiditas yang kuat dan permodalan yang tebal (CAR 59%) mencerminkan tingkat keamanan yang tinggi dalam menempatkan instrumen investasi syariah di bank ini. ■

_____________

FAQ:

Q: Berapa laba bersih yang dibukukan BTPN Syariah hingga kuartal III/2026?
A: BTPN Syariah mencatatkan laba bersih sebesar Rp1,01 triliun hingga kuartal III/2026.

Q: Berapa total aset dan realisasi pembiayaan BTPN Syariah pada periode tersebut?
A: Total aset tercatat sebesar Rp24 triliun (tumbuh 8% YoY) dan realisasi pembiayaan mencapai Rp11 triliun (tumbuh 13% YoY).

Q: Berapa rasio RoA dan CAR BTPN Syariah per kuartal III/2026?
A: Rasio Return on Asset (RoA) tercatat sebesar 7,3% dan Capital Adequacy Ratio (CAR) berada di level yang sangat kuat sebesar 59%.

Q: Apa fokus utama model bisnis BTPN Syariah dalam menyalurkan pembiayaan?
A: BTPN Syariah berfokus pada pendampingan masyarakat inklusi, khususnya perempuan produktif di segmen mass market, melalui Pertemuan Rutin Sentra (PRS).

 

 

 

DP
Deddy H. Pakpahan
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update