Sabtu, 24 Okt 2026 DIGI-PRODUCTDigi-BankersDigi-ColumnDigi-CryptoDigi-Insights
Breaking
Beranda › Digi-News
Digi-News

Perkuat Kapabilitas Digital, AUM Wealth Management OCBC Tembus Rp374 Triliun

✍️ Nareswara Cakra Kusuma 🕒 24 Oct 2026
PT Bank OCBC NISP Tbk (OCBC) mencatatkan kinerja solid pada lini bisnis wealth management dengan pertumbuhan Asset Under Management (AUM) sebesar 13% YoY mencapai Rp374 triliun per Juni 2026.
PT Bank OCBC NISP Tbk (OCBC) mencatatkan kinerja solid pada lini bisnis wealth management dengan pertumbuhan Asset Under Management (AUM) sebesar 13% YoY mencapai Rp374 triliun per Juni 2026.

PT Bank OCBC NISP Tbk (OCBC) membukukan pertumbuhan Asset Under Management (AUM) wealth management sebesar 13% YoY hingga Rp374 triliun per Juni 2026 melalui strategi digital, personal, dan inklusif.

___________

KEY FACTS:

● Total Asset Under Management (AUM) wealth management OCBC tumbuh 13% (YoY) mencapai Rp374 triliun per Juni 2026.
● OCBC menerapkan strategi pengembangan wealth management berbasis tiga pilar: digital, personal, dan inklusif.
● Fasilitas investasi diakses via OCBC Mobile melalui fitur Wealth Discovery, For Your Investment (FYI), Wealth Report, dan Wealth Insight.
● Layanan dihadirkan lintas segmen mulai dari Nyala, Premier, hingga Private Banking dengan pendekatan gabungan teknologi dan human touch.

___________

PT Bank OCBC NISP Tbk (OCBC) mencatatkan pertumbuhan total Asset Under Management (AUM) pada lini bisnis wealth management sebesar 13% secara tahunan (year-on-year/YoY) hingga mencapai sekitar Rp374 triliun per Juni 2026. Berdasarkan rilis resmi perseroan yang diterima DIGITALBANK.ID pada Jumat (23/10), pencapaian ini didorong oleh strategi penguatan kapabilitas wealth management yang memadukan keahlian advisory personal, inovasi digital, serta perluasan solusi investasi yang inklusif untuk berbagai segmen nasabah.

Presiden Direktur OCBC, Parwati Surjaudaja, mengungkapkan bahwa pergeseran kebutuhan masyarakat menunjukkan bahwa nasabah kini tidak lagi sekadar mencari variasi produk investasi. Nasabah membutuhkan pemahaman kondisi finansial yang komprehensif, akses terhadap berbagai solusi keuangan, serta pendampingan yang selaras dengan tujuan, profil risiko, dan tahapan kehidupan masing-masing.

"Bagi OCBC, wealth management bukan sekadar tentang menyediakan beragam produk investasi, tetapi tentang memahami setiap nasabah secara lebih menyeluruh, termasuk kebutuhan, aspirasi, serta profil dan tujuan finansialnya. Karena itu, kami ingin mengambil peran dalam membantu nasabah menemukan solusi yang paling relevan untuk mencapai tujuan mereka, membangun dan mengembangkan kekayaan secara berkelanjutan, serta memberikan rasa percaya diri dalam setiap keputusan finansial yang mereka ambil," ujar Parwati Surjaudaja.

Dalam memperkuat pengalaman nasabah, OCBC memfokuskan pengembangan layanan wealth management pada tiga pilar utama: digital, personal, dan inklusif.

Pada aspek digital, perseroan memperluas kemudahan akses berbagai produk investasi dan perlindungan—seperti reksa dana, obligasi, bancassurance, hingga tabungan emas—melalui aplikasi OCBC Mobile. Dalam platform tersebut, nasabah dapat memanfaatkan fitur Wealth Discovery untuk mengenali profil risiko, kondisi keuangan, dan strategi alokasi aset secara mandiri.

Meski demikian, OCBC menekankan pentingnya keseimbangan antara teknologi dan human touch dalam fungsi advisory. Pendampingan langsung dari profesional perbankan dipadukan dengan layanan digital agar nasabah memperoleh analisis yang mendalam serta relevan dengan kebutuhan mereka.

Pada aspek personalisasi, OCBC memperkenalkan fitur For Your Investment (FYI) di OCBC Mobile pada tahun 2026 untuk membantu nasabah memilih instrumen investasi berbasis profil risiko. Fitur ini didukung oleh Wealth Report dan Wealth Insight untuk menyajikan perspektif keuangan yang adaptif.

Sementara dari sisi inklusivitas, OCBC menegaskan bahwa wealth management bukan lagi layanan eksklusif segmen atas, melainkan bagian dari perjalanan finansial jangka panjang seluruh individu. Layanan ini dihadirkan secara bertingkat mulai dari segmen Nyala, Premier, hingga Private Banking.

Atas kinerja dan tata kelola wealth management tersebut, OCBC meraih sejumlah penghargaan internasional sepanjang 2026, antara lain Best Wealth Management Bank (Affluent Banking) in Indonesia dari The Asian Banker, Indonesia’s Best for Succession Planning dari Euromoney Private Banking Award, serta Best Private Bank Indonesia dari Global Banking and Finance Review Awards.

Tren Positif Wealthtech

Pertumbuhan AUM wealth management OCBC sebesar 13% YoY menjadi Rp374 triliun merefleksikan tren positif pada industri wealthtech dan perbankan konsumen di Indonesia. Di tengah dinamika pasar keuangan dan fluktuasi suku bunga, segmen nasabah affluent maupun penikmat layanan wealth ritel cenderung mencari institusi perbankan yang menawarkan kepastian transparansi, fleksibilitas alokasi aset, serta diversifikasi instrumen terintegrasi.

Langkah OCBC yang mengombinasikan digital onboarding melalui OCBC Mobile dengan sentuhan advisory manusia (phygital model) merupakan strategi diferensiasi yang krusial. Dalam industri wealth management, keputusan investasi berisiko sedang hingga tinggi memerlukan faktor tingkat kepercayaan (trust) yang sulit digantikan sepenuhnya oleh algoritma murni.

Model pendampingan hibrida ini juga menjadi pendorong utama bagi demokratisasi wealth management di Indonesia. Dengan menurunkan hambatan masuk (barrier to entry) melalui segmen Nyala hingga ke Private Banking, OCBC berhasil memperluas basis dana pihak ketiga (DPK) dan pendapatan berbasis komisi (fee-based income) secara berkelanjutan.

Tantangan utama yang dihadapi oleh industri ini ke depan terletak pada efektivitas edukasi literasi keuangan digital, proteksi data pribadi nasabah, serta kemampuan analisis risiko investasi yang adaptif terhadap gejolak ekonomi makro global. Ke depan, integrasi kecerdasan buatan (AI advisory) yang dipadukan dengan kepatuhan regulasi diperkirakan akan menjadi ajang persaingan baru bagi bank umum pengelola wealth management.

Pencapaian OCBC ini mendorong percepatan transformasi wealthtech di industri perbankan nasional. Bank-bank umum terdorong untuk tidak lagi menjual produk investasi secara parsial, melainkan menyediakan ekosistem wealth advisory holistik berbasis aplikasi mobile. Kompetisi di sektor ini akan semakin berpusat pada kedalaman analitik data nasabah, personalisasi portofolio, serta efisiensi biaya transaksi investasi bagi nasabah ritel dan affluent.

Bagi masyarakat dan konsumen perbankan, perluasan solusi wealth management hingga ke segmen masif (seperti layanan Nyala) memberikan kemudahan untuk mulai membangun dan mengelola portofolio investasi sejak dini. Konsumen mendapatkan transparansi laporan alokasi aset yang lebih transparan dan mudah diakses kapan saja, sembari tetap memperoleh jaminan pendampingan dari penasihat keuangan profesional ketika mengeksekusi instrumen investasi yang lebih kompleks. ■

__________

FAQ:

Q: Berapa nilai Asset Under Management (AUM) wealth management OCBC hingga Juni 2026?
A: Total Asset Under Management (AUM) wealth management OCBC hingga Juni 2026 tercatat mencapai sekitar Rp374 triliun, tumbuh 13% secara tahunan (year-on-year).

Q: Fitur digital apa saja yang disediakan OCBC untuk mendukung investasi nasabah?
A: OCBC menyediakan berbagai fitur di aplikasi OCBC Mobile, antara lain Wealth Discovery, For Your Investment (FYI), Wealth Report, dan Wealth Insight untuk membantu pemilihan instrumen reksa dana, obligasi, bancassurance, hingga tabungan emas.

 

Q: Segmen nasabah mana saja yang dapat mengakses solusi wealth management di OCBC?
A: Layanan wealth management OCBC dihadirkan secara inklusif mulai dari segmen Nyala, segmen Premier, hingga Private Banking.

 

Q: Penghargaan internasional apa saja yang diraih bisnis wealth management OCBC pada tahun 2026?
A: OCBC meraihh Best Wealth Management Bank (Affluent Banking) in Indonesia dari The Asian Banker, Indonesia’s Best for Succession Planning dari Euromoney Private Banking Award, dan Best Private Bank Indonesia dari Global Banking and Finance Review Awards. ■

 

 

DP
Deddy H. Pakpahan
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update