Sabtu, 07 Nov 2026 DIGI-PRODUCTDigi-BankersDigi-ColumnDigi-CryptoDigi-Insights
Breaking
Beranda › Digi-News
Digi-News

Kinerja Solid, Krom Bank Cetak Laba Bersih Rp157,91 Miliar hingga Kuartal III-2026

✍️ Raras Aivani Kusumendri 🕒 07 Nov 2026
Laba bersih BBSI mencapai Rp157,91 miliar hingga Kuartal III-2026, tumbuh 25% YoY. Ditopang lonjakan kredit 46% dan DPK 93%, Krom Bank membuktikan bahwa ekspansi digital dapat berjalan seiring dengan penguatan fundamental bisnis.
Laba bersih BBSI mencapai Rp157,91 miliar hingga Kuartal III-2026, tumbuh 25% YoY. Ditopang lonjakan kredit 46% dan DPK 93%, Krom Bank membuktikan bahwa ekspansi digital dapat berjalan seiring dengan penguatan fundamental bisnis.

Transformasi bank digital tidak lagi sekadar berfokus pada bakar modal untuk akuisisi massal, melainkan pada ketahanan fundamental keuangan dan kemampuan menciptakan pendapatan inti yang berkelanjutan. Kenaikan laba bersih Krom Bank sebesar 25% membuktikan bahwa inovasi produk simpanan yang fleksibel dengan imbal hasil kompetitif mampu menjadi magnet efektif dalam membangun struktur pendanaan yang resilien dan menguntungkan.

______________

KEY FACTS:

■ PT Krom Bank Indonesia Tbk (BBSI) mencatatkan laba bersih tahun berjalan sebesar Rp157,91 miliar hingga kuartal III-2026, tumbuh 25% (YoY) dari Rp126,08 miliar pada periode yang sama tahun lalu.
■ Penyaluran kredit Krom Bank meningkat 46% menjadi Rp11,66 triliun, yang mendorong lonjakan pendapatan bunga bersih sebesar 67% menjadi Rp2,13 triliun.
■ Total Dana Pihak Ketiga (DPK) melonjak 93% menjadi Rp13,43 triliun, dengan dana murah (CASA) tumbuh 120% menjadi Rp3,07 triliun.
■ Total aset perseroan melesat 65% secara tahunan menjadi Rp17,64 triliun per September 2026. Rasio permodalan dan likuiditas terjaga kuat dengan KPMM di level 36,52% dan LDR sebesar 86,82%.

___________

PT Krom Bank Indonesia Tbk (BBSI) membukukan kinerja keuangan yang positif sepanjang sembilan bulan pertama tahun ini. Hingga periode yang berakhir pada 30 September 2026, bank digital tersebut mencatatkan laba bersih tahun berjalan (unaudited) sebesar Rp157,91 miliar.

Capaian tersebut merefleksikan pertumbuhan sebesar 25% secara tahunan (year-on-year/YoY) jika dibandingkan dengan perolehan pada periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat sebesar Rp126,08 miliar. Tren positif ini didorong oleh akselerasi penyaluran kredit, perluasan basis pendanaan, serta efisiensi dan diversifikasi produk digital yang kian diminati masyarakat.

Ekspansi Kredit dan Lonjakan Pendapatan Bunga Bersih

Pertumbuhan laba bersih PT Krom Bank Indonesia Tbk (BBSI) didukung oleh ekspansi bisnis yang agresif namun terukur. Hingga kuartal III-2026, total penyaluran kredit Krom Bank melesat 46% menjadi Rp11,66 triliun, naik signifikan dari Rp7,96 triliun pada periode yang sama tahun 2025.

Sejalan dengan ekspansi kredit tersebut, pendapatan bunga bersih (net interest income) perseroan turut terkerek naik sebesar 67% secara tahunan, dari Rp1,27 triliun menjadi Rp2,13 triliun. 

Dari sisi neraca, total aset Krom Bank mengalami lonjakan hingga 65%, membengkak dari Rp10,67 triliun pada September 2025 menjadi Rp17,64 triliun pada September 2026.

Presiden Direktur Krom Bank Anton Hermawan menegaskan, pertumbuhan bisnis ini senantiasa dikawal dengan penerapan manajemen risiko yang prudent demi menjaga kualitas aset dan kecukupan modal yang sehat.

Penguatan Dana Pihak Ketiga dan Penetrasi Ekosistem Digital

Selain ekspansi penyaluran pembiayaan, struktur pendanaan Krom Bank juga menunjukkan resiliensi yang tinggi. Total Dana Pihak Ketiga (DPK) yang berhasil dihimpun mencapai Rp13,43 triliun per September 2026, meroket 93% dibandingkan posisi akhir September 2025 yang berada di angka Rp6,97 triliun.

Komposisi dana murah atau current account savings account (CASA) turut mengalami pertumbuhan impresif sebesar 120% secara tahunan menjadi Rp3,07 triliun. Keberhasilan menghimpun dana masyarakat ini ditopang oleh inovasi produk simpanan digital, seperti Krom Flex dan Krom Max, serta berbagai program promosi menarik yang terintegrasi dengan ekosistem digital dan perluasan basis nasabah.

Di tengah ekspansi tersebut, rasio likuiditas dan permodalan perseroan tetap terjaga kuat, tercermin dari rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/KPMM) di level 36,52% dan rasio pinjaman terhadap simpanan (Loan to Deposit Ratio/LDR) sebesar 86,82%.

Kinerja impresif PT Krom Bank Indonesia Tbk (BBSI) menunjukkan bahwa model bisnis bank digital di Indonesia kini semakin matang dalam menyeimbangkan pertumbuhan profitabilitas dan ekspansi neraca. Bagi industri perbankan, lonjakan DPK hingga 93% menegaskan efektivitas strategi penetrasi berbasis ekosistem digital dalam menghimpun dana murah di tengah ketatnya kompetisi likuiditas pasar.

Menjaga Momentum Pertumbuhan Kredit

Tantangan utama bagi Krom Bank ke depan adalah menjaga momentum pertumbuhan kredit yang tinggi sambil tetap mempertahankan kualitas aset melalui prinsip kehati-hatian. Keberhasilan ekspansi fitur transaksi, termasuk peluncuran kartu debit secara bertahap dan diversifikasi produk digital, akan menjadi katalisator penting untuk menguji loyalitas nasabah dan memperkuat posisi kompetitif perseroan di lanskap perbankan digital nasional.

Transformasi bank digital tidak lagi sekadar berfokus pada bakar modal untuk akuisisi massal, melainkan pada ketahanan fundamental keuangan dan kemampuan menciptakan pendapatan inti yang berkelanjutan. Kenaikan laba bersih sebesar 25% membuktikan bahwa inovasi produk simpanan yang fleksibel dengan imbal hasil kompetitif mampu menjadi magnet efektif dalam membangun struktur pendanaan yang resilien dan menguntungkan. ■

DP
Deddy H. Pakpahan
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update