Ant International Dorong Re-Globalisasi Inklusif Lewat AI untuk UMKM
CEO Ant International Peng Yang menyerukan re-globalisasi inklusif berbasis AI bagi UMKM dalam UNCTAD World Investment Forum 2026.
________
KEY FACTS:
■ CEO Ant International Peng Yang menyerukan inisiatif re-globalisasi inklusif berbasis AI dalam UNCTAD World Investment Forum 2026.
■ Volume transaksi lintas negara UMKM di jaringan Ant International tumbuh sekitar 50% setiap tahun dalam tiga tahun terakhir.
■ Ant International melayani 150 juta merchant global, di mana 95% di antaranya adalah pelaku UMKM.
■ Perusahaan memperkenalkan solusi full-stack AI-native termasuk model prediksi valas Falcon TST dan agen otomatisasi pembayaran Antom Autopilot.
■ Ant International memperkuat kolaborasi tata kelola AI bersama regulator di Singapura (MAS) serta Visa dan Mastercard.
_____________
CEO Ant International Peng Yang menyerukan inisiatif re-globalisasi baru yang lebih inklusif dengan memanfaatkan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dan konektivitas digital. Langkah ini dinilai krusial untuk memperluas akses usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) terhadap pasar serta peluang global yang selama ini didominasi oleh korporasi besar.
Seruan tersebut disampaikan Peng Yang dalam panel bertajuk “Investing in AI for an Inclusive Digital Future” di ajang World Investment Forum (WIF) 2026 yang diselenggarakan oleh United Nations Trade and Development (UNCTAD).
"Globalisasi 1.0 sebagian besar memberikan manfaat bagi perusahaan besar, sementara banyak UMKM hanya memiliki sedikit kesempatan untuk berpartisipasi dalam perekonomian global," ujar Peng Yang. "Inklusi sangat penting bagi re-globalisasi, dan AI akan mempercepatnya dengan membuka akses yang setara terhadap peluang."
Kesenjangan Globalisasi dan Peran Strategis AI
Menurut Yang, salah satu kelemahan terbesar dari gelombang globalisasi sebelumnya adalah pemusatan kekuatan pada korporasi raksasa. Data Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) melalui laporan World Trade Report 2024 menunjukkan bahwa hanya 8% perusahaan kecil dan 15% perusahaan menengah yang melakukan ekspor secara langsung, jauh tertinggal dibandingkan 30% perusahaan besar.
Kesenjangan tersebut kian melebar di era digital. Survei Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) pada 2025 mencatat bahwa 52% perusahaan besar telah mengadopsi AI, sementara perusahaan kecil yang menggunakan teknologi serupa baru mencapai 17,4%.
Kendati demikian, perkembangan teknologi AI membuka peluang untuk meratakan lapangan permainan. Dalam tiga tahun terakhir, Ant International telah melayani lebih dari 1 juta pedagang kecil baru dari 54 pasar di seluruh dunia. Melalui solusi berbasis AI yang komprehensif (full-stack AI-native), volume transaksi lintas negara UMKM di seluruh lini bisnis perusahaan tumbuh sekitar 50% setiap tahun, atau sepuluh kali lipat dari pertumbuhan total volume perdagangan global.
Solusi AI untuk Mengatasi Kompleksitas Global
Ant International saat ini memproses 25 juta transaksi setiap hari melalui layanan pembayaran global, rekening global, pembiayaan tertanam (embedded finance), dan digitalisasi. Sebanyak 95% dari 150 juta merchant dalam basis pelanggan globalnya merupakan UMKM.
Untuk mendemokratisasi akses finansial, Ant International memperkenalkan sejumlah solusi berbasis AI:
■ Falcon TST FX Model: Model peramalan valuta asing yang mencapai kinerja mutakhir (state-of-the-art) dengan tingkat akurasi prediksi konsisten di atas 93%, membantu UMKM mengelola risiko valas dengan biaya lebih efisien.
■ WorldFirst Autopilot & Antom Autopilot: Agen bisnis global berbasis AI yang mengotomatisasi operasional keuangan, manajemen kas, dan kepatuhan pembayaran. WorldFirst sendiri telah membantu lebih dari 2 juta UKM dengan total volume transaksi kumulatif melampaui US$500 miliar di lebih dari 210 pasar.
■ Alipay+ dan Solusi Pemasaran AI: Menghubungkan lebih dari 50 dompet digital dengan lebih dari 150 juta merchant global, membantu pelaku usaha kecil menjangkau konsumen lintas negara secara efektif melalui kampanye pemasaran bertarget AI.
Penguatan Kepercayaan dan Kolaborasi Sektor Publik-Swasta
Selain inovasi teknologi, Peng Yang menekankan pentingnya keamanan dan kepercayaan dalam penggunaan agen AI untuk transaksi keuangan. Ant International terus memperkuat kerja sama lintas sektor, termasuk berpartisipasi dalam inisiatif BuildFin.ai bersama Monetary Authority of Singapore (MAS) serta berkolaborasi dengan Visa dan Mastercard dalam interoperabilitas identitas agen (Know Your Agent / KYA). Perusahaan juga memperkenalkan solusi Antom AgentSafePay untuk memverifikasi niat pembelian secara real-time dan memberikan jaminan dana terhadap risiko operasional agen AI.
Strategi Ant International dalam mengintegrasikan kecerdasan buatan ke dalam infrastruktur pembayaran lintas batas memberikan sejumlah implikasi analitis penting bagi industri keuangan global. Melalui pemanfaatan agen AI seperti WorldFirst Autopilot dan Antom Autopilot, hambatan operasional serta biaya tinggi yang selama ini menghalangi UMKM untuk berekspansi ke pasar luar negeri dapat dihilangkan secara signifikan.
Selain itu, kehadiran model prediksi valuta asing dengan akurasi di atas 93% turut memberikan kepastian finansial bagi pelaku usaha kecil yang memiliki keterbatasan sumber daya dalam mengelola risiko pasar secara mandiri. Kendati demikian, seiring dengan masifnya adopsi agen AI dalam ekosistem pembayaran, kolaborasi antara regulator, lembaga internasional, dan sektor swasta melalui standar seperti Know Your Agent (KYA) menjadi prasyarat mutlak guna mencegah kerentanan keamanan siber dan penipuan di masa depan. ■
____________
Q: Apa seruan utama CEO Ant International Peng Yang dalam World Investment Forum 2026?
A: Peng Yang menyerukan re-globalisasi inklusif yang memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) untuk membuka akses yang setara bagi UMKM terhadap pasar dan peluang global.
Q: Berapa pertumbuhan volume transaksi lintas negara UMKM di jaringan Ant International?
A: Volume transaksi lintas negara UMKM tumbuh sekitar 50% setiap tahun dalam tiga tahun terakhir, atau sepuluh kali lipat dari pertumbuhan total volume perdagangan global.
Q: Apa fungsi dari model Falcon TST yang dikembangkan Ant International?
A: Falcon TST adalah model prediksi valuta asing berbasis AI dengan akurasi konsisten di atas 93% untuk membantu UMKM mengurangi risiko transaksi lintas negara.
Q: Berapa porsi UMKM dari total basis pelanggan global Ant International?
A: Sebanyak 95% dari 150 juta merchant dalam basis pelanggan global Ant International merupakan pelaku UMKM. ■
