Rabu, 28 Okt 2026 DIGI-PRODUCTDigi-BankersDigi-ColumnDigi-CryptoDigi-Insights
Breaking
Beranda › Digi-News
Digi-News

Kuartal III-2026: BNI Cetak Laba Bersih Rp16,1 Triliun, Naik 6,6%

✍️ Raras Aivani Kusumendri 🕒 27 Oct 2026
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) membukukan laba bersih Rp16,1 triliun (naik 6,6% YoY) pada kuartal III-2026.
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) membukukan laba bersih Rp16,1 triliun (naik 6,6% YoY) pada kuartal III-2026.

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) membukukan laba bersih sebesar Rp16,1 triliun atau tumbuh 6,6% year-on-year (YoY) hingga kuartal III-2026, ditopang oleh ekspansi kredit yang merata serta penguatan dana murah (CASA).

_____________

KEY FACTS:

■ BNI membukukan laba bersih Rp16,1 triliun pada kuartal III-2026, naik 6,6% YoY. Penyaluran kredit tumbuh 22,2% YoY mencapai Rp992,5 triliun.
■ Dana murah (CASA) meningkat 19,6% YoY menjadi Rp733,7 triliun, didorong oleh adopsi wondr by BNI dan BNIdirect.
■ Kualitas aset membaik dengan NPL gross turun menjadi 1,9% dan LaR turun ke 7,8%. Rasio kecukupan modal (CAR) berada di level kuat 19,2%.

___________

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) mencatatkan pencapaian kinerja keuangan yang solid hingga kuartal III-2026. Perseroan membukukan laba bersih sebesar Rp16,1 triliun, atau tumbuh 6,6% secara year-on-year (YoY). Selain itu, BNI mencatatkan laba operasional sebelum pencadangan (pre-provision operating profit / PPOP) sebesar Rp27,5 triliun, meningkat 11,6% YoY.

Capaian tersebut menjadi rekor tertinggi sepanjang sejarah BNI untuk periode kuartal III, mencerminkan ketahanan fundamental perseroan di tengah dinamika ekonomi global dan tekanan margin industri perbankan.

Direktur Utama BNI, Putrama Wahju Setyawan, menyatakan bahwa pertumbuhan ini didorong oleh konsistensi perseroan dalam menjaga kualitas ekspansi bisnis melalui prinsip kehati-hatian dan pengelolaan risiko yang disiplin.

"Di tengah dinamika pasar yang menantang, BNI tetap menjaga momentum pertumbuhan dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian dan disiplin dalam pengelolaan risiko. Fokus kami adalah memperkuat fundamental dan produktivitas untuk menciptakan pertumbuhan yang berkualitas dan berkelanjutan," ujar Putrama melalui keterangan tertulis, Selasa (27/10).

Pertumbuhan Kredit dan Likuiditas yang Sehat

Kinerja positif tersebut didukung oleh pertumbuhan penyaluran kredit yang melonjak 22,2% YoY menjadi Rp992,5 triliun dengan distribusi merata di seluruh segmen. Direktur Finance & Strategy BNI, Hussein Paolo Kartadjoemena, menjelaskan bahwa ekspansi kredit dilakukan secara selektif dengan standar analisis kelayakan (underwriting) yang ketat, sehingga pangsa pasar kredit BNI meningkat 113 basis poin (bps) YoY menjadi 10,6%.

Dari sisi pendanaan, dana murah (Current Account Savings Account / CASA) tumbuh 19,6% YoY menjadi Rp733,7 triliun. Pertumbuhan ini ditopang oleh penguatan platform transaksi digital seperti BNIdirect dan wondr by BNI. Hingga September 2026, jumlah pengguna wondr by BNI mencapai 16,6 juta (tumbuh 58% YoY) dengan nilai transaksi Rp1.774 triliun, sementara BNIdirect mencatat nilai transaksi Rp9.324 triliun dari 293 ribu pengguna.

Pendapatan bunga bersih (Net Interest Income / NII) BNI tercatat tumbuh 13,6% YoY menjadi Rp33,2 triliun, sedangkan fee-based income meningkat 8,3% YoY menjadi Rp13,9 triliun. Di tengah tekanan margin industri, Net Interest Margin (NIM) BNI berada di level 3,5%, sementara biaya dana (Cost of Fund / CoF) terjaga di angka 2,77%.

Perbaikan Kualitas Aset dan Manajemen Risiko

Direktur Risk Management BNI, David Pirzada, menambahkan bahwa kualitas aset perseroan terus menunjukkan perbaikan signifikan. Rasio Loan at Risk (LaR) membaik dari 10,4% menjadi 7,8%, sementara rasio kredit bermasalah (Non-Performing Loan / NPL) gross turun dari 2,0% menjadi 1,9%.

Sebagai bentuk penerapan prinsip kehati-hatian, BNI mempertahankan rasio total pencadangan terhadap kredit di level 3,8%—lebih tinggi dibanding rata-rata industri yang sebesar 3,5%—dengan NPL coverage ratio tercatat konservatif di angka 193,3%.

Dari sisi ketahanan likuiditas dan permodalan, Loan to Deposit Ratio (LDR) berada di posisi 87,9%, Liquidity Coverage Ratio (LCR) 143,4%, serta Net Stable Funding Ratio (NSFR) 128,4%. Adapun rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio / CAR) tercatat kuat di level 19,2%, memberikan ruang memadai bagi perseroan untuk melanjutkan ekspansi bisnis sekaligus mengantisipasi potensi risiko ekonomi ke depan.

Pencapaian kinerja keuangan BNI hingga kuartal III-2026 mencerminkan sejumlah catatan penting bagi sektor perbankan nasional. Ekspansi kredit yang berkelanjutan di tengah tekanan margin tampak dari pertumbuhan kredit 22,2% YoY, yang menunjukkan bahwa permintaan pembiayaan di sektor produktif tetap kuat dan strategi selektif dalam underwriting berhasil menjaga kualitas aset tanpa mengorbankan pertumbuhan profitabilitas. 

Di sisi lain, transformasi digital menjadi motor dana murah, terbukti dari lonjakan pengguna wondr by BNI hingga 16,6 juta yang mendorong pertumbuhan CASA 19,6% YoY dan menjadi kunci utama dalam menjaga efisiensi biaya dana di tengah tren likuiditas yang ketat. Sementara itu, ketahanan profil risiko terlihat dari perbaikan rasio LaR ke level 7,8% dan NPL gross ke 1,9% disertai pencadangan yang konservatif, sehingga memperlihatkan kesiapan bank dalam mengantisipasi ketidakpastian makroekonomi global maupun domestik. ■

_____________

FAQ:

Q: Berapa laba bersih BNI pada kuartal III-2026?
A: Laba bersih BNI pada kuartal III-2026 mencapai Rp16,1 triliun, tumbuh 6,6% secara year-on-year.

Q: Berapa total penyaluran kredit BNI hingga September 2026?
A: Total penyaluran kredit BNI mencapai Rp992,5 triliun, mengalami pertumbuhan sebesar 22,2% YoY.

Q: Bagaimana kinerja dana murah (CASA) BNI?
A: Dana murah (CASA) BNI tumbuh 19,6% YoY menjadi Rp733,7 triliun, didorong oleh transaksi digital wondr by BNI dan BNIdirect.

Q: Bagaimana rasio kredit bermasalah (NPL) BNI?
A: Rasio NPL gross BNI mengalami perbaikan menjadi 1,9%, sementara rasio Loan at Risk (LaR) turun dari 10,4% menjadi 7,8%. ■

DP
Deddy H. Pakpahan
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update