Strategi Ekosistem Digital Bank Mandiri: Akselerasi Livin' dan Kopra Perkuat Fundamental Neraca
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk terus memperkuat ekosistem digital melalui platform Livin' dan Kopra by Mandiri sebagai pintu utama akses layanan perbankan, sekaligus menopang pertumbuhan aset sebesar 20,7% YoY hingga tembus Rp2.359 triliun pada Agustus 2026.
__________
KEY FACTS:
● Total aset Bank Mandiri secara bank only mencapai Rp2.359 triliun per Agustus 2026, tumbuh 20,7% YoY.
● Penyaluran kredit bank only tumbuh 17,6% YoY menjadi Rp1.592 triliun dengan mengedepankan kualitas pembiayaan.
● DPK bank only tercatat Rp1.687 triliun (tumbuh 17,6% YoY), berada di atas pertumbuhan industri sebesar 13,7% YoY.
● Laba bersih bank only menyentuh Rp37,5 triliun per Agustus 2026, meningkat 22,3% YoY.
● Pengguna Livin' by Mandiri mencapai 42,2 juta (+23,4% YoY) dengan frekuensi transaksi 3,32 miliar.
● Pengguna Kopra by Mandiri mencapai 385,3 ribu (+31,9% YoY) dengan frekuensi transaksi 1,05 miliar.
_______
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk mempertegas komitmennya dalam memperkuat ekosistem layanan perbankan digital dengan menjadikan platform Livin’ dan Kopra by Mandiri sebagai pintu utama (main gateway) bagi nasabah ritel dan korporasi.
Direktur Finance & Strategy Bank Mandiri, Novita Widya Anggraini, menyatakan bahwa pendekatan ekosistem digital ini dirancang agar interaksi nasabah tidak sekadar berhenti pada transaksi harian, melainkan berkembang secara berkelanjutan sesuai kebutuhan finansial dan aktivitas bisnis mereka.
Transformasi digital yang berkelanjutan menjadi pilar utama Bank Mandiri dalam mempertahankan fundamental bisnis dan kesehatan neraca keuangan. Melalui modernisasi saluran digital, Bank Mandiri mampu memperluas basis nasabah sekaligus mengakuisisi dana murah secara efisien di tengah dinamika likuiditas pasar.
Berdasarkan pemaparan Direktur Finance & Strategy Bank Mandiri, Novita Widya Anggraini, penguatan Livin' dan Kopra by Mandiri terbukti efektif meningkatkan penetrasi pasar serta engagement pengguna secara signifikan.
"Livin' dan Kopra terus dikembangkan sebagai pintu utama nasabah mengakses produk dan layanan perbankan. Dengan pendekatan itu, interaksi nasabah tidak berhenti pada transaksi, tetapi berkembang sesuai kebutuhan finansial dan aktivitas usahanya," ujar Novita dalam keterangan tertulis, Selasa (20/10).
Hingga akhir Agustus 2026, pengguna platform super app Livin' by Mandiri mencapai sekitar 42,2 juta pengguna, melonjak 23,4% secara tahunan (year-on-year/YoY) dengan frekuensi transaksi menembus 3,32 miliar. Sementara itu, platform super platform korporasi Kopra by Mandiri telah melayani 385,3 ribu pengguna terdaftar (tumbuh 31,9% YoY) dengan frekuensi transaksi mencapai 1,05 miliar.
Kinerja Neraca dan Pertumbuhan Kuantitatif Berkelanjutan
Perluasan ekosistem digital tersebut memberikan dampak positif langsung terhadap kekuatan neraca (balance sheet) perseroan. Hingga Agustus 2026, total aset Bank Mandiri secara bank only tercatat mencapai Rp2.359 triliun, tumbuh 20,7% YoY.
Pertumbuhan aset tersebut ditopang oleh penyaluran kredit yang tumbuh selektif sebesar 17,6% YoY menjadi Rp1.592 triliun, baik pada segmen wholesale maupun ritel dengan menerapkan disiplin manajemen risiko yang ketat.
Dari sisi pendanaan, Dana Pihak Ketiga (DPK) secara bank only terakumulasi sebesar Rp1.687 triliun atau tumbuh 17,6% YoY, jauh melampaui laju pertumbuhan DPK industri perbankan nasional yang berada di angka 13,7% YoY. Efisiensi struktur pendanaan ini berhasil mendorong perolehan laba bersih secara bank only menyentuh Rp37,5 triliun, melesat 22,3% YoY per Agustus 2026.
Novita menegaskan bahwa manajemen Bank Mandiri secara konsisten melakukan pemantauan arus dana harian (daily cash flow), uji ketahanan (stress test) berkala, serta penyiapan buffer likuiditas yang memadai guna menjaga daya tahan perseroan di berbagai kondisi pasar.
"Bagi kami, pertumbuhan harus berjalan seiring dengan ketahanan. Karena itu, kami memantau arus dana setiap hari, melakukan stress test secara berkala, dan menyiapkan buffer likuiditas yang memadai. Disiplin ini penting agar Bank Mandiri senantiasa siap melayani kebutuhan nasabah dan mendukung aktivitas dunia usaha," tegas Novita.
Pusat Pertumbuhan Ekosistem Bisnis
Pernyataan Direktur Finance & Strategy Bank Mandiri menegaskan pergeseran paradigma strategi perbankan nasional. Saluran digital kini bukan lagi sekadar kanal transaksi alternatif, melainkan telah bertransformasi menjadi pusat pertumbuhan ekosistem bisnis (core engagement hub) yang secara langsung memperkuat struktur permodalan dan likuiditas bank.
Di tengah ketatnya persaingan perebutan dana murah (CASA) dan tuntutan efisiensi operasional, pengembangan ekosistem digital terbukti menjadi kunci keberhasilan bank-bank besar dalam mengungguli rata-rata pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) industri.
Bagi Bank Mandiri, integrasi platform Livin’ dan Kopra sukses menekan biaya dana (cost of funds). Keberhasilan ini berdampak langsung pada lonjakan laba bersih sebesar 22,3% YoY, serta mendorong pertumbuhan DPK hingga 17,6% YoY—jauh melampaui laju pertumbuhan DPK industri nasional yang berada di angka 13,7% YoY.
Melalui sistem terintegrasi ini, nasabah ritel maupun pelaku usaha memperoleh akses solusi keuangan yang komprehensif, cepat, dan aman untuk mendukung aktivitas harian hingga ekspansi bisnis. Secara sektoral, tren ini mempercepat konsolidasi ekosistem digital perbankan nasional, di mana bank-bank Tier-1 kian mendominasi pangsa pasar transaksi digital serta penghimpunan dana berbasis aplikasi (app-based funding).
Kendati demikian, akselerasi digital ini membawa konsekuensi berupa meningkatnya risiko kejahatan siber (cybersecurity risks), tuntutan keandalan sistem (system uptime), serta kebutuhan investasi berlanjut untuk pembaruan arsitektur teknologi informasi. Ke depan, Bank Mandiri diprediksi akan terus memperluas kemitraan Application Programming Interface (API) pada Livin' dan Kopra guna mengintegrasikan layanan keuangannya secara lebih dalam ke dalam ekosistem korporasi dan mitra bisnis yang lebih luas. ■
_______
FAQ:
Q: Apa strategi utama Bank Mandiri dalam memperkuat interaksi dengan nasabah?
A: Bank Mandiri mengembangkan platform digital Livin' dan Kopra sebagai pintu utama layanan perbankan agar interaksi nasabah tidak hanya sebatas transaksi, tetapi juga memenuhi seluruh kebutuhan finansial dan aktivitas usahanya.
Q: Berapa jumlah pengguna dan transaksi pada platform Livin' dan Kopra per Agustus 2026?
A: Pengguna Livin' by Mandiri mencapai 42,2 juta pengguna dengan 3,32 miliar transaksi, sedangkan Kopra by Mandiri melayani 385,3 ribu pengguna terdaftar dengan 1,05 miliar transaksi.
Q: Bagaimana kinerja keuangan Bank Mandiri hingga Agustus 2026?
A: Bank Mandiri mencatatkan total aset secara bank only sebesar Rp2.359 triliun (+20,7% YoY), DPK Rp1.687 triliun (+17,6% YoY), penyaluran kredit Rp1.592 triliun (+17,6% YoY), serta laba bersih Rp37,5 triliun (+22,3% YoY).
