Sabtu, 10 Okt 2026 DIGI-PRODUCTDigi-BankersDigi-ColumnDigi-CryptoDigi-Insights
Breaking
Beranda › Digi-Product
Digi-Product

Kantongi Izin Bulion OJK, Bank Mandiri Integrasikan Ekosistem Emas di Livin' by Mandiri

✍️ Raras Aivani Kusumendri 🕒 09 Oct 2026
Persero) Tbk memperkuat kepemimpinannya di sektor jasa keuangan digital dengan mengintegrasikan layanan emas (bulion) end-to-end ke dalam super app Livin' by Mandiri.
Persero) Tbk memperkuat kepemimpinannya di sektor jasa keuangan digital dengan mengintegrasikan layanan emas (bulion) end-to-end ke dalam super app Livin' by Mandiri.

Bank Mandiri resmi rilis layanan emas terintegrasi di Livin' by Mandiri.

___________

DIGI-HIGHLIGHTS:

■ Bank Mandiri resmi mengintegrasikan ekosistem bank bulion penuh di Livin' by Mandiri usai meraih lisensi OJK pada HUT ke-28 perseroan.
■ Fitur layanan mencakup transaksi mulai 0,005 gram (sekitar Rp10.000), cicilan KSM Emas dengan price lock, hingga penarikan di ATM Emas.
■ Langkah strategis ini memperkuat nilai super app bagi 42,1 juta pengguna sekaligus menangkap potensi dana emas nasional di era Danantara.

_____________

Bertepatan dengan momentum Hari Ulang Tahun (HUT) ke-28, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk resmi menghadirkan ekosistem layanan emas (bulion) terintegrasi penuh di dalam super app Livin' by Mandiri. Inovasi ini menjadikannya bank konvensional pertama di Indonesia yang mengomersialkan lisensi bank bulion dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Melalui pembaruan aplikasi ini, nasabah kini dapat membuka rekening Tabungan Emas, melakukan transaksi jual dan beli real-time, mencicil, menitipkan, hingga mencetak dan menarik emas fisik secara mandiri selama 24 jam penuh tanpa harus menggunakan aplikasi terpisah.

Direktur Consumer Banking Bank Mandiri Saptari menjelaskan bahwa pengembangan infrastruktur bulion digital ini dirancang sebagai instrumen lindung nilai (hedging) serta akumulasi kekayaan yang terjangkau bagi masyarakat.

"Melalui layanan emas di Livin' by Mandiri, kami tidak sekadar menyediakan etalase jual-beli emas digital. Kami menghadirkan solusi finansial end-to-end yang memberi kendali penuh bagi nasabah untuk merencanakan, mengelola, hingga mencairkan emas sesuai siklus kebutuhan hidup mereka, cukup dari satu genggaman," kata Saptari dalam keterangannya, Jumat (9/10).

Skema kepemilikan emas digital ini dirancang fleksibel. Pada fitur Tabungan Emas, nasabah dapat memulai setoran awal mulai dari 0,02 gram atau setara Rp50.000 untuk opsi produk Logam Mulia ANTAM dan HRTA GOLD Emasku. Transaksi berkala berikutnya dapat dilakukan mulai dari 0,005 gram atau sekitar Rp10.000.

Guna memfasilitasi nasabah yang ingin mengamankan kepemilikan aset sejak awal, Bank Mandiri meluncurkan Kredit Serbaguna Mandiri (KSM) Emas. Fasilitas ini mengadopsi mekanisme price lock, yaitu mengunci harga emas pada saat pengajuan pinjaman untuk melindungi debitur dari risiko kenaikan harga di masa depan. Setelah masa angsuran selesai, saldo emas dapat ditransaksikan atau ditarik dalam bentuk fisik.

Proses penarikan fisik dikonversi dari saldo digital nasabah dan dapat diambil melalui jaringan kantor cabang atau mesin khusus Mandiri ATM Emas. Pengambilan melalui ATM Emas dilakukan dengan memilih opsi "Ambil Emas" pada Livin' by Mandiri, memindai kode QR pada layar mesin, memasukkan kode verifikasi, serta menerima batangan logam mulia beserta struk transaksi.

Hingga Agustus 2026, jumlah pengguna terdaftar Livin' by Mandiri tercatat telah mencapai 42,1 juta pengguna. Sebagai bagian dari konsolidasi Ekosistem Danantara, perseroan juga menyiapkan tahapan pengembangan berikutnya, meliputi Kredit Multiguna Beragunan Emas, fitur Autodebet Emas, serta Transfer Emas antarpengguna.

"Transformasi layanan Bulion ini merupakan lompatan inovasi nyata dari Livin' by Mandiri. Kami tidak sekadar berinovasi pada kelancaran transaksi, tetapi juga meredefinisi cara nasabah membangun dan melindungi kekayaan jangka panjang mereka, sejalan dengan semangat perseroan untuk terus Tumbuh Bersama, Majukan Indonesia," ujar Saptari.

Langkah Bank Mandiri mengomersialkan bisnbulion secara digital memiliki implikasi strategis melebihi sekadar penambahan fitur fee-based income. Dari sudut pandang financial intelligence, peluncuran ini merupakan eksekusi perdana atas mandat Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU PPSK) dan Roadmap Penguatan Perbankan OJK yang bertujuan membangun pasokan emas terintegrasi di dalam negeri.

Selama ini, Indonesia merupakan salah satu produsen emas terbesar di dunia, namun perdagangan dan penyimpanan emas riil masyarakat sebagian besar terserap oleh hub keuangan asing seperti Singapura dan Swiss karena ketiadaan sistem perbankan bulion domestik.

Dengan masuknya bank beraset lebih dari Rp2.000 triliun ini ke bisnis bulion:

● Peningkatan Dana Murah (CASA): Transaksi tabungan dan pembiayaan beragunan emas akan menciptakan ceruk likuiditas baru yang stabil di dalam neraca perseroan.
● Monetisasi Komunitas: Mengintegrasikan transaksi emas ke dalam platform 42,1 juta pengguna Livin' mempercepat konversi pengguna pasif menjadi investor aktif.
● Dukungan Badan Pengelola Investasi Danantara: Penguatan ekosistem aset riil oleh bank BUMN memperkuat kapasitas leverage nasional dalam pengorganisasian modal domestik.
Indikator keberhasilan yang perlu dicermati ke depan adalah tingkat konversi saldo digital menjadi simpanan bulion berimbal hasil (gold deposit) serta kemampuan bank dalam mengelola risiko fluktuasi harga emas pada portofolio KSM Emas. ■

_________

DIGIONARY:

● ATM Emas: Mesin anjungan mandiri yang mampu memproses penarikan fisik logam mulia batangan dari konversi saldo tabungan digital.
● Bank Bulion: Perusahaan perbankan yang memiliki izin resmi untuk menjalankan kegiatan usaha komersial berbasis emas, meliputi simpanan, pembiayaan, perdagangan, dan penitipan.
● Hedging: Strategi investasi untuk melindungi nilai portofolio keuangan dari risiko fluktuasi harga aset atau perubahan mata uang.
● KSM Emas: Fasilitas pinjaman beragunan yang disalurkan perbankan untuk pembelian emas dengan skema angsuran berkala.
● Price Lock: Fitur proteksi harga yang mengunci nilai beli suatu aset pada tanggal kesepakatan awal guna menghindari risiko kenaikan harga di kemudian hari.
● Real-Time: Kemampuan sistem komputasi untuk memproses data dan mengeksekusi instruksi transaksi secara langsung pada saat instruksi diberikan.
● Super App: Aplikasi seluler terintegrasi yang menyediakan berbagai layanan transaksi keuangan dan gaya hidup dalam satu platform tunggal.

DP
Deddy H. Pakpahan
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update