Menuju Kota Global 2030, Pemprov DKI Jakarta Perkuat Sinergi BUMD dan BUMN
Pemprov DKI Jakarta catat 52 kerja sama strategis BUMD dan BUMN hingga Triwulan III 2026 demi percepat target Top 50 Global City.
_____________
DIGI-HIGHLIGHTS:
■ Pemprov DKI Jakarta dorong sinergi BUMD, BUMN, dan perangkat daerah demi wujudkan target Top 50 Global City pada tahun 2030.
■ BP BUMD DKI Jakarta mencatat 52 kerja sama strategis hingga Triwulan III 2026, termasuk 27 kolaborasi dengan BUMN dan 25 sinergi antar-BUMD.
■ Penandatanganan terbaru mencakup 15 kesepakatan lintas sektor mulai dari rantai pasok kesehatan RSUD, TOD MRT, hingga pembiayaan perumahan.
_____________
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus mengonsolidasikan kekuatan ekosistem perkotaan melalui penguatan kolaborasi sinergis antara Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), Badan Usaha Milik Negara (BUMN), dan perangkat daerah. Langkah strategis ini digulirkan guna mempercepat transformasi Jakarta menjadi kota global yang berdaya saing serta berkelanjutan.
Komitmen kolektif tersebut diwujudkan secara resmi melalui penandatanganan nota kesepahaman, perjanjian kerja sama, dan perjanjian kredit yang dilangsungkan di Balai Agung, Balai Kota DKI Jakarta.
Gubernur Provinsi DKI Jakarta menegaskan bahwa ambisi besar membawa Jakarta masuk dalam jajaran Top 50 Global City pada tahun 2030 tidak mungkin tercapai jika dikerjakan secara sektoral. Pembangunan kota memerlukan orkestrasi menyeluruh, mulai dari penguatan infrastruktur, perluasan konektivitas digital, transisi energi terbarukan, hingga perbaikan kualitas layanan publik.
"Pembangunan Jakarta tidak dapat dilakukan sendiri-sendiri, melainkan membutuhkan sinergi dari seluruh ekosistem kota," ujar Gubernur DKI Jakarta.
Ia juga menggarisbawahi posisi strategis BUMD yang bertindak sebagai Special Mission Vehicle (SMV). Selain menjalankan orientasi bisnis, BUMD diwajibkan mengemban misi pelayanan publik serta menjadimotor penggerak perekonomian daerah. Oleh karena itu, setiap dokumen kesepakatan wajib dieksekusi melalui program kerja konkret yang memiliki target terukur dan tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance).
"Ukuran keberhasilan kita bukan pada seberapa banyak perjanjian yang ditandatangani, melainkan pada seberapa besar manfaat yang dirasakan oleh warga Jakarta dari kerja sama ini," tegasnya.
Catatan 52 Kerja Sama Strategis oleh BP BUMD
Kepala Badan Pembinaan (BP) BUMD Provinsi DKI Jakarta Syaefuloh Hidayat melaporkan bahwa hingga Triwulan III Tahun 2026, pihaknya mencatat total 52 kerja sama strategis. Angka tersebut terdiri atas 27 kerja sama antara BUMD dan BUMN, serta 25 sinergi antar-BUMD yang melibatkan 14 entitas BUMD DKI Jakarta.
Cakupan kolaborasi ini membentang luas di berbagai sektor vital, meliputi transportasi publik, infrastruktur digital, pengelolaan air bersih dan air limbah, penjaminan kredit, hingga penyediaan produk dan jasa layanan perbankan.
Tidak hanya berfokus pada ekspansi bisnis korporasi, BUMD turut menggandeng Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi Provinsi DKI Jakarta untuk menyelenggarakan program pelatihan peningkatan kompetensi masyarakat. Hingga akhir 2026, program ini menargetkan pelaksanaan 16 kelas pelatihan bagi 320 peserta, dengan kurikulum yang mencakup bahasa asing, pemasaran digital, pembuatan konten, juru gambar, housekeeping, hospitality, hingga keahlian kelistrikan guna mendongkrak kesiapan kerja warga.
Rincian 15 Kerja Sama Lintas Sektor Terbaru
Dalam seremoni penandatanganan terbaru, disepakati 15 kerja sama lintas sektor yang mencakup bidang kesehatan, pembiayaan perumahan, pendidikan, infrastruktur digital, energi rendah karbon, pengembangan kawasan, hingga transportasi.
Pada sektor kesehatan, delapan BUMD mendirikan aliansi strategis dengan Asosiasi Rumah Sakit Daerah Seluruh Indonesia (ARSADA) yang menaungi 31 rumah sakit daerah. Lingkup kerja sama ini meliputi pasokan rantai pangan, pengelolaan limbah medis dan nonmedis, penyediaan air bersih, penjaminan pembiayaan, hingga integrasi layanan wisata kesehatan (medical tourism) dan perhotelan.
Sinergi Bank Jakarta dan Jamkrida
Di bidang pembiayaan perumahan, Bank Jakarta dan Jamkrida Jakarta bersinergi dengan Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman serta Dinas PPKUKM Provinsi DKI Jakarta guna memperluas akses Fasilitas Pembiayaan Perolehan Rumah (FPPR) bagi pekerja sektor informal.
Sementara itu, PT Jakarta Tourisindo (Perseroda) menggandeng SMK Negeri 58 Jakarta untuk memfasilitasi pameran karya peserta didik sebagai wadah pengembangan bakat generasi muda.
Penguatan infrastruktur digital turut digenjot melalui kolaborasi PT Jakarta Infrastruktur Propertindo dengan PT Infrastruktur Telekomunikasi Indonesia dalam pemanfaatan sarana telekomunikasi, serta sinergi bersama PT Danareksa (Persero) untuk pengelolaan media periklanan, CCTV, pusat data, dan teknologi informasi.
Pada sektor transisi energi dan keberlanjutan lingkungan, Perumda Paljaya menjajaki kerja sama dengan PT Pertamina (Persero) untuk memanfaatkan limbah minyak jelantah (Fat, Oil, and Grease/FOG) sebagai bahan baku biofuel. Di sisi lain, PT Transportasi Jakarta bermitra dengan PT Pertamina (Persero) guna mengembangkan ekosistem hidrogen dan pemanfaatan energi rendah karbon bagi armada bus publik.
Sinergi antar-BUMD juga diperkuat melalui kerja sama antara PT Jakarta Industrial Estate Pulogadung (JIEP) dan PT MRT Jakarta (Perseroda) dalam pengembangan kawasan, properti, serta konsep Transit-Oriented Development (TOD) pada koridor MRT Jakarta East-West. PAM JAYA turut bergabung dalam aliansi bersama PT Jakarta Infrastruktur Propertindo dan PT Jamkrida Jakarta, disusul kolaborasi penanganan limbah pasar, fasilitas MRT, kawasan industri, hingga limbah bahan berbahaya dan beracun (B3).
Dukungan terhadap modernisasi sistem transportasi publik diwujudkan melalui penandatanganan perjanjian kredit dan pembiayaan antara Bank Jakarta dengan PT Transportasi Jakarta untuk elektrifikasi armada operator, serta perjanjian kredit pembangunan pedestrian deck Dukuh Atas bersama PT MRT Jakarta (Perseroda) guna mendongkrak konektivitas serta aksesibilitas pejalan kaki.
"Dari 15 kerja sama tersebut, kami melihat bahwa masa depan Jakarta tidak dibangun secara sektoral, tetapi melalui kemitraan strategis lintas sektor. Sinergi adalah jembatan menuju ekosistem perkotaan yang tangguh, modern, dan mandiri," ujar Kepala BPBUMD Provinsi DKI Jakarta Syaefuloh Hidayat
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menginstruksikan agar seluruh butir kesepakatan dapat segera diimplementasikan melalui program aksi yang nyata, sehingga dampaknya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat dalam mengerek pertumbuhan ekonomi regional dan kualitas hidup warga kota.
Tata kelola Perkotaan Modern
Langkah konsolidasi dan ekspansi sinergi BUMD-BUMN di DKI Jakarta memperlihatkan satu kalkulasi strategis mendalam bagi tata kelola perkotaan modern:
Transformasi orientasi BUMD dari sekadar entitas pencari laba murni (profit-seeking entity) menjadi agen pembangunan sosial (social mission vehicle) memperkuat ketahanan fiskal daerah. Dengan memadukan proyek komersial (seperti TOD dan infrastruktur digital) dengan pelayanan publik (seperti air bersih dan perumahan informal), beban APBD dapat diringankan melalui skema pembiayaan kolaboratif (blended financing).
Keterlibatan delapan BUMD dalam mendukung ekosistem 31 RSUD di bawah ARSADA menciptakan efisiensi rantai pasok yang masif—mulai dari manajemen limbah medis hingga pasokan pangan. Pendekatan ekosistem tertutup (closed-loop ecosystem) ini meminimalkan inefisiensi birokrasi dan memaksimalkan cross-subsidy antar-unit usaha daerah.
Sedangkan keterlibatan bank pembangunan daerah (Bank Jakarta) bersama lembaga penjamin (Jamkrida Jakarta) dalam penyediaan Fasilitas Pembiayaan Perolehan Rumah (FPPR) bagi pekerja sektor informal merupakan instrumen penting untuk meredam kesenjangan sosial perkotaan, sekaligus memperluas basis nasabah pembiayaan yang produktif dan berkelanjutan di tengah dinamika ekonomi makro. ■
_____________
DIGIONARY:
● Badan Pembinaan BUMD / BP BUMD: Perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang bertugas melakukan pembinaan, pengawasan, dan koordinasi terhadap pengelolaan BUMD.
● Closed-Loop Ecosystem: Sistem operasional terintegrasi di mana seluruh rantai pasok, mulai dari hulu hingga hilir, dikelola di dalam satu ekosistem internal yang efisien dan mandiri.
● Fasilitas Pembiayaan Perolehan Rumah / FPPR: Skema pembiayaan khusus yang dirancang untuk membantu masyarakat, termasuk pekerja sektor informal, dalam memiliki hunian layak.
● Special Mission Vehicle / SMV: Badan usaha milik negara atau daerah yang mendapatkan penugasan khusus dari pemerintah untuk mengemankan misi strategis tertentu di luar orientasi bisnis konvensional.
● Transit-Oriented Development / TOD: Konsep penataan kawasan perkotaan yang memadukan fungsi tata ruang terintegrasi dengan akses transportasi massal untuk mengurangi ketergantungan kendaraan pribadi.
