Atome terus kembangkan ekosistemnya, tambah 600 outlet di kuartal I/2023
digitalbank.id - TIME to own it, saatnya untuk miliki apa yang kamu inginkan. Inilah antara lain motto Atome, penyedia layanan layanan buy now pay later atau BNPL. Layanan ini sangat tepat bagi pelanggan yang ingin cepat memiliki barang yang diinginkan tanpa harus menunggu lama karena ada Atome. Di tahun 2023 ini, Atome siap menjadi pihak yang akan fokus memperluas ekosistem bisnisnya. Langkah ini dilakukan sebagai strategi untuk meraih profitabilitas dan menjaga pertumbuhan bisnis secara berkelanjutan.
Sepanjang kuartal I 2023, Atome telah berhasil menambah 135 merchant yang bergabung dalam ekosistemnya dengan total outlet sebanyak 600. Tambahan ini terutama datang dari merchant sektor otomotif, olahraga, dan home appliance.
Rizki Fadhilla, General Manager Atome mengatakan, potensi pasar BNPL di Indonesia sangat besar karena jumlah masyarakat kelas menengah sangat banyak. "Hal ini membuat kami termotivasi untuk terus memperluas penetrasi bisnis, terutama menjangkau lebih banyak sektor," ujarnya, Selasa (4/4).
Sementara pada akhir 2022, Atome telah bekerjasama dengan 700 merchant dan lebih dari 10,000 toko offline. Akuisisi merchant Atome berkembang cukup masif melihat sektor pay later di Indonesia yang berdasarkan laporan Business Wire diprediksi akan terus tumbuh stabil dengan pertumbuhan tahunan sebesar 44,4% dari tahun 2022 - 2028.
Rizki bilang, pertumbuhan bisnis Atome cukup pesat. Tahun lalu, perusahaan berhasil mencetak peningkatan transaksi hingga 360 kali dengan penghasilan gross merchandise value (GMV) meningkat 420 kali dibandingkan akhir tahun 2020.
Angka ini didapat dari total pembiayaan yang telah diberikan Atome kepada penggunanya yang mayoritas berasal dari daerah Jawa dan Bali. Besarnya ekosistem juga menunjukkan pertumbuhan penetrasi pengguna Atome di tahun 2022 yang meningkat hingga 9,600% dengan capaian lebih dari 5 juta pengunduh aplikasi.
Dengan perluasan ekosistem yang terus dilakukan, layanan Atome memungkinkan pengguna dalam melakukan transaksi belanja secara daring dan luring.
Rizki menyampaikan transaksi paling banyak yang dicatatkan Atome berasala dari sektor fashion dan kecantikan. Hal ini sejalan dengan strategi awal perusahaan yang sebelumnya hanya ingin fokus di sektor kecantikan dan fashion offline. "Pada tahun 2020, kami sudah berpartner dengan MAP. Ini yang membuat transaksi paling tinggi hingga saat ini masih dari sektor tersebut," ujarnya.
Namun, saat ini sektor yang dilayani Atome sudah semakin beragam. Perusahaan akan terus memperluas kerjasama dengan sektor-sektor lainnya.Menurut Rizki, sektor pay later saat ini semakin diminati masyarakat lantaran banyak dari mereka menuntut pengalaman belanja yang lebih terintegrasi dengan tingkat kenyamanan dan personalisasi yang lebih tinggi.■