Upaya BI Memacu Penerbitan Surat Utang Syariah di Tengah Dominasi SBN Konvensional
Bank Indonesia soroti peluang ekspansi pasar sukuk syariah di ISEF 2026.
____________
DIGI-HIGHLIGHTS:
■ Bank Indonesia soroti peluang besar perluasan pasar sukuk syariah nasional pada ajang ISEF 2026 di JCC Jakarta.
■ Akumulasi penerbitan Green Sukuk Indonesia di pasar global tembus US$7,7 miliar, sementara pasar domestik serap Rp108,9 triliun.
■ Gubernur BI Destry Damayanti catat porsi obligasi syariah masih kecil dibanding total outstanding SBN pemerintah.
■ Perhelatan ISEF ke-13 gandeng 1.000 pelaku industri halal dan 1.200 mitra strategis untuk dorong transformasi digital syariah.
_____________
Bank Indonesia (BI) kembali menegaskan komitmennya untuk memperluas penetrasi pasar instrumen keuangan syariah nasional. Dalam perhelatan Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) ke-13 yang digelar pada 14–18 Oktober 2026 di Jakarta Convention Center (JCC), otoritas moneter menggarisbawahi pentingnya pengembangan instrumen sukuk sebagai tulang punggung pembiayaan ekonomi berkelanjutan.
Ajang tahunan yang mengangkat tema akselerasi pertumbuhan ekonomi dan keuangan syariah berkelanjutan melalui sinergi serta transformasi digital tersebut melibatkan lebih dari 1.000 pelaku industri halal, 100 rangkaian kegiatan strategis, dan 1.200 mitra lintas sektor. Salah satu agenda utamanya adalah memetakan strategi pendalaman pasar (market deepening) bagi efek syariah berskala global maupun domestik.
Green Sukuk Indonesia
Gubernur Bank Indonesia, Destry Damayanti, menyampaikan bahwa pemerintah Indonesia telah secara konsisten memperluas akses pasar internasional melalui penerbitan instrumen berbasis lingkungan. Sejak pionir peluncurannya pada tahun 2018, akumulasi penerbitan Green Sukuk Indonesia di pasar global telah berhasil menembus angka US$7,7 miliar.
Sementara itu di dalam negeri, daya serap investor terhadap Green Sukuk domestik juga mencatatkan angka yang memuaskan, yakni mencapai Rp108,9 triliun. Keberhasilan ini membuktikan tingginya minat investor terhadap produk pembiayaan yang mengusung prinsip keberlanjutan dan berwawasan lingkungan.
Kendati menunjukkan tren pertumbuhan positif, Destry memberikan catatan kritis terkait porsi instrumen syariah yang masih belum seimbang dalam struktur utang negara. Pangsa pasar obligasi syariah dinilai masih relatif kecil jika dibandingkan dengan total keseluruhan penerbitan Surat Berharga Negara (SBN).
Oleh karena itu, Bank Indonesia mendorong sinergi yang lebih erat antara Kementerian Keuangan, otoritas regulasi, dan pelaku industri untuk menciptakan variasi produk sukuk yang lebih dinamis. Langkah percepatan ini diharapkan tidak hanya memperluas diversifikasi sumber pembiayaan APBN, tetapi juga mampu mengokohkan posisi Indonesia sebagai pusat keuangan syariah dunia.
Potensi Pengembangan Pasar Sukuk Nasional
Catatan Bank Indonesia mengenai terbatasnya porsi sukuk dalam struktur SBN memberikan gambaran intelijen strategis bagi ekosistem keuangan nasional. Dominasi SBN konvensional dalam portofolio utang pemerintah menandakan masih luasnya ruang (headroom) bagi penyerapan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN). Dengan meningkatnya permintaan investor global terhadap instrumen berbasis ESG (Environmental, Social, and Governance), optimalisasi Green Sukuk dapat menjadi alternatif penggalangan dana murah di tengah ketidakpastian suku bunga global.
Salah satu hambatan utama penetrasi sukuk domestik adalah keterbatasan akses investor individu di daerah. Pengintegrasian platform investasi digital dan penerbitan Sukuk Ritel Digital dapat menggerakkan tabungan domestik menjadi investasi produktif bagi pembangunan infrastruktur.
Sinergi yang digalang dalam ISEF 2026 antara 1.000 pelaku industri halal dan lembaga keuangan bertujuan memastikan bahwa penerbitan sukuk memiliki underlying asset proyek yang jelas di sektor riil, sehingga memperkuat ketahanan makroekonomi dari gejolak spekulasi pasar keuangan. ■
____________
DIGIONARY:
● Green Sukuk: Surat berharga syariah yang diterbitkan khusus untuk membiayai atau mendanai kembali proyek-proyek yang berkontribusi pada pelestarian lingkungan dan mitigasi perubahan iklim.
● Indonesia Sharia Economic Festival / ISEF: Ajang tahunan terbesar di Indonesia yang diinisiasi oleh Bank Indonesia untuk mengintegrasikan kegiatan ekonomi dan keuangan syariah secara nasional maupun internasional.
● Market Deepening / Pendalaman Pasar: Upaya untuk meningkatkan volume, variasi produk, dan likuiditas transaksi di pasar keuangan agar lebih efisien dan tahan terhadap kejutan ekonomi.
● Surat Berharga Negara / SBN: Surat utang yang diterbitkan oleh pemerintah Republik Indonesia untuk membiayai anggaran negara, terdiri dari instrumen konvensional dan syariah.
