Survei Citi Wealth 2026: Imbal Hasil Ungguli Global, Family Office Asia Pasifik Agresif Bidik Sektor AI
Sebanyak 26% family office Asia Pasifik membukukan imbal hasil di atas 15%, jauh melampaui rata-rata pencapaian investor global.
Laporan Global Family Office Report 2026 yang dirilis Citi Wealth menunjukkan kinerja investasi family office di kawasan Asia Pasifik paling unggul secara global, dengan 26% di antaranya mencatatkan imbal hasil (return) di atas 15% secara tahunan (year-on-year). Didorong oleh orientasi kewirausahaan dan kapabilitas bertaraf Sovereign Wealth Fund (SWF), sebanyak 79% family office di Asia Pasifik memilih strategi investasi langsung (direct investment) serta menjadikan kecerdasan buatan (AI) sebagai sektor fokus utama (80%).
__________
DIGI-HIGHLIGHTS:
■ Sebanyak 26% family office Asia Pasifik membukukan imbal hasil di atas 15%, jauh melampaui rata-rata pencapaian investor global.
■ Strategi investasi langsung mencapai tingkat partisipasi 79%, di mana 80% investor membidik sektor kecerdasan buatan (AI).
■ Stabilitas sistem keuangan global (53%) dan volatilitas pasar (52%) menjadi pemicu kecemasan utama investor di kawasan Asia Pasifik.
__________
Kelompok pengelola kekayaan keluarga atau family office di kawasan Asia Pasifik membukukan kinerja investasi paling solid secara global di tengah dinamika ekonomi makro dan eskalasi geopolitik. Laporan Global Family Office Report 2026 yang dirilis oleh Citi Wealth mengungkapkan bahwa 26% responden family office di Asia Pasifik mencatatkan imbal hasil (return) portofolio di atas 15% secara tahunan (year-on-year).
Survei yang melibatkan lebih dari 350 family office di 41 negara tersebut mencatat bahwa 22% pengelola kekayaan di kawasan Asia Pasifik menetapkan target imbal hasil tahunan melebihi 15%. Target tersebut hampir dua kali lipat lebih ambisius dibandingkan rata-rata family office secara global, seiring melonjaknya kinerja pasar saham utama regional seperti indeks Nikkei 225 yang menguat hingga 30% pada pertengahan 2026.
Head of Integrated Client Solutions and Global Family Office Group Citi Wealth, Dawn Nordberg, menjelaskan bahwa para investor institusional ini mampu menyeimbangkan optimisme dengan disiplin tinggi.
"Family office secara global menyeimbangkan keyakinan dengan ketahanan, peluang dengan disiplin, dan pertumbuhan dengan pengelolaan yang baik," kata Dawn Nordberg dalam keterangan resminya. "Sebagai investor institusional terkemuka, mereka menempatkan modal, membangun kapabilitas, dan menciptakan kesinambungan dengan cara yang akan membentuk generasi mendatang," ujarnya.
Imbal Hasil di Asia Tinggi
Tingginya imbal hasil di Asia Pasifik ditopang oleh kapabilitas manajemen aktif dan keterlibatan langsung pada portofolio. Sebanyak 79% responden di Asia Pasifik memilih alokasi investasi langsung (direct investment)—tertinggi di dunia—di mana 77% di antaranya mengandalkan tim riset internal (in-house team) untuk memetakan peluang investasi.
Sektor kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) menjadi fokus utama alokasi modal baru. Sebanyak 80% family office di Asia Pasifik menempatkan AI sebagai prioritas sektor utama, disusul minat tinggi pada industri kesehatan, robotika, dan pengembangan perangkat lunak. Selain AI, separuh dari family office di kawasan ini menyatakan tidak lagi melihat hambatan berarti untuk masuk ke kelas aset digital.
Head of Asia for Integrated Client Solutions and Global Family Office Citi Wealth, Bernard Wai, menyoroti evolusi pendekatan tata kelola kekayaan yang kian profesional di Asia Pasifik.
"Temuan survei 2026 menunjukkan lansekap family office yang semakin matang di Asia Pasifik, yang ditandai oleh pemikiran kewirausahaan, praktik investasi berkualitas institusional, dan selera yang kuat untuk konektivitas global," ujar Bernard Wai. "Family office di seluruh Asia Pasifik telah berevolusi menjadi semakin canggih, dengan kebutuhan bakat, penataan, dan tata kelola berpola pikir investasi layaknya dana kekayaan negara (Sovereign Wealth Fund/SWF)," katanya.
Mitigasi Risiko Ketat
Meskipun agresif memburu pertumbuhan, pengelola kekayaan di Asia Pasifik tetap mengadopsi mitigasi risiko yang ketat. Sebanyak 62% responden menerapkan strategi manajemen aktif dan 49% mengandalkan instrumen lindung nilai (hedging). Kerentanan sistem keuangan global (53%) dan volatilitas pasar (52%) menjadi kekhawatiran utama, salah satunya dipicu oleh sensitivitas alur pasokan energi mengingat 85% impor minyak Asia melintasi jalur krusial Selat Hormuz.
Secara global, Citi Wealth mencatat hampir 90% family office membukukan kinerja portofolio positif sepanjang tahun berjalan. Tren integrasi AI juga bergeser dari tahap eksperimen ke tahap implementasi operasional untuk meningkatkan efisiensi riset, proses due diligence, serta analisis data pendukung keputusan investasi. ■
__________
DIGIONARY:
● Aset Digital: Aset tak berwujud yang dibuat, diperdagangkan, dan disimpan dalam format digital, termasuk kripto dan instrumen keuangan terdesentralisasi (DeFi).
● Direct Investment: Penanaman modal langsung pada perusahaan target atau proyek tanpa melalui perantara dana investasi (funds).
● Family Office: Perusahaan pengelola investasi swasta yang menangani manajemen kekayaan, perencanaan pajak, dan suksesi untuk keluarga beraset sangat tinggi (ultra-high-net-worth).
● Hedging: Strategi investasi untuk mengurangi atau memitigasi risiko kerugian akibat pergerakan harga aset yang berlawanan di pasar modal.
● Sovereign Wealth Fund (SWF): Dana investasi milik negara yang mengelola aset finansial publik untuk tujuan komersial dan stabilitas ekonomi jangka panjang.