Selasa, 13 Okt 2026 DIGI-PRODUCTDigi-BankersDigi-ColumnDigi-CryptoDigi-Insights
Breaking
Beranda › Digi-Tech
Digi-Tech

Incar Pasar 2,78 Juta WNA, KakaoBank Rilis Layanan Perbankan Berbasis AI Multilingual

✍️ Raras Aivani Kusumendri 🕒 12 Oct 2026
meluncurkan rangkaian layanan keuangan berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) khusus bagi warga negara asing (WNA) yang berdomisili di Korea Selatan.
meluncurkan rangkaian layanan keuangan berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) khusus bagi warga negara asing (WNA) yang berdomisili di Korea Selatan.

KakaoBank rilis layanan AI multilingual & transfer gratis untuk WNA di Korea Selatan. Simak persaingan bank digital gaet 2,78 juta ekspatriat di sini.

__________

DIGI-HIGHLIGHTS:

■ KakaoBank luncurkan layanan perbankan digital berbasis AI multilingual khusus bagi warga asing penghuni Korea Selatan.
■ Proses pembukaan rekening dapat diselesaikan dalam 5 menit melalui chatbot seluler dengan integrasi data publik MyData.
■ Bermitra dengan fintech Hanpass, KakaoBank menyediakan layanan pengiriman uang internasional bebas biaya ke pasar utama.

___________

Bank digital berbasis aplikasi terkemuka asal Korea Selatan, KakaoBank, secara resmi meluncurkan rangkaian layanan keuangan yang dirancang khusus bagi warga negara asing (WNA) yang berdomisili di Korea Selatan pada Senin (12/10/2026). Langkah ini menandai masuknya KakaoBank ke dalam arena persaingan sengit antar-bank nasional dalam menggaet potensi pasar dari lonjakan populasi WNA di Negeri Ginseng.

Rangkaian layanan baru dari internet-only lender tersebut mencakup pembukaan rekening giro (checking accounts), kartu debit, pengiriman uang ke luar negeri (overseas remittances), serta sistem bantuan pelanggan berbahasa asing berteknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).

"Meskipun perbankan telah menjadi jauh lebih praktis bagi nasabah domestik, warga asing yang berdomisili di sini masih menghadapi ketidaknyamanan seperti yang kita alami di masa lalu, ketika kita harus mengunjungi kantor cabang bank hanya untuk membuka rekening," ujar Kepala Kampus Nasabah Asing KakaoBank, Bae Jung-ho, dalam konferensi pers di Seoul, Senin (12/10).

"Dengan menyediakan aplikasi yang sama dengan yang telah digunakan oleh 28 juta nasabah kami kepada warga asing, kami dapat meluncurkan lebih dari 50 layanan sekaligus," tambah Bae mengutip The Korea Times.

___________

Bank digital asal Korea Selatan, KakaoBank, meluncurkan rangkaian layanan keuangan berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) khusus bagi warga negara asing (WNA) yang berdomisili di Korea Selatan. Inisiatif ini melingkupi pembukaan rekening tabungan non-tatap muka, kartu debit cashback, pengiriman uang internasional (remittance), hingga dukungan fitur penerjemah AI multilingual untuk mengatasi kendala bahasa. Langkah agresif internet-only lender dengan 28 juta pengguna ini dirancang untuk merebut pangsa pasar dari rekor 2,78 juta populasi WNA di Korea Selatan, menyusul ekspansi serupa yang telah dirintis pesaingnya, Toss Bank dan jajaran bank komersial besar nasional.

___________

Rekening WNA KakaoBank dapat diakses oleh warga asing berusia 19 tahun ke atas yang memiliki kartu identitas terdaftar serta nomor telepon seluler atas nama pribadi. Pembukaan rekening dapat diselesaikan secara digital dalam waktu sekitar lima menit melalui chatbot seluler.

Prosedur pengajuan tersebut memanfaatkan layanan data publik MyData untuk memverifikasi nama, kewarganegaraan, dan alamat pemohon secara otomatis, sehingga memangkas kebutuhan pengisian data pribadi secara manual.

Aplikasi ini juga dilengkapi fitur penerjemah berbasis AI guna mengatasi masalah ketidakkonsistenan bahasa pada aplikasi perbankan konvensional.

"Beberapa aplikasi perbankan menyediakan dukungan multibahasa pada layar tertentu, namun ketika nasabah beralih ke fungsi lain, aplikasi tersebut tiba-tiba beralih kembali ke bahasa Korea," tutur Bae saat menjelaskan kendala yang sering dihadapi warga asing.

KakaoBank menerapkan teknologi penerjemah AI pada tampilan aplikasi, notifikasi penting, hingga konsultasi obrolan (chat consultations). Pada tahap awal, layanan ini mendukung bahasa Inggris, Mandarin, dan Vietnam, sementara konsultasi pelanggan tersedia dalam bahasa Inggris. Bank berencana memperluas cakupan dukungan bahasa pada tahun depan.

Selain rekening, warga asing juga dapat mengajukan kartu debit KakaoBank yang mendukung pembayaran domestik dengan manfaat pengembalian tunai (cashback) yang setara dengan nasabah warga Korea.

Untuk pengiriman uang internasional, KakaoBank menjalin kemitraan dengan perusahaan fintech Hanpass guna menyediakan fasilitas transfer ke sekitar 200 negara dalam lebih dari 50 mata uang. Pengiriman uang ke tujuan utama, termasuk Amerika Serikat dan China, dibebaskan dari biaya transfer.

KakaoBank juga menyediakan layanan penerimaan transfer luar negeri mandiri yang diproyeksikan sangat bermanfaat bagi para mahasiswa internasional.

Ekspansi ini dilakukan seiring gencarnya upaya perbankan Korea Selatan menggarap segmen pasar nasabah asing. Data Kementerian Kehakiman Korea Selatan mencatat populasi WNA di negara tersebut menyentuh rekor 2,78 juta jiwa pada akhir 2025, melonjak 5% dibandingkan tahun sebelumnya.

Kompetisi di segmen ini sejatinya telah berlangsung sengit. Toss Bank, pionir internet-only lender lainnya, telah menyediakan layanan pembukaan rekening non-tatap muka bagi WNA sejak 2022. Sementara itu, jajaran bank komersial utama juga gencar memperluas layanan multibahasa dan membuka kantor cabang khusus nasabah asing.

Peta Persaingan Bank Digital Rehional

Inisiatif KakaoBank mengintegrasikan fitur AI dan layanan remittance untuk populasi ekspatriat membawa implikasi strategis penting bagi peta persaingan bank digital regional. Ada beberapa poin penting yang patut dicatat.

● Pemanfaatan arsitektur MyData pemerintah Korea Selatan menurunkan hambatan verifikasi identitas (e-KYC) bagi nasabah asing. Efisiensi ini menekan biaya akuisisi nasabah sekaligus memangkas risiko identity fraud pada pembukaan rekening digital.

● Kemitraan bersama Hanpass membebaskan KakaoBank dari beban infrastruktur jaringan koresponden global yang mahal. Model integrasi API-first ini memungkinkan bank digital menawarkan tarif zero-fee remittance ke koridor utama, mengancam pendapatan komisi (fee-based income) bank konvensional di jalur transfer pekerja migran dan pelajar asing.

● Penerjemah AI Multilingual sebagai Standar Baru Retensi Nasabah: Penggunaan AI untuk otomatisasi penerjemahan dinamis menyelesaikan persoalan user experience (UX) yang kerap dikeluhkan pada aplikasi legacy banking. Strategi ini meningkatkan stickiness nasabah asing, sekaligus membuka jalan bagi rencana ekspansi regional KakaoBank ke pasar Asia Tenggara seperti Indonesia dan Mongolia. ■

___________

DIGIONARY:

● Artificial Intelligence / AI: Teknologi komputer yang dirancang untuk menirukan kemampuan persepsi, analisis, dan pengambilan keputusan manusia secara otomatis.
● Cashback: Program imbalan keuangan di mana sebagian dari jumlah uang yang dibelanjakan dikembalikan kepada konsumen.
● Chatbot: Program komputer berbasis teks atau suara yang dirancang untuk mensimulasikan percakapan interaktif dengan pengguna manusia.
● Internet-Only Lender: Bank atau lembaga keuangan yang mengoperasikan seluruh layanan perbankannya secara penuh melalui kanal digital tanpa kantor cabang fisik.
● MyData: Kerangka kerja tata kelola data publik yang memungkinkan individu mengontrol dan membagikan data pribadi mereka secara aman antar-lembaga jasa keuangan.
● Remittance: Fasilitas atau proses pengiriman uang antar-negara yang dilakukan oleh pekerja asing, siswa, atau entitas bisnis ke negara asal.

DP
Deddy H. Pakpahan
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update