Jumat, 09 Okt 2026 DIGI-PRODUCTDigi-BankersDigi-ColumnDigi-CryptoDigi-Insights
Breaking
Beranda › Digi-Crypto
Digi-Crypto

Visa Perluas Ekspansi Stablecoin: Transaksi Komersial dan Bisnis Lintas Negara Melonjak 200%

✍️ Raras Aivani Kusumendri 🕒 08 Oct 2026
Visa Perluas Ekspansi Stablecoin: Transaksi Komersial dan Bisnis Lintas Negara Melonjak 200%

Visa catat lonjakan transaksi kartu stablecoin hingga 200% pada 2026. Simak pergeseran tren pemanfaatan aset digital untuk komersial dan bisnis.

DIGI-HIGHLIGHTS:

■ Transaksi kartu berbasis stablecoin di jaringan Visa melonjak hampir 200% YoY pada tahun fiskal 2026 melalui 160 lebih program kartu terintegrasi.
■ Sektor korporasi dan kartu komersial menyumbang 17% dari total volume transaksi stablecoin, dipicu kebutuhan pembayaran lintas negara.
■ Penggunaan stablecoin bergeser ke transaksi riil seperti pembayaran vendor US28 miliar, payroll US43 miliar, dan biaya jasa US$56 miliar.

 

Jaringan pembayaran global Visa melaporkan pertumbuhan signifikan pada penggunaan aset digital untuk transaksi riil. Volume transaksi kartu yang terhubung dengan stablecoin mencatatkan lonjakan hingga hampir 200% secara tahunan (year-on-year) sepanjang tahun fiskal 2026.

Peningkatan tajam ini didorong oleh semakin luasnya integrasi stablecoin oleh institusi keuangan, penyedia jasa pembayaran, dan korporasi untuk mengelola arus kas serta pemindahan dana secara cepat. Hingga saat ini, jaringan Visa telah mendukung lebih dari 160 program kartu berbasis stablecoin yang mencakup segmen konsumen, bisnis, hingga komersial.

Dari total volume kartu yang terhubung dengan stablecoin, segmen bisnis dan kartu komersial menyumbang sekitar 17% sepanjang tahun fiskal 2026. Angka tersebut mencerminkan adaptasi instrumen kripto berpatokan nilai stabil dalam ekosistem transaksi perusahaan.

"Perusahaan tidak mencari teknologi pembayaran baru hanya demi inovasi. Mereka mencari cara yang terpercaya dan andal untuk memindahkan uang. Hal yang berubah adalah bahwa stablecoin kini semakin menjadi bagian dari diskusi seputar aplikasi bisnis nyata, mulai dari pembayaran pemasok dan operasi treasury hingga perdagangan lintas negara," ujar Global Head of Product, Commercial & Money Movement Solutions Visa, Mark Nelsen, seperti dikutip Fintech News Singapura.

Secara historis, stablecoin lebih sering diasosiasikan dengan perdagangan spekulatif di bursa kripto. Namun, riset dari Allium yang dikutip oleh Visa menunjukkan bahwa transaksi pembayaran kini menjadi kasus penggunaan (use case) dengan pertumbuhan tercepat. Nilai transaksi pembayaran tahunan menggunakan stablecoin diperkirakan telah mencapai angka antara US401 miliar hingga US527 billion.

Riset tersebut mencatat kategori pembayaran bisnis terbesar meliputi biaya jasa (service fees) sebesar US56 miliar, penggajian karyawan (*payroll*) senilai US43 miliar, serta pembayaran ke vendor atau pemasok (supplier payments) sebesar US$28 miliar. Di samping itu, arus pembayaran antarperusahaan (business-to-business/B2B) mencatatkan porsi transaksi lintas negara (cross-border) tertinggi, yakni mencapai 43% dari total volume.

Guna merespons tren perpindahan modal digital ini, Visa terus memperluas kapabilitas infrastrukturnya pada segmen setelmen (settlement), perpindahan uang, dan penerimaan pembayaran, termasuk pada fasilitas pra-pendanaan (pre-funding) serta pencairan dana melalui Visa Direct.

Perkembangan ini sejalan dengan tren global yang direkam oleh Financial Stability Board (FSB) dan Bank for International Settlements (BIS), yang mencatat bahwa efisiensi biaya serta kecepatan pemrosesan menjadi pendorong utama lembaga keuangan mengadopsi rel pembayaran berbasis blockchain. Di kawasan Asia Tenggara, kerangka regulasi yang makin jelas di pusat keuangan seperti Singapura turut mempercepat integrasi token pembayaran digital ke dalam rantai pasok finansial arus utama. ■

DIGIONARY:

● Aset Digital: Bentuk nilai atau hak yang disimpan dan ditransaksikan secara elektronik menggunakan teknologi buku besar terdistribusi (distributed ledger).
● Business-to-Business / B2B: Transaksi komersial dan keuangan yang dilakukan secara langsung antarperusahaan atau entitas bisnis.
● Cross-Border Payment: Pemindahan dana atau pembayaran di mana pengirim dan penerima berada di dua negara atau yurisdiksi hukum yang berbeda.
● Payroll: Sistem manajemen dan penyaluran gaji atau upah dari perusahaan kepada para karyawannya.
● Pre-Funding: Penyediaan modal atau dana terlebih dahulu pada suatu rekening untuk menjamin kelancaran eksekusi transaksi instan.
● Settlement: Proses penyelesaian akhir transaksi keuangan yang menandai peralihan hak dan kewajiban antarpihak yang bertransaksi.
● Stablecoin: Jenis kripto yang dirancang memiliki nilai stabil dengan mematok harganya pada aset acuan seperti mata uang fiat US$ atau emas.
● Treasury Operations: Fungsi pengelolaan likuiditas, modal, investasi, serta manajemen risiko keuangan di dalam internal korporasi.
● Visa Direct: Layanan pembayaran jaringan Visa yang memungkinkan pengiriman dana secara langsung dan real-time ke kartu, rekening, atau dompet digital.

DP
Deddy H. Pakpahan
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update