Senin, 05 Okt 2026 DIGI-PRODUCTDigi-BankersDigi-ColumnDigi-CryptoDigi-Insights
Beranda › Digi-Tech
Digi-Tech

Serangan Cyber Meluas ke Bank Raksasa Korsel, Otoritas Keuangan Siapkan Pertahanan Berbasis AI

✍️ Nareswara Cakra Kusuma 🕒 05 Oct 2026
Serangan cyber merangseng ke sistem perbankan Korea Selatan
Serangan cyber merangseng ke sistem perbankan Korea Selatan

Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung memerintahkan penyelidikan menyeluruh atas insiden kebocoran data pribadi yang melanda perbankan, lembaga keuangan, hingga instansi publik.

___________

DIGI-HIGHLIGHTS:

■ Presiden Lee Jae Myung perintahkan investigasi mendalam terkait kebocoran data pribadi massal di perbankan dan instansi publik.
■ Otoritas FSC menduga peretas menggunakan AI dan menyerukan pendekatan pertahanan berbasis kecerdasan buatan secara lintas industri.
■ Kebocoran meluas ke bank besar seperti Shinhan, KB Kookmin, Hana, dan Woori dengan indikasi potensi keterlibatan pihak Korea Utara.

___________

Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung memerintahkan penyelidikan menyeluruh dan penyiapan langkah penanganan darurat menyusul runtutan insiden kebocoran data pribadi yang membobol sejumlah bank, perusahaan keuangan, dan lembaga publik.

Kantor Kepresidenan Korea Selatan menegaskan bahwa instruksi tersebut dikeluarkan guna memastikan perlindungan data nasabah serta menjaga stabilitas sistem keuangan nasional dari ancaman siber yang kian kompleks.

Ketua Financial Services Commission (FSC) Lee Eog-weon menggelar rapat darurat bersama asosiasi industri keuangan, lembaga pengawas, serta para eksekutif dari institusi terdampak pada Minggu (04/10/2026).

Dalam pertemuan tersebut, regulator memberikan peringatan keras agar seluruh sektor keuangan merespons ancaman ini dengan tingkat kewaspadaan tertinggi.

Penggunaan AI

Lee Eog-weon menyatakan bahwa pihak berwenang tidak mengesampingkan kemungkinan penggunaan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) oleh para peretas. Oleh karena itu, ia menyerukan penerapan strategi pertahanan "AI dibalas AI" (AI attacks defended by AI), seraya merencanakan pembaruan kerangka kerja keamanan siber di sektor finansial secara menyeluruh.

Rapat darurat pada hari Minggu tersebut diajukan lebih cepat dari jadwal semula pada 7 Oktober setelah ditemukannya peretasan tambahan di lembaga keuangan sekunder. Langkah ini menyusul koordinasi pada hari Jumat (02/10), saat Shinhan Bank dan KB Kookmin Bank resmi melaporkan adanya peretasan. Kantor berita Yonhap turut memberitakan bahwa Hana Bank dan Woori Bank juga mengalami masalah keamanan serupa.

Inspeksi Keamanan

Lembaga pengawas keuangan mengonfirmasi telah menerjunkan tim investigasi langsung ke lokasi sejak Shinhan Bank menyampaikan laporan peretasan pada 30 September, sebelum akhirnya memperluas area pemeriksaan ke institusi lain.

Seluruh lembaga keuangan kini diinstruksikan melakukan inspeksi keamanan secara komprehensif, memperketat kontrol akses, membatasi akses sistem dari pihak eksternal, serta meningkatkan perlindungan konsumen. 

Informasi mengenai metode serangan, alamat protokol internet (internet protocol/IP), dan data ancaman lainnya juga dibagikan secara berkala antarinstansi untuk mencegah kerugian berlanjut.

Laporan Yonhap menyebutkan para regulator meyakini pelaku tidak hanya menyasar satu bank secara spesifik, melainkan memindai kelemahan sistem di pelbagai lembaga keuangan secara acak. Data bank yang diserahkan kepada parlemen memperlihatkan bahwa lalu lintas serangan berasal dari alamat IP yang tersebar di beberapa negara, termasuk Amerika Serikat, Jepang, Singapura, Vietnam, dan Inggris.

Sementara itu, partai oposisi utama, People Power Party, mendesak otoritas keamanan untuk menyelidiki potensi keterlibatan Korea Utara. Hal ini merujuk pada rekam jejak serangan siber masa lalu yang dikaitkan dengan rezim Pyongyang terhadap infrastruktur keuangan Korea Selatan.

Fenomena meningkatnya ancaman peretasan berbasis AI di Korea Selatan ini sejalan dengan temuan riset global World Economic Forum Global Cybersecurity Outlook, yang mencatat bahwa lebih dari 70% organisasi global menganggap AI generatif mempercepat eskalasi serangan siber. Selain itu, laporan ancaman siber perbankan dari Financial Stability Board (FSB) menekankan bahwa interkoneksi sistem keuangan digital membuat kelemahan satu institusi dapat berdampak domino pada seluruh ekosistem perbankan. ■

__________

DIGIONARY:

● AI Attack: Serangan siber yang memanfaatkan algoritma kecerdasan buatan untuk mengotomatisasi pemindaian celah keamanan dan mengeksekusi peretasan secara efisien.
● Financial Services Commission / FSC: Lembaga regulator dan pengawas utama pemerintah Korea Selatan yang bertugas merumuskan kebijakan keuangan serta mengawasi pasar finansial.
● IP Address: Deretan angka unik yang mengidentifikasi perangkat komputer atau jaringan saat terhubung ke internet.
● Kebocoran Data / Data Leak: Insiden terlepasnya informasi rahasia atau data pribadi ke lingkungan yang tidak terotorisasi secara tanpa izin.
● Keamanan Siber / Cybersecurity: Praktik dan teknologi untuk melindungi sistem komputer, jaringan, dan data dari akses ilegal atau serangan digital.
● Lembaga Keuangan Sekunder: Penyedia jasa finansial non-bank utama, seperti perusahaan pembiayaan, tabungan simpan pinjam, atau entitas investasi skala menengah.
● Pemindaian Celah / Vulnerability Scanning: Proses teknis untuk mendeteksi kelemahan keamanan pada sistem komputer, jaringan, atau aplikasi.
● Sistem Finansial: Ekosistem lembaga, pasar, instrumen, dan infrastruktur yang memfasilitasi aliran dana dan transaksi ekonomi.

DP
Deddy H. Pakpahan
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update