Jumat, 02 Okt 2026 Digi-BankersDigi-ColumnDigi-CryptoDigi-InsuranceDigi-Lifestyle
Beranda › Digi-News
Digi-News

Peta Baru AS-Tiongkok: Sepakati Kanal Risiko Teknologi meski Donald Trump Tolak Riset Bersama

✍️ Baskara Zivandaru Pranaja 🕒 01 Oct 2026
Beijing mendesak agar tata kelola teknologi kognitif global dipimpin oleh PBB agar bersifat inklusif, adil, dan bermanfaat bagi semua.
Beijing mendesak agar tata kelola teknologi kognitif global dipimpin oleh PBB agar bersifat inklusif, adil, dan bermanfaat bagi semua.

Pemerintah Tiongkok merespons diplomatis kebijakan Amerika Serikat yang mengganti istilah Artificial Intelligence (AI) menjadi Super Intelligence (SI) di lingkungan pemerintahan federal.

DIGI-HIGHLIGHTS:

■ Tiongkok secara resmi menghormati keputusan AS mengubah istilah AI menjadi Super Intelligence usai KTT bilateral kedua negara.
■ Beijing mendesak agar tata kelola teknologi kognitif global dipimpin oleh PBB agar bersifat inklusif, adil, dan bermanfaat bagi semua.
■ AS dan Tiongkok sepakat membuka kanal komunikasi penanganan krisis dan melanjutkan dialog antar-pemerintah guna mengelola risiko teknologi.

_________

Pemerintah Tiongkok menyampaikan sikap resmi terkait langkah dramatis pemerintah Amerika Serikat yang merombak terminologi Artificial Intelligence (AI) menjadi Super Intelligence (SI) dalam seluruh birokrasi federalnya. Melalui Kementerian Luar Negeri Tiongkok (Ministry of Foreign Affairs/MFA), Beijing memilih pendekatan diplomatis yang pragmatis tanggap atas hasil Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) bilateral AS-Tiongkok.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Guo Jiakun, mengonfirmasi bahwa pihak Beijing memperhatikan posisi resmi Washington dan "menghormati" (respects) perubahan istilah bahasa yang diterapkan oleh birokrasi AS. Tiongkok menegaskan tidak mempermasalahkan pengubahan penamaan domestik yang diterapkan oleh pemerintahan Presiden Donald Trump.

Soroti Tata Kelola Inklusif di Bawah PBB

kendati menghormati pilihan tata nama AS, Tiongkok menggarisbawahi pentingnya tata kelola teknologi komputasi canggih yang tidak didominasi oleh satu negara secara sepihak. Guo Jiakun menegaskan posisi prinsipil Beijing bahwa regulasi dan pengawasan teknologi kecerdasan buatan global harus tetap bersifat inklusif.

"Penting untuk memberikan peran sentral kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dalam membangun sistem tata kelola global yang adil dan bermanfaat untuk semua (AI for good and for all)," ujar Guo Jiakun dalam taklimat media di Beijing.

Pengelolaan Risiko dan Dialog Antar-Pemerintah

Di tengah sikap keras Presiden Donald Trump yang secara terbuka menolak integrasi teknologi maupun kolaborasi riset penuh—dengan alasan mengklaim Amerika Serikat saat ini unggul 1 hingga 1,5 tahun di bidang kecerdasan komputasi—Tiongkok tetap mengedepankan stabilitas pragmatis.

Guna mencegah eskalasi krisis yang tidak diinginkan, kedua negara menyepakati pembentukan Kanal Komunikasi Penanganan Insiden AI (AI Incident Communication Channel). Mekanisme komunikasi khusus ini dirancang untuk menangani potensi insiden teknis atau krisis akibat komputasi canggih secara terukur. Selain itu, kedua pihak berkomitmen menjaga forum Dialog Antar-Pemerintah (Intergovernmental Dialogue) berbasis prinsip saling menghormati, kesetaraan, dan timbal balik guna mengelola risiko teknologi secara berkelanjutan.

Langkah Tiongkok ini dinilai sebagai upaya menjaga kanal diplomasi tetap terbuka di tengah persaingan ketat penguasaan teknologi global antara dua kekuatan ekonomi dunia. ■

__________

DIGIONARY:

● AI for Good and for All: Prinsip pengembangan dan pemanfaatan kecerdasan buatan untuk kebaikan bersama serta kemaslahatan seluruh masyarakat dunia secara inklusif.
● Artificial Intelligence (AI): Istilah standar internasional untuk sistem komputer yang dirancang meniru fungsi intelegensi manusia.
● Intergovernmental Dialogue: Forum komunikasi dan negosiasi resmi yang dilakukan langsung antar-lembaga pemerintah dari dua negara atau lebih.
● Kanal Komunikasi Penanganan Insiden: Jalur komunikasi cepat dan khusus yang disiapkan antarnegara untuk merespons krisis atau gangguan teknis yang tidak terduga.
● Super Intelligence (SI): Terminologi baru yang diterapkan pemerintah federal AS untuk mendeskripsikan sistem komputasi canggih berskala melampaui AI konvensional.
● Tata Kelola Global (Global Governance): Kerangka kerja, regulasi, dan norma internasional yang disepakati bersama untuk mengatur isu-isu lintas negara.

DP
Deddy H. Pakpahan
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update