Jumat, 25 Sep 2026 Digi-BankersDigi-ColumnDigi-CryptoDigi-InsuranceDigi-Lifestyle
Beranda › Digi-Tech
Digi-Tech

Percepat Adopsi AI Enterprise, CloudMile dan Aerospike Perkuat Infrastruktur Data Real-Time di Indonesia

✍️ Safaruddin Husada 🕒 25 Sep 2026
CloudMile dan Aerospike mengumumkan kemitraan strategis di Indonesia untuk memperkuat fondasi data multi-cloud dan mempercepat adopsi Artificial Intelligence (AI) di tingkat korporasi.
CloudMile dan Aerospike mengumumkan kemitraan strategis di Indonesia untuk memperkuat fondasi data multi-cloud dan mempercepat adopsi Artificial Intelligence (AI) di tingkat korporasi.

CloudMile dan Aerospike mengumumkan kemitraan strategis di Indonesia untuk memperkuat fondasi data multi-cloud dan mempercepat adopsi Artificial Intelligence (AI) di tingkat korporasi. Kolaborasi ini menggabungkan keahlian arsitektur cloud lokal milik CloudMile dengan platform data real-time Aerospike guna membantu sektor keuangan, telekomunikasi, dan digital commerce mengatasi kendala pengelolaan data berskala besar. Langkah ini menjawab tantangan rendahnya efisiensi investasi AI di Indonesia, di mana baru sebagian kecil korporasi yang berhasil memperoleh efisiensi biaya sekaligus peningkatan pendapatan dari adopsi AI.

DIGI-HIGHLIGHTS:

■ Kemitraan CloudMile dan Aerospike hadir untuk memperkuat infrastruktur data multi-cloud dan mempercepat integrasi AI di korporasi Indonesia.
■ Kolaborasi memadukan keahlian arsitektur cloud lokal dengan platform data real-time untuk pemrosesan informasi berkecepatan tinggi.
■ Solusi difokuskan pada sektor keuangan, telekomunikasi, dan e-commerce guna mengoptimalkan implementasi GenAI serta sistem pembuat keputusan.


Di tengah gelombang investasi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) yang terus meningkat, korporasi di Indonesia masih dihadapkan pada tantangan besar untuk mengonversi adopsi teknologi tersebut menjadi nilai bisnis nyata. Menjawab ketimpangan itu, CloudMile dan Aerospike resmi mengumumkan kemitraan strategis di Indonesia pada Kamis (24/9) untuk membangun fondasi infrastruktur data real-time berbasis multi-cloud.

Kolaborasi ini memadukan keahlian CloudMile dalam tata kelola arsitektur cloud lokal, migrasi, dan managed services dengan platform pemrosesan data real-time milik Aerospike. Sinergi ini dirancang untuk menyajikan solusi end-to-end yang memungkinkan perusahaan memproses data berskala besar secara presisi, sekaligus memindahkan inisiatif AI dari tahap eksperimen ke aplikasi operasional siap pakai.

Urgensi penguatan infrastruktur ini tecermin dari temuan PwC's 29th Global CEO Survey – Indonesia. Laporan tersebut mencatat bahwa 22% CEO di Indonesia mengonfirmasi AI berhasil meningkatkan pendapatan dalam 12 bulan terakhir, sementara 28% melaporkan adanya efisiensi biaya. Namun, baru 10% pimpinan perusahaan yang mampu meraih kedua manfaat tersebut secara bersamaan. Riset PwC juga membeberkan bahwa hanya 24% CEO di Indonesia yang menilai akses data menyeluruh (comprehensive data access) telah menjadi fondasi praktis untuk membuka potensi AI.

Bukan Hanya pada Kecanggihan Model

Country Director CloudMile Indonesia, Gilland Cardindo, menekankan bahwa kunci keberhasilan AI tidak hanya terletak pada kecanggihan model komputasi, melainkan pada keandalan akses data pendukungnya.

“Adopsi AI semakin meningkat di berbagai perusahaan Indonesia, tetapi implementasi AI yang sukses membutuhkan lebih dari sekadar powerful models. Organisasi juga membutuhkan data foundation yang dapat menyediakan akses terhadap informasi secara cepat, andal, dan scalable,” ujar Gilland Cardindo.

 “Dengan menggabungkan local cloud expertise CloudMile dengan real-time data capabilities Aerospike, kami dapat membantu perusahaan mengatasi kebutuhan multi-cloud yang kompleks sekaligus mengubah AI dan real-time applications menjadi practical business outcomes," tambahnya.

Platform Aerospike menawarkan akses data yang konsisten dan terprediksi dalam hitungan milidetik. Kemampuan ini vital bagi operasi bisnis modern seperti analisis perilaku konsumen, mesin rekomendasi (recommendation engines), deteksi kecurangan (fraud detection), customer 360, hingga pemeringkatan kredit dinamis (dynamic credit scoring). Kebutuhan pemrosesan instan ini kian mendesak seiring diterapkannya teknologi Generative AI (GenAI) dan Retrieval-Augmented Generation (RAG) yang membutuhkan pasokan konteks data terkini.

Pembeda dalam Persaingan Industri Digital

Country Head – ASEAN Aerospike, Venkatesh Guntur, menyatakan bahwa penguasaan data secara real-time telah menjadi pembeda utama dalam persaingan industri digital yang berkembang pesat.

“Real-time data menjadi competitive advantage ketika perusahaan-perusahaan Indonesia di sektor financial services, telecommunications, dan digital commerce berkembang pesat dan mengadopsi AI untuk menghadirkan layanan digital yang lebih responsif,” ujar Venkatesh Guntur. 

Seiring dengan ekspansi perusahaan-perusahaan ini, mereka membutuhkan infrastructure yang mampu mendukung volume data yang terus meningkat dan aplikasi yang tuntutannya semakin besar. "Kemitraan kami dengan CloudMile menyatukan platform Aerospike untuk status dan konteks bisnis real-time dengan keahlian cloud lokal untuk membantu perusahaan berekspansi lebih percaya diri," tambahnya.

Akselerasi pasar teknologi digital di kawasan Asia Tenggara mempertegas pentingnya kesiapan infrastruktur ini. Laporan e-Conomy SEA memperkirakan nilai ekonomi digital Indonesia terus mencatatkan pertumbuhan signifikan, menuntut kesiapan infrastruktur teknologi yang tangguh (resilient), terukur (scalable), dan responsif terhadap perubahan dinamika pasar.

Melalui kemitraan ini, CloudMile dan Aerospike akan mendampingi korporasi nasional secara langsung dalam menilai ekosistem cloud, merancang arsitektur data, hingga memberikan dukungan operasional berkelanjutan. ■


DIGIONARY:

● End-to-End: Layanan menyeluruh yang mencakup setiap tahapan proses dari perencanaan awal hingga dukungan operasional akhir.
● Generative AI (GenAI): Kategori kecerdasan buatan yang mampu menghasilkan konten baru seperti teks, kode, atau gambar berdasarkan analisis pola data.
● Managed Services: Layanan pengelolaan dan pemeliharaan infrastruktur teknologi informasi yang diserahkan kepada penyedia jasa eksternal.
● Multi-Cloud: Penggunaan layanan komputasi awan (cloud) dari beberapa penyedia berbeda untuk mengoptimalkan kinerja dan keandalan sistem.
● Real-Time Data: Informasi yang diproses dan disajikan secara langsung pada saat data tersebut dibuat atau diperbarui.
● Retrieval-Augmented Generation (RAG): Teknik pengoptimalan AI yang menghubungkan model bahasa besar (LLM) dengan basis data eksternal terpercaya untuk menghasilkan respons yang lebih akurat.

SH
DP
Deddy H. PakpahanEditor
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update