Gedung Putih Pensiunkan Istilah AI, Trump Wajibkan Lembaga Federal Gunakan Super Intelligence
Presiden Amerika Serikat Donald J. Trump secara resmi menandatangani perintah eksekutif yang merombak tata nama kecerdasan buatan di lingkungan eksekutif pemerintah federal AS.
DIGI-HIGHLIGHTS:
■ Gedung Putih merombak tata nama resmi pemerintah AS dengan menghapus istilah AI dan menggantinya secara mutlak menjadi Super Intelligence (SI).
■ Seluruh kementerian federal diberi tenggat 60 hari untuk menyusun rumusan undang-undang definisi baru terkait cakupan Super Intelligence.
■ Kebijakan diresmikan bersama kesepakatan komitmen keamanan dengan raksasa teknologi seperti Google, Meta, OpenAI, Nvidia, dan xAI.
__________
Pemerintah Serikat Amerika Serikat secara resmi menanggalkan istilah kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) dari seluruh tata kelola pemerintahan federal. Presiden Donald J. Trump menandatangani Perintah Eksekutif (Executive Order) bertajuk "Inaugurating the Era of Super Intelligence", yang menginstruksikan seluruh kementerian dan lembaga eksekutif untuk menggunakan istilah "Super Intelligence" (SI) dalam setiap dokumen resmi, komunikasi publik, hingga laporan kebijakan.
Langkah politik ini menjadi penanda pergeseran narasi besar Washington dalam memandang evolusi teknologi kognitif. Dalam dekrit tersebut, Gedung Putih menegaskan bahwa kemampuan sistem kecerdasan terdepan saat ini telah melampaui konsep awal AI yang dicetuskan 70 tahun silam. Teknologi modern dinilai tidak lagi sekadar meniru atau mengotomatisasi tugas-tugas spesifik manusia, melainkan telah melipatgandakan daya cipta dan membuka reka baru di bidang sains, kedokteran, hingga pertahanan nasional.
"Ini adalah hal terbesar yang pernah ada—mungkin paling besar dalam sejarah. Jauh lebih besar dari internet," ujar Trump di hadapan media usai pertemuan tingkat tinggi di Gedung Putih. "Ini bukan sekadar kecerdasan buatan, kita semua menyepakati hal itu."
Aturan Tidak Berlaku Surut
Perintah eksekutif ini secara tegas melarang cabang eksekutif untuk mengakui penggunaan istilah "Artificial Intelligence" maupun akronim "AI" dalam pengaturan resmi yang berlaku. Meski demikian, aturan ini tidak berlaku surut. Peraturan yang telah terbit sebelumnya, dokumen arsip sejarah, kontrak kerja sama, serta hibah pemerintah yang telah berjalan tidak diwajibkan untuk diubah.
Sebagai langkah lanjutan, Asisten Presiden bidang Sains dan Teknologi (Assistant to the President for Science and Technology/APST) diberi tenggat waktu 60 hari untuk mengajukan usulan draf undang-undang ke Kongres. Draf tersebut akan merumuskan definisi legal federal mengenai Super Intelligence, mengevaluasi cakupan hukum perundang-undangan yang ada, serta menyelaraskan regulasi penunjang di seluruh jajaran birokrasi.
Accord on Super Intelligence
Langkah re-branding nasional ini dilakukan berbarengan dengan konsolidasi politik bersama para pemimpin industri teknologi dunia. Di hari yang sama, Gedung Putih memfasilitasi penandatanganan White House Accord on Super Intelligence—sebuah kesepakatan tata kelola mandiri yang diikuti oleh para CEO raksasa teknologi, termasuk Sundar Pichai (Google), Mark Zuckerberg (Meta), Jensen Huang (Nvidia), Elon Musk (xAI), Dario Amodei (Anthropic), dan Greg Brockman (OpenAI).
Direktur Intelijen Nasional AS, Jay Clayton, menekankan bahwa kepemimpinan penuh pada domain ini merupakan fondasi utama keamanan negara. "Konsensus mendasar hari ini terkait isu keamanan nasional adalah bahwa menjadi pemimpin utama di Amerika pada domain kecerdasan ini merupakan hal paling krusial bagi keamanan nasional kita," kata Clayton.
Perubahan terminologi ini diproyeksikan akan mendefinisikan ulang panggung kompetisi global, terutama dalam persaingan teknologi antara Amerika Serikat dan Tiongkok. Langkah ini mempertegas preferensi administrasi Trump untuk mendorong inovasi pesat melalui kolaborasi industri ketimbang pengawasan regulasi yang membatasi. ■
__________
DIGIONARY:
● Amplifikasi Kognitif: Proses peningkatan kapasitas berpikir, analisis, dan kreativitas manusia melalui bantuan sistem komputasi tingkat tinggi.
● Artificial Intelligence (AI): Konsep pemrosesan data berbasis mesin yang dirancang untuk meniru fungsi kognitif manusia seperti pemecahan masalah dan pembelajaran.
● Executive Order (Perintah Eksekutif): Instruksi mengikat yang dikeluarkan oleh Presiden Amerika Serikat kepada lembaga-lembaga federal tanpa memerlukan persetujuan langsung dari Kongres.
● Frontier Systems: Model kecerdasan komputasi kelas paling maju dan berkapasitas tertinggi yang berada di garis depan pengembangan teknologi.
● Super Intelligence (SI): Istilah resmi baru pemerintah federal AS untuk mendeskripsikan teknologi kecerdasan canggih yang kapasitasnya melampaui batas otomatisasi AI tradisional.