Selasa, 29 Sep 2026 Digi-BankersDigi-ColumnDigi-CryptoDigi-InsuranceDigi-Lifestyle
Beranda › Digi-Regulations
Digi-Regulations

Ancam Peran Bank dan Intai Sektor Finansial, Perbankan Global Desak Regulasi Agen AI Belanja

✍️ Nareswara Cakra Kusuma 🕒 28 Sep 2026
Belum adanya kejelasan hukum atas sengketa transaksi otomatis AI memicu kekhawatiran lonjakan kasus fraud, scam, dan kebocoran data.
Belum adanya kejelasan hukum atas sengketa transaksi otomatis AI memicu kekhawatiran lonjakan kasus fraud, scam, dan kebocoran data. Foto: digitalbank.id

Commonwealth Bank of Australia (CBA) bersama konsorsium perbankan global seperti Bank of America, NatWest, dan ING mendesak penetapan regulasi ketat terhadap penggunaan agen kecerdasan buatan (agentic AI) dalam transaksi e-commerce. Lonjakan penerapan agentic commerce yang memungkinkan bot AI mengeksekusi pembayaran secara otomatis berisiko mengeliminasi peran bank dalam interaksi nasabah (disintermediation), meningkatkan ancaman scam, serta memicu ketidakpastian hukum saat terjadi sengketa transaksi. Sektor perbankan menuntut keterlibatan raksasa teknologi dan penyedia kartu kredit untuk menetapkan standar keselamatan, transparansi algoritma, serta perlindungan data sebelum teknologi ini beroperasi luas.

__________

DIGI-HIGHLIGHTS:

■ CBA dan bank global memperingatkan ancaman agentic commerce yang berpotensi memutus interaksi langsung perbankan dengan nasabah.
■ Belum adanya kejelasan hukum atas sengketa transaksi otomatis AI memicu kekhawatiran lonjakan kasus fraud, scam, dan kebocoran data.
■ Perbankan dunia mendesak pengembang AI menetapkan standar transparansi algoritma dan aturan perlindungan data dalam sistem pembayaran.

__________

Commonwealth Bank of Australia (CBA) menjadi salah satu lembaga keuangan yang paling gencar menyoroti ekspansi agresif raksasa teknologi Silicon Valley ke dalam sektor jasa keuangan. Di tengah akselerasi adopsi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), bank terbesar di Australia tersebut kini mengarahkan perhatian pada ancaman teknologi agentic commerce—sistem belanja otomatis berbasis AI yang dinilai dapat menggeser posisi perbankan retail.

Langkah CBA dilakukan seiring dengan keterlibatannya dalam kelompok perbankan global yang mencakup Bank of America, NatWest, dan ING. Konsorsium ini mendesak para pengembang AI, seperti OpenAI, Meta, dan Anthropic, untuk bekerja sama dengan jaringan pembayaran seperti Visa dan Mastercard guna merumuskan aturan dasar terkait keamanan, privasi data, pilihan konsumen, dan transparansi algoritma.

Analis dari firma riset Jarden, Matt Wilson, menggarisbawahi bahwa penetrasi agen AI berpotensi memutus hubungan langsung (disintermediation) antara bank dan nasabah. "AI merambah dunia seperti fiksi ilmiah yang menular," kata Wilson dalam catatan risetnya. 

"Agen AI yang memutus hubungan bank retail dengan pelanggan adalah ancaman nyata. Kami melihat skenario di mana agen AI layanan keuangan melakukan dialog teratur dengan pelanggan, secara mandiri memindai produk terbaik atas nama mereka, dan melakukan transaksi secara lancar. Seorang pelanggan bank mungkin tidak akan pernah lagi membuka aplikasi bank mereka, menghubungi call center, atau mengunjungi cabang," ujarnya mengutip Financial Review.

Kepala Pembayaran CBA, Ethan Teas, menilai kehadiran instrumen belanja otomatis ini sebagai bentuk revolusi radikal dalam sistem pembayaran digital. "Ini tidak pernah terjadi lagi sejak tahun 1960-an dan 1980-an ketika kami mentransformasi pembayaran menjadi elektronik," kata Teas. 

"Kami menyerukan ancaman ini sesuai dengan apa yang kami lihat: kami ingin memastikan kami menginvestasikan waktu kami lebih awal, alih-alih bereaksi terhadap suatu situasi dan mencoba menyelesaikannya di kemudian hari," lanjutnya.

Kekhawatiran sektor perbankan terfokus pada ketidakjelasan tanggung jawab hukum apabila terjadi kegagalan transaksi, tindakan penipuan (scam), atau sengketa pembayaran yang dieksekusi oleh agen AI. Pemanfaatan asisten AI seperti Muse milik Meta atau platform otomatisasi belanja buatan start-up Alchemy menunjukkan bahwa bot dapat terus bekerja dan menuntaskan pembelian tanpa konfirmasi manual berulang dari pengguna.

Lead Financial Services Accenture Australia, Ian Pollari, menyebutkan bahwa aturan yang ada saat ini belum mengakomodasi batasan hukum jika terjadi konflik transaksi yang melibatkan entitas AI otonom. "Agen AI akan menjadi pemain dalam rantai pembayaran, tetapi aturan yang ada tidak mendefinisikan tanggung jawab secara jelas jika terjadi sengketa," ujar Pollari.

Di samping itu, bank mengkhawatirkan adanya potensi konflik kepentingan, seperti kecenderungan agen AI memprioritaskan metode pembayaran yang menguntungkan pengembang bot—misalnya berdasarkan efisiensi biaya token—daripada kepentingan terbaik nasabah.

Sektor perbankan menegaskan bahwa pengembang model bahasa besar (large language model/LLM) harus memberikan kejelasan mengenai akses data yang digunakan guna memastikan lembaga keuangan tetap dapat melakukan penilaian risiko fraud dan memberikan perlindungan memadai bagi pengguna jasa keuangan digital. ■

__________

DIGIONARY:

● Agentic Commerce: Skema perdagangan elektronik berbasis agen AI yang memiliki otonomi untuk mencari, memilih, dan menyelesaikan transaksi pembayaran atas nama pengguna.
● Disintermediation: Pengurangan atau penghilangan peran perantara (seperti perbankan konvensional) dalam rantai transaksi antara penyedia produk dan konsumen.
● Large Language Model (LLM): Algoritma kecerdasan buatan tingkat lanjut yang dilatih menggunakan data teks berskala besar untuk memahami, memproses, dan menghasilkan bahasa alami.
● Scam: Tindakan penipuan manipulatif yang dirancang untuk memperdaya korban agar menyerahkan dana atau data sensitif secara sukarela.
● Token Cost: Satuan biaya pemrosesan komputasi yang dikeluarkan oleh pengembang atau pengguna saat menjalankan instruksi pada model kecerdasan buatan.

 

 

DP
Deddy H. Pakpahan
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update