Minggu, 04 Okt 2026 DIGI-PRODUCTDigi-BankersDigi-ColumnDigi-CryptoDigi-Insurance
Beranda › Digi-Sharia
Digi-Sharia

Dorong Inklusi Syariah, OJK Fokus Pertajam Intermediasi dan Ekosistem Halal Nasional

✍️ Nareswara Cakra Kusuma 🕒 04 Oct 2026
Aset keuangan syariah nasional tumbuh 9,82%, namun pangsa pasarnya masih tertahan di level 11,24% dari total industri keuangan.
Aset keuangan syariah nasional tumbuh 9,82%, namun pangsa pasarnya masih tertahan di level 11,24% dari total industri keuangan. Foto: digitalbank.id

Aset keuangan syariah Indonesia mencatatkan pertumbuhan tahunan sebesar 9,82%, namun pangsa pasarnya (market share) masih tertahan di kisaran 11,24% dari total industri keuangan nasional.

__________

DIGI-HIGHLIGHTS:

■ Aset keuangan syariah nasional tumbuh 9,82%, namun pangsa pasarnya masih tertahan di level 11,24% dari total industri keuangan.
■ Aset Keuangan Digital OJK Hasan Fawzi menyoroti kesenjangan antara tingkat literasi dan inklusi sebagai penahan utama ekspansi.
■ Akselerasi ekosistem halal, pendalaman produk, dan digitalisasi menjadi kunci utama mendorong penetrasi pasar keuangan syariah.

__________

Pertumbuhan aset keuangan syariah Indonesia mencatatkan kinerja positif, namun penetrasi pasarnya (market share) terhadap industri keuangan nasional secara keseluruhan masih tergolong lambat. Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan pangsa pasar keuangan syariah nasional saat ini baru menyentuh angka 11,24%.

Meskipun aset keuangan syariah mencatatkan laju pertumbuhan tahunan sebesar 9,82%, porsinya belum mampu mendominasi lanskap keuangan domestik. Kesenjangan ini mengindikasikan bahwa akselerasi penghimpunan dana dan ekspansi instrumen syariah belum sepenuhnya mengimbangi laju pertumbuhan sektor keuangan konvensional.

Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto OJK, Hasan Fawzi, menilai salah satu penyebab utama belum optimalnya penetrasi pasar ini adalah ketimpangan antara indeks literasi dan indeks inklusi masyarakat terhadap produk keuangan syariah. 

Menurutnya, banyak masyarakat yang memahami prinsip dasar keuangan syariah, namun belum secara aktif memanfaatkan produk serta layanannya dalam transaksi harian.

"Kita masih melihat adanya kesenjangan antara tingkat literasi yang relatif baik dengan tingkat inklusi keuangan syariah yang perlu terus kita dorong akselerasinya," ujar Hasan Fawzi dalam keterangannya.

Produk Pembiayaan Masih Terbatas

Selain faktor literasi, terbatasnya variasi produk pembiayaan dan belum terintegrasikannya ekosistem halal secara menyeluruh turut menahan kecepatan akselerasi industri. 

Sebagian besar kapasitas intermediasi lembaga keuangan syariah masih berfokus pada sektor ritel dan konsumen, sementara penetrasi di sektor komersial dan korporasi masih memerlukan pendalaman modal yang lebih tebal.

Guna mengatasi tantangan tersebut, OJK berkolaborasi dengan pelaku industri untuk memperkuat kapasitas permodalan, mendorong digitalisasi layanan, serta mengeksplorasi potensi rantai pasok industri halal. Penguatan tata kelola dan efisiensi operasional diharapkan dapat meningkatkan daya saing produk keuangan syariah agar lebih kompetitif dibandingkan produk konvensional. ■

__________

DIGIONARY:

● Aset Keuangan Syariah: Seluruh sumber daya ekonomi berbentuk dana, pembiayaan, atau instrumen investasi yang dikelola berdasarkan prinsip dan syariat Islam.
● Ekosistem Halal: Rangkaian rantai pasok industri dan layanan yang memenuhi standar kehalalan, mencakup sektor makanan, moda busana, pariwisata, hingga jasa keuangan.
● Inklusi Keuangan Syariah: Ketersediaan dan aksesibilitas masyarakat terhadap penggunaan produk serta jasa layanan keuangan berbasis syariah.
● Intermediasi Keuangan: Proses penghimpunan dana dari masyarakat untuk disalurkan kembali dalam bentuk pembiayaan produktif atau investasi.
● Literasi Keuangan Syariah: Tingkat pengetahuan, pemahaman, dan keyakinan masyarakat terhadap fitur, risiko, serta manfaat instrumen keuangan syariah.
● Market Share (Pangsa Pasar): Persentase kontribusi atau porsi sektor keuangan syariah dibandingkan dengan total seluruh industri keuangan nasional.

DP
Deddy H. Pakpahan
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update