Restrukturisasi Tunjukkan Hasil, Bos Citigroup Bidik Tahap Kompetisi Global dan Akselerasi AI
CEO Citigroup Jane Fraser ungkap rahasia cetak rekor pendapatan kuartal III/2026.
______________
DIGI-HIGHLIGHTS:
■ Citigroup catat pendapatan kuartal III/2026 tertinggi dalam 10 tahun, didorong penyederhanaan struktur bisnis dan efisiensi global.
■ CEO Jane Fraser perjelas tahap lanjut turnaround: berfokus pada keunggulan kompetitif untuk memenangi persaingan bisnis keuangan global.
■ Adopsi AI di Citigroup difokuskan pada tiga pilar: meningkatkan pendapatan, menghemat biaya operasional, dan memperkuat keamanan bank.
■ Citigroup kembangkan agen avatar AI untuk bisnis wealth management hasil kolaborasi dengan tim Google DeepMind.
_____________
Masa-masa terberat dalam perombakan total Citigroup kini mulai membuahkan hasil manis. Bank raksasa berbasis di Wall Street tersebut baru saja membukukan pencapaian pendapatan kuartal III/2026 terbaiknya dalam satu dekade terakhir—sebuah indikator kuat bahwa strategi pemulihan (turnaround) yang dipimpin oleh Chief Executive Officer (CEO) Jane Fraser berada di jalur yang benar.
Hadir secara virtual dalam ajang "Fortune’s Most Powerful Women Summit", Rabu (14/10), Fraser yang menduduki peringkat pertama dalam daftar "Most Powerful Women" tahun ini memaparkan arah strategis entitas perbankan global tersebut untuk mempertahankan momentum pertumbuhan bisnisnya.
"Kita secara pasti berada di bagian yang lebih menyenangkan dari semua yang sedang terjadi. Kita telah menyelesaikan banyak pekerjaan berat," ujar Fraser saat berbincang dengan Co-Chair MPW Summit, Claire Zillman, seperti diberitakan Fortune.
"Sekarang apa yang saya katakan kepada perusahaan adalah, jika kita ingin menjadi yang terbaik di bisnis yang kita jalani, kita harus mengalahkan yang terbaik," tambahnya.
Menurut Fraser, pola pikir menuju keunggulan (mindset of excellence) tersebut menjadi fondasi utama dalam fase perjalanan Citigroup selanjutnya.
Rasionalisasi Ekstrem dan Kepemimpinan Lugas
Sejak memegang tongkat kepemimpinan Citigroup pada 2021 sebagai wanita pertama yang memimpin bank besar di Wall Street, agenda utama Fraser adalah menyederhanakan struktur organisasi bank yang sangat kompleks. Fraser memangkas hirarki manajemen, merampingkan korporasi menjadi lima lini bisnis utama, serta keluar dari bisnis perbankan konsumer (consumer banking) di 14 pasar internasional di luar Amerika Serikat. Program pembenahan ini mencakup pengurangan 20.000 tenaga kerja yang ditargetkan selesai sepenuhnya sebelum 2027.
____________
CEO Citigroup Jane Fraser menyatakan bahwa fase berat restrukturisasi perbankan yang dipimpinnya kini mulai membuahkan hasil, ditandai dengan raihan pendapatan kuartal III/2026 tertinggi dalam satu dekade terakhir. Dalam ajang Fortune Most Powerful Women Summit 2026, Fraser menegaskan fokus Citigroup kini bergeser dari penyederhanaan organisasi menuju fase peningkatan daya saing global, adopsi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) secara terukur, serta penguatan kolaborasi siber antarbank untuk menjaga stabilitas industri.
__________
Dalam pengambilan keputusan bisnis yang krusial, Fraser menerapkan prinsip transparansi dan kejelasan arah tanpa menghilangkan empati. Mengenang restrukturisasi di bisnis mortgage Citigroup, Fraser menyebut bahwa para pekerja pada dasarnya membutuhkan kebenaran yang jujur (the hard truth) mengenai kondisi perusahaan beserta langkah nyata bantuan yang dapat diberikan.
"Anda tidak perlu menjadi kasar dan tidak menyenangkan tentang hal itu, tetapi Anda harus menyampaikan secara jujur," tegasnya.
Peta Jalan AI: Efisiensi, Layanan Avatar, dan Keamanan Siber
Di luar perampingan organisasi, babak baru Citigroup sangat bergantung pada kemampuan bank dalam memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI). Fraser memetakan dampak AI terhadap bisnis perbankan ke dalam tiga fokus utama.
"AI dapat membantu Anda menghasilkan uang. AI dapat membantu Anda menghemat uang. AI dapat membantu Anda mengamankan bank," ujar Fraser.
Salah satu implementasi konkret Citigroup adalah pengembangan agen avatar berbasis AI untuk lini bisnis wealth management. Dikembangkan bersama tim Google DeepMind, avatar ini dirancang untuk berinteraksi dengan nasabah kaya selama 24 jam penuh. Fraser menegaskan bahwa teknologi ini hadir sebagai pelengkap layanan, bukan pengganti tenaga kerja manusia.
Mengenai dampak AI terhadap pengurangan jumlah karyawan (headcount), Fraser mengakui bahwa dinamika tersebut masih terus berkembang. Ada peran kerja yang akan terotomatisasi, namun ada pula kebutuhan fungsi baru yang tercipta akibat adopsi teknologi tersebut.
Guna memastikan kesiapan SDM, Citigroup telah mewajibkan pelatihan AI bagi 175.000 karyawannya, dengan fokus utama pada keahlian penyusunan instruksi (prompt engineering). "Saya tidak pernah berpikir orang akan berkinerja baik jika mereka merasa takut," tutur Fraser.
Sisi pertahanan siber menjadi perhatian vital lain bagi pimpinan Citigroup. Seiring dipercepatnya inovasi digital, manajemen risiko harus bergerak dengan kecepatan yang setara. Fraser menekankan bahwa di era ancaman siber yang kian kompleks, kompetisi antarbank tidak berlaku pada sektor keamanan siber.
"Bila Anda berinovasi dengan cepat, Anda harus mengelola risiko dengan kecepatan yang sama," kata Fraser, sembari menambahkan bahwa bank-bank besar kini saling berkolaborasi untuk menemukan dan menambal celah keamanan. "Anda tidak bersaing dalam hal siber. Anda berkolaborasi dalam hal siber," pungkasnya. ■
_____________
DIGIONARY:
● Avatar AI: Entitas visual digital berbasis kecerdasan buatan yang mampu berinteraksi dan berkomunikasi secara otomatis dengan pengguna atau nasabah.
● Consumer Banking: Layanan perbankan ritel yang ditujukan langsung untuk nasabah perorangan, mencakup tabungan, kartu kredit, dan kredit pemilikan rumah.
● Turnaround Strategy: Strategi pemulihan perusahaan yang dilakukan secara drastis untuk membalikkan kondisi keuangan dari kerugian menuju profitabilitas.
● Wealth Management: Layanan jasa keuangan profesional yang menggabungkan konsultasi investasi dan perencanaan keuangan untuk nasabah berpendapatan tinggi.
