Sabtu, 10 Okt 2026 DIGI-PRODUCTDigi-BankersDigi-ColumnDigi-CryptoDigi-Insights
Breaking
Beranda › Digi-Lifestyle
Digi-Lifestyle

Multiplier Effect Maybank Marathon 2026 Tembus Rp303,5 Miliar, Dongkrak Ekonomi Bali

✍️ Raras Aivani Kusumendri 🕒 09 Oct 2026
Dampak ekonomi langsung Maybank Marathon 2026 melonjak ke Rp229,9 miliar, sementara efek berganda (multiplier effect) mencapai Rp303,5 miliar (naik 34,6%).
Dampak ekonomi langsung Maybank Marathon 2026 melonjak ke Rp229,9 miliar, sementara efek berganda (multiplier effect) mencapai Rp303,5 miliar (naik 34,6%).

Studi Katadata Insight Center dan PT Bank Maybank Indonesia Tbk mencatat dampak ekonomi langsung penyelenggaraan Maybank Marathon 2026 di Bali melonjak menjadi Rp229,9 miliar dari Rp170,8 miliar pada 2025.

____________

DIGI-HIGHLIGHTS:

■ Dampak ekonomi langsung Maybank Marathon 2026 melonjak ke Rp229,9 miliar, sementara efek berganda (multiplier effect) mencapai Rp303,5 miliar (naik 34,6%).
■ Jumlah pelari mencapai 14.100 orang dengan rata-rata pengeluaran peserta WNA menembus Rp40,1 juta per orang dan durasi tinggal hingga sembilan hari.
■ Omzet pelaku usaha lokal Bali naik rata-rata 35%, dipimpin lonjakan pelanggan perhotelan 64%, kuliner 41%, dan transportasi 34%.

____________

Industri pariwisata berbasis olahraga (sport tourism) kembali membuktikan perannya sebagai motor penggerak ekonomi daerah. Hasil studi terbaru PT Bank Maybank Indonesia Tbk bersama Katadata Insight Center mengungkapkan bahwa perhelatan Maybank Marathon 2026 in Partnership with Visa mencatatkan dampak ekonomi langsung (direct economic impact) terhadap perekonomian Bali sebesar Rp229,9 miliar. Angka ini melonjak tajam dibanding pencapaian tahun 2025 yang tercatat Rp170,8 miliar.

Peningkatan dampak ekonomi langsung ini bertumpu pada ekspansi jumlah peserta serta kenaikan daya beli pelari. Total peserta pada edisi 2026 menembus 14.100 orang, naik dari 13.600 peserta pada tahun sebelumnya. Secara keseluruhan, rata-rata pengeluaran pelari meningkat dari Rp12,5 juta menjadi Rp16,3 juta per orang.

Segmen pelari mancanegara (Warga Negara Assing/WNA) menjadi kontributor pengeluaran terbesar. Studi mencatat rata-rata alokasi belanja pelari WNA mencapai Rp40,1 juta per orang—melonjak dari Rp27,7 juta pada 2025—dengan rata-rata durasi menetap (length of stay) hingga sembilan hari di Bali. Sementara itu, pelari domestik (Warga Negara Indonesia/WNI) mencatatkan rata-rata durasi tinggal antara tiga hingga empat hari.

Dua faktor krusial tersebut mendorong nilai efek tidak langsung atau multiplier effect Maybank Marathon 2026 melesat 34,6% menjadi Rp303,5 miliar, dari posisi Rp225,5 miliar pada perhelatan 2025.

Rantai Pasok Usaha Lokal

Guncangan positif ini menjangkau langsung rantai pasok usaha lokal di Bali. Rata-rata omzet pelaku usaha di daerah setempat melonjak hingga 35% jika dibandingkan kondisi operasional harian. Kenaikan omzet ini berbanding lurus dengan peningkatan volume pelanggan sebesar 32% selama perhelatan berlangsung.

Layanan akomodasi dan perhotelan mencatatkan lonjakan pelanggan tertinggi, yakni mencapai 64%. Sektor penyedia jasa makanan dan minuman/kuliner mengekor di posisi berikutnya dengan kenaikan 41%, disusul sektor transportasi sebesar 34%, dan jasa pariwisata sebesar 10%.

Guna merespons kenaikan permintaan jasa tersebut, rata-rata penyerapan tenaga kerja atau jumlah karyawan pada pelaku usaha lokal yang disurvei meningkat sebesar 18% selama ajang berlangsung.

Presiden Direktur Maybank Indonesia Steffano Ridwan menekankan bahwa tren pertumbuhan dampak ekonomi tersebut membuktikan evolusi Maybank Marathon yang kini telah berkembang melampaui sekadar ajang kompetisi lari.

"Temuan ini memperkuat komitmen jangka panjang Maybank Indonesia dalam mewujudkan misi Humanising Financial Services. Melalui pengembangan sport tourism yang berkelanjutan, kami ingin Maybank Marathon tumbuh bersama ekosistem ekonomi daerah, memberdayakan komunitas dan memberi manfaat yang semakin luas bagi masyarakat," tegas Steffano.

Wisata Kuliner Uruti Peringkat Pertama

Studi Katadata Insight Center turut mengidentifikasi sektor wisata pendukung yang paling efektif mendongkrak pendapatan pelaku usaha lokal selama ajang berlangsung. Wisata kuliner menempati urutan pertama yang dinilai paling mendorong pendapatan (56%), disusul oleh wisata budaya (50%), dan wisata belanja (49,3%).

Dari sisi manajemen penyelenggaraan, konsistensi penerapan standar internasional menjadi kunci utama penarik minat pelari papan atas dan wisatawan mancanegara. Project Director Maybank Marathon 2026 Bambang Irawan menyatakan bahwa reputasi ajang berpredikat Elite Label Road Race dari World Athletics dijaga melalui eksekusi manajemen ajang secara disiplin.

"Kepercayaan pelari dibangun melalui konsistensi standar penyelenggaraan mulai dari keselamatan, kenyamanan rute, hingga kelancaran manajemen event. Standar tersebut akan terus kami tingkatkan agar Maybank Marathon terus memberikan pengalaman terbaik bagi peserta sekaligus dampak positif yang semakin luas dirasakan bagi Bali sebagai tuan rumah," tutup Bambang.

Akselerasi dampak ekonomi Maybank Marathon 2026 sejalan dengan laporan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif yang menempatkan event-based tourism sebagai strategi esensial peningkatan kualitatif belanja wisatawan (quality tourism). Alokasi belanja tinggi dan durasi tinggal pelari mancanegara memberikan dorongan likuiditas yang signifikan bagi sektor perbankan daerah, usaha mikro, serta layanan jasa pendukung di Bali. ■ 

DIGIONARY:

● Direct Economic Impact: Total nilai transaksi dan pengeluaran finansial yang dibelanjakan secara langsung oleh peserta dan penyelenggara di lokasi perhelatan.
● Elite Label Road Race: Predikat dan sertifikasi kualifikasi tertinggi dari badan atletik dunia (World Athletics) untuk ajang lari jalan raya berdasarkan standar keselamatan, rute, dan kepersertaan atlet internasional.
● Humanising Financial Services: Filosofi layanan korporasi PT Bank Maybank Indonesia Tbk untuk menyediakan akses finansial yang adil, inklusif, dan memberi nilai tambah nyata bagi masyarakat.
● Length of Stay: Rata-rata durasi waktu yang dihabiskan wisatawan atau pelari untuk menetap dan menginap di suatu destinasi pariwisata.
● Multiplier Effect: Efek ganda penggandaan ekonomi yang menghitung dampak lanjutan dari pengeluaran awal terhadap pendapatan masyarakat, penyerapan tenaga kerja, dan perputaran bisnis lokal.
● Quality Tourism: Pendekatan industri pariwisata yang menekankan pada nilai alokasi belanja yang tinggi (high spending) dan durasi tinggal wisatawan yang lebih lama ketimbang sekadar mengejar kuantitas kedatangan.
● Sport Tourism: Sektor pariwisata yang memadukan kegiatan olahraga kompetitif maupun rekreasi dengan eksplorasi destinasi wisata.

 

 

DP
Deddy H. Pakpahan
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update