Startup banyak merambah industri bank digital karena ada potensi keuntungan ganda

Share post:

digitalbank.id – MANA yang lebih dulu, startup merambah bank digital atau sebaliknya bank digital yang justru masuk dan akuisisi startup? Kalau mengikuti kisah sukses Kakao Bank Korea Selatan, tentu akan terlihat betapa Kakaotalk – platform berbagi pesan yang mempunyai pemakai lebih dari separuh warga Korea, sangat membantu menjadikan Kakao Bank sebagai salah satu bank digital terbaik dan menguntungkan dalam waktu kurang dari 2 tahun.

Begitu pun di Indonesia, sebagian kalangan pengamat menilai sejumlah startup merambah industri bank, terutama bank digital karena tergiur keuntungan yang lebih cepat dan banyak. Koordinator  Dianta Sebayang menyebut alasan utama para startup masuk ke bisnis bank digital karena banyaknya dana investasi yang masuk. “Didukung kemampuan likuiditasnya yang sedang tinggi serta akan ada keuntungan ganda, karena uang para startup digunakan untuk investasi,” ujarnya.

Menurut Dianta, strategi tersebut sangat efektif. Dengan merambah industri bank, perusahaan rintisan dapat memperoleh keuntungan yang lebih cepat. Selanjutnya ke depan, menurut Dianta, bank digital akan menjadi pusat ekosistem para startup digital, seperti Gojek yang terintegrasi dengan Bank Jago.

Dia menjelaskan untuk saat ini kemampuan bank digital sebatas memberikan pelayanan berbasis B2C. Adapun layanan B2B masih dikuasai oleh bank konvensional. “Untuk itu beberapa bank konvensional sudah mulai meluncurkan layanan dan aplikasi bank digital untuk bersaing,” ujarnya. Dikutip dari laporan bertajuk, The Rise of Digital Banking in Indonesia 2021 yang diterbitkan oleh DS Innovate, Gojek melalui PT Dompet Karya Anak Bangsa (GoPay) menjadi investor strategis dengan kepemilikan 22,16 persen.

Saat ini aplikasi Bank Jago telah diunduh sebanyak 1 juta kali di Google Playstore dan App Store. Adapun aset yang dimiliki Bank Jago tercatat sebesar Rp10,9 triliun. Bank Jago dan Gojek melakukan tahap awal integrasi pembayaran pada Juli 2021. Integrasi layanan tersebut meliputi menghubungkan Kantong Jago dengan Gojek, membayar Gojek melalui Kantong Jago, dan bebas biaya pengisian dan penarikan dana di Gopay melalui Bank Jago. Ke depannya, perseroan akan memperbanyak integrasi pembayaran dan pengelolaan keuangan dari keduanya antara lain mendata profil nasabah Gopay dan Jago di satu alur yang nyaman, kemudian membayar dari Kantong Jago di semua merchant melalui GoPay.(SAF)

 

Related articles

Sebagai teknologi disruptif, peluang bisnis AI di Indonesia sangat besar

digitalbank.id - Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) kian pesat dalam beberapa tahun terakhir. Kelahiran berbagai model AI...

Aksi peretasan Volt Typhoon kian marak, Palo Alto bagikan langkah memitigasi ancaman serius ini

digitalbank.id - Penyelidikan yang dilakukan oleh Microsoft terhadap aktivitas berbahaya Volt Typhoon mengungkap bahwa infrastruktur penting dapat disusupi...

Hijra Bank targetkan penyaluran KPR syariah Rp100 miliar sepanjang 2023

digitalbank.id - PT BPRS Hijra Alami (Hijra Bank) sepanjang 2023 ini menargetkan mampu menyalurkan Kredit Pemilikan Rumah (KPR)...

UUS Maybank optimistis pengembangan pasar repo jadi pondasi penting dalam industri perbankan syariah

digitalbank.id - PT Bank Maybank Indonesia, Tbk. (Maybank Indonesia atau Bank) melalui Unit Usaha Syariah (UUS), melakukan penandatanganan...