Aksi korporasi MUFG di Akulaku menjadi kolaborasi yang perkuat ekosistem digital diantara keduanya

- 15 Desember 2022 - 19:28

digitalbank.id – SAAT perkembangan yang sangat cepat terjadi di industri digital, semua pelaku usaha yang ingin memenangkan persaingan pasti menyadari pentingnya membangun kolaborasi dan membentuk ekosistem digital. Mereka yang tidak membangun kolaborasi maka memiliki potensi untuk kalah bersaing dan tersingkir.

Demikian disampaikan Direktur Eksekutif Segara Institute Piter Abdullah menanggapi aksi korporasi Mitsubishi UFJ Financial Group (MUFG) ke Akulaku. “Jadi rencana MUFG untuk berinvestasi di Akulaku saya kira dilatarbelakangi pemikiran tersebut dan sangat wajar, realistis. Masuknya MUFG akan memperkuat kedua pihak. Akulaku juga bisa lebih berkembang dengan support MUFG,” tegasnya.

Piter menambahkan bahwa rencana investasi di Akulaku tersebut juga akan menguntungkan bagi Adira Finance, pasalnya akan memperkuat dalam sebuah ekosistem digital yang akan dibentuk nantinya. “Rencana investasi ini sepertinya minim dampak negatif. Kalau pun ada saya kira sudah dimitigasi oleh MUFG. Kalau tidak, MUFG tidak akan memutuskan untuk masuk,” ujar Piter.

Senada dengan Piter, pengamat lain juga menilai rencana penyuntikan modal yang dilakukan oleh MUFG ke Akulaku akan menjadi hal yang positif bagi kedua belah pihak. Di satu sisi, aksi korporasi ini pun disinyalir akan menjadi angin segar bagi buy now pay later (BNPL).

Ekonom dan Direktur Eksekutif Celios Bhima Yudhistira mengatakan, tren ke depan sepertinya buy now pay later yang akan menjadi pemain besar di dalam pinjaman online, juga sekaligus berbagai jenis pembayaran. Sekarang saja sudah menggeser untuk pembayaran kartu kredit di transaksi online sudah mulai bergeser ke BNPL. “Jadi kalau akulaku dapat suntikan modal yang cukup besar juga dari MUFG itu juga akan meningkatkan ekspansi untuk pembiayaan di buy now pay later,” ujar Bhima, Kamis (15/12/2022).

Bhima menyampaikan bahwa buy now pay later saat ini sudah mulai menyentuh banyak sekali sektor misalnya warung ritel, toko klontong, dan travel agent, jadi tidak hanya terfokus pada platform e-commerce. “Ke depan investasi ini harusnya membawa harapan yang positif dari perkembangan pembiayaan terutama segmen ritel, dan buy now pay later juga bisa didorong untuk pembiayaan ke segmen UKM, jadi akan banyak kreatifitas pembiayaan yang akan muncul dan itu perlu suntikan modal yang cukup besar,” ujar Bhima.

Saat ini di dalam ekosistem MUFG sudah ada Adira Finance, Bhima memandang bahwa Akulaku akan melengkapi ekosistem yang ada. Adira Finance yang memiliki bisnis inti pembiayaan kendaraan bermotor, dapat menjadi omnichannel bila ditambah dengan Akulaku.

“Sementara bagi MUFG, dengan rencana korporasi di Akulaku maka akan saling melengkapi ekosistem keuangannya, karena banyak perusahaan jasa keuangan termasuk pemain asing sekarang sedang melakukan perluasan ekosistem keuangan digital. Jadi semakin lengkap layanannya, apalagi bisa di dalam satu platform yang sama, tentu akan jadi hal yang menguntungkan dari sisi calon debitur,” ujar Bhima.(SAF)

Leave a Reply
You must be logged in to post a comment.