Mekar targetkan penyaluran pembiayaan baru Rp400 miliar tahun ini

- 11 Februari 2022 - 07:53

Penyelenggara fintech p2p lending PT Mekar Investama Sampoerna (Mekar/Mekar.id) menargetkan penyaluran pembiayaan baru mencapai Rp400 miliar di tahun 2022.

digitalbank.id – Penyelenggara fintech p2p lending PT Mekar Investama Sampoerna (Mekar/Mekar.id) menargetkan penyaluran pembiayaan baru mencapai Rp400 miliar di tahun 2022. Nilai itu diproyeksi tumbuh 179% dibandingkan pembiayaan sebesar Rp143 miliar pada tahun sebelumnya. Mekar masih mempertahankan strategi kolaborasi dengan entitas koperasi, demi mencapai target penyaluran pinjaman pada 2022.

 

CEO Mekar Pandu Aditya Kristy menyampaikan, akumulasi pembiayaan Mekar sejak berdiri mencapai Rp 400 miliar yang disalurkan kepada sebanyak 90 ribu peminjam (borrower). Lebih dari 80% diantaranya merupakan perempuan pelaku UMKM yang tersebar di wilayah Jawa, Sumatra, Kalimantan, dan Nusa Tenggara.

Baca juga: Naik dua kali lipat, Amartha catatkan penyaluran pinjaman Rp2,5 triliun di 2021

“Tahun ini kami membidik bisa mencapai Rp400 miliar. Kami masih akan mencari koperasi potensial sebagai mitra, terutama di luar Jawa. Karena sampai saat ini keberadaan koperasi yang sudah bisa menjadi mitra Mekar didominasi di Pulau Jawa,” katanya, Rabu (9/2).

Adapun outstanding pembiayaan tercatat sebesar Rp 125 miliar, dengan tingkat keberhasilan bayar 90 hari (TKB 90) di level sempurna atau 100%. Khusus di tahun 2021, pembiayaan naik dua kali lipat menjadi Rp 143 miliar terhadap 13 ribu pelaku UMKM. Penyaluran pembiayaan diproyeksi meningkat seiring dengan masih terbukanya potensi UMKM yang unbankable.

Baca juga: Ternak Uang dapat pendanaan awal untuk merealisasikan literasi finansial anak muda

“Platform tekfin biasanya mengincar UMKM online, yang setidaknya sudah memiliki gadget dan bisa mengakses internet. Tapi Mekar lewat jejaring dengan koperasi dan microfinance, punya kelebihan sanggup menjangkau UMKM yang benar-benar konvensional dan offline,” katanya. 

Mekar akan mengakomodasi pelaku UMKM anggota koperasi yang membutuhkan permodalan. Koperasi terkait akan menjadi jembatan, dan turut berperan dalam upaya collection. Tak heran, dari total penyaluran Mekar Rp143 miliar di sepanjang 2021, strategi ini mampu membawa rasio tingkat keberhasilan pengembalian pinjaman 90 hari (TKB90) platform bertahan 100 persen.

“Pinjaman tersalurkan ke lebih dari 13.000 borrower UMKM, atau rata-rata satu UMKM hanya pinjam Rp10 jutaan, dan semua lancar. Sebab, mitra koperasi kami di desa itu punya sistem dan kedekatan dengan para borrower. Misalnya, ada pertemuan mingguan, mereka bisa mencicil sekaligus menabung, dengan nominal yang kecil. Jadi ada kearifan lokal di dalam ekosistem layanan kami,” katanya.

Baca juga: Kredivo kolaborasi dengan MAP hadirkan layanan pay later di 2.600 outlet di 81 kota

Pandu menekankan inilah yang menjadi pembeda Mekar dengan platform atau lembaga pembiayaan sejenis, yang sama-sama mengincar pelaku usaha mikro di pedesaan. Mekar pun optimistis mampu bersaing dan membidik pertumbuhan signifikan di tahun ini.

Adapun, dari sisi pemberi pinjaman (lender), Mekar telah membuka pendana individual atau ritel, dan memperluas kerja sama dengan pendana institusi, salah satunya Bank Sahabat Sampoerna (Bank Sampoerna).

Pandu menjelaskan Mekar masih bisa mengakomodasi imbal hasil di kisaran 9 persen per tahun buat para lender. Para lender yang menyalurkan pinjaman ke borrower UMKM Mekar akan mendapat pengembalian penuh di kisaran 12-24 bulan. (HAN)

 

Leave a Reply
You must be logged in to post a comment.