Meski mayoritas saham bank digital cenderung turun, saham Bank Jago menguat

- 9 Maret 2023 - 13:54

digitalbank.id – SECARA UMUM saham-saham bank digital masih dalam tren penurunan selama setahun terakhir sejak pengetatan kebijakan dari The Fed tahun lalu dengan menaikkan suku bunga secara agresif. 

Perkecualian terjadi untuk saham PT Bank Jago Tbk (ARTO). Pada perdagangan Kamis (9/3) ditutup menguat sebesar 5,86% ke level Rp 2.710. Mengutip RTI, volume perdagangan juga cukup ramai yakni mencapai 34,17 juta dengan nilai mencapai Rp 91,95 miliar. 
 
Dengan harga penutupan tersebut, saham Jago diperdagangkan pada valuasi 4,53X price to book value (PBV). Valuasi ini telah terdiskon cukup banyak karena emiten ini pernah dihargai pada valuasi di atas 10x PBV.
 
Valuasi diskon ini direspon investor dengan mengakumulasi saham ARTO. Tercatat pemegang saham ARTO bertambah 3.000 investor selama 1 bulan menjadi 45.066 investor pada akhir Februari 2023. Investor domestik banyak memanfaatkan momentum rebalancing portofolio manajer investasi asing ketika Jago keluar dari Indeks MSCI awal Maret lalu.  

​Rencana percepatan profitabilitas di sejumlah startup, termasuk PT GOTO Gojek Tokopedia Tbk, yang menjadi ekosistem utama Bank Jago dinilai menjadi sentimen positif pendorong pergerakan ini.  Percepatan profitabilitas ini dinilai sangat mungkin diimplementasikan karena startup SEA Limited yang menjadi induk Shopee ternyata bisa mencapai laba kuartalan pada Kuartal IV-2022.
 
GOTO membidik adjusted EBITDA positif pada kuartal IV-2023 mendatang. Untuk meraih profitabilitas, perseroan melakukan  monetisasi dari layanan berbasis ekosistem terintegrasi. GOTO akan mengembangkan produk dan layanan pada unit GOTO Financial (GTF), termasuk pinjaman. Pada produk pembiayaan, GOTO Financial sebelumnya sudah menginisiasi kerjasama dengan Bank Jago, salah satunya melalui produk GoPayLater Cicil.
 
Melalui produk GoPayLater Cicil, customer  dapat membeli barang di Tokopedia dan mengubah tagihan menjadi cicilan dengan pilihan 1 bulan sampai 12 bulan. Pengguna GoPayLater Cicil dapat menyesuaikan tenor pembayaran serta limit pinjaman.
 
“Salah satu cara GOTO untuk meningkatkan pendapatan di tengah masa penurunan beban adalah dengan memilih lini-lini bisnis yang memiliki profit margin tinggi. Lini bisnis ini yang kemudian akan kami utamakan,” ujar Hans Patuwo, Presiden Unit Bisnis Financial Technology GOTO, baru-baru ini.
 
Menurut Hans, GoPayLater Cicil yang telah diluncurkan pada tahun lalu memiliki bouncing rate yang lebih efektif. Ia bilang, GOTO Finansial berpotensi menghasilkan margin tinggi karena pendapatan bersumber dari bunga atau interest dan provisi.(SAF)
 

Leave a Reply
You must be logged in to post a comment.