Sasar 20.000 tenaga pendidik, BTN luncurkan Program Rumah untuk Guru Indonesia

- 25 Maret 2025 - 17:32

Di tengah ketidakpastian ekonomi global, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) menggandeng Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen), Badan Pusat Statistik (BPS), dan BP Tapera untuk meluncurkan Program Rumah untuk Guru Indonesia. Program ini menargetkan 20.000 unit rumah subsidi bagi para guru, dengan skema KPR berbunga tetap 5% dan uang muka minimal 1%.


Poin utama:

  1. Presiden Prabowo mendorong akses perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), termasuk guru.
  2. BTN menyiapkan pembiayaan Rp3,4 triliun untuk mewujudkan kepemilikan rumah bagi guru ASN, honorer, dan swasta.
  3. Bunga tetap 5%, tenor hingga 20 tahun, serta subsidi uang muka Rp4 juta.

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) resmi meluncurkan Program Rumah untuk Guru Indonesia, sebuah skema Kredit Pemilikan Rumah (KPR) subsidi yang ditujukan bagi tenaga pendidik di seluruh Indonesia. Program ini merupakan hasil kolaborasi lintas sektor dengan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen), Badan Pusat Statistik (BPS), dan Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera).

Di tengah ketidakpastian ekonomi global dan tantangan kepemilikan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), pemerintah mengambil langkah konkret dengan menyiapkan 20.000 unit rumah bagi guru pada 2025. Program ini diresmikan dengan akad kredit serentak di delapan kota besar, termasuk Bogor, Banda Aceh, Medan, Pontianak, Makassar, Bangkalan, Kupang, dan Jayapura.

Peluncuran program ini dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi negara, termasuk Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Menteri PKP Maruarar Sirait, Menteri Dikdasmen Abdul Mu’ti, Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu, dan Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti.

Menteri PKP Maruarar Sirait menegaskan bahwa program ini merupakan bagian dari kebijakan Presiden Prabowo Subianto yang ingin memberikan akses perumahan lebih luas bagi masyarakat berpenghasilan rendah, termasuk guru.

“Sesuai arahan Presiden, karpet merah tidak hanya untuk investor, tetapi juga untuk wong cilik, termasuk guru. Tahun ini, kita alokasikan 20.000 unit rumah subsidi untuk guru. Selain itu, kita juga siapkan 20.000 unit untuk tenaga kerja Indonesia (TKI), 10.000 unit untuk bidan, 15.000 unit untuk perawat, dan 5.000 unit untuk tenaga kesehatan masyarakat,” ujar Maruarar.

Menteri Dikdasmen Abdul Mu’ti menambahkan bahwa peningkatan kesejahteraan guru menjadi prioritas pemerintah. Berdasarkan data BPS, saat ini masih ada 438.816 guru di Indonesia yang belum memiliki rumah sendiri.

“Kami ingin para guru dapat bekerja lebih baik dengan jaminan kesejahteraan yang lebih baik. Program ini adalah langkah nyata untuk meningkatkan kualitas hidup mereka,” kata Abdul.

BTN menargetkan penyaluran 20.000 unit rumah dengan total nilai pembiayaan Rp3,4 triliun. Program ini terbuka untuk guru ASN, Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), honorer, dan guru swasta yang memenuhi kriteria penerima KPR subsidi.

Direktur Utama BTN, Nixon LP Napitupulu, menjelaskan bahwa program ini menggunakan skema KPR Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) untuk guru non-ASN dan KPR Tapera untuk guru ASN.

“Fasilitas KPR subsidi ini menawarkan bunga tetap 5% sepanjang tenor pinjaman, uang muka minimal 1% dari harga rumah, tenor maksimal 20 tahun, serta subsidi bantuan uang muka (SBUM) sebesar Rp4 juta,” jelas Nixon.

Selain itu, BTN juga mengusulkan agar ke depan program ini mencakup guru-guru Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama (NU), dan sekolah swasta lainnya.

“Program ini sangat diminati, dan masih banyak guru yang belum memiliki rumah. Jika bisa diperluas cakupannya, maka semakin banyak tenaga pendidik yang terbantu,” tambah Nixon.

Sebagai langkah awal, BTN menggelar akad kredit serentak pada 25 Maret 2025 untuk 300 debitur di delapan kota besar, dengan mayoritas penerima berasal dari jenjang SD, SMP, dan SMA dengan masa kerja di atas dua tahun.

Lokasi akad kredit antara lain:

  • Bogor (Perumahan Pesona Kahuripan 10) – 59 debitur
  • Banda Aceh
  • Medan
  • Pontianak
  • Makassar
  • Bangkalan
  • Kupang
  • Jayapura

BTN bekerja sama dengan Kementerian Dikdasmen dalam proses konsolidasi dan verifikasi data guru yang memenuhi syarat. Program ini dirancang untuk diterapkan secara nasional dalam beberapa tahun ke depan.

Sebagai bank utama dalam pembiayaan perumahan, BTN telah menyalurkan 22.768 unit rumah untuk tenaga pendidik sejak 2021. Selama tiga bulan pertama tahun ini saja, BTN telah menyalurkan 1.507 unit rumah bagi guru.

“Kami akan terus memperkuat program ini agar semakin banyak tenaga pendidik yang bisa memiliki rumah layak huni. Ini sejalan dengan komitmen BTN untuk mendukung sektor pendidikan melalui akses perumahan yang lebih mudah,” kata Nixon.

Dengan peluncuran Program Rumah untuk Guru Indonesia, pemerintah berharap dapat meningkatkan kesejahteraan tenaga pendidik sekaligus mendorong pertumbuhan sektor perumahan di Indonesia. ■

Comments are closed.