BNI sudah tunjuk advisor, pilihan akuisisi jatuh pada Bank Mayora?

- 22 Desember 2021 - 07:16

PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) mengungkapkan saat ini tengah dalam proses untuk mengembangkan kapabilitas digital melalui strategi anorganik melalui akuisisi. Namun demikian perusahaan belum dapat menyampaikan secara detil mengenai rencananya untuk melakukan akuisisi ini.

digitalbank.id – LANGKAH PT BANK NEGARA INDONESIA (BBNI) yang akan mengakuisisi sebuah bank mini untuk disulap menjadi bank digital, tampaknya semakin kongkret dengan ditunjuknya PT BNI Sekuritas yang merupakan anak perusahaan sebagai advisor aksi korporasi tersebut. Namun perseroan belum mau menyebut nama bank yang akan diakuisisi, sementara nama Bank Mayora santer disebut-sebut sebagai bank tujuan akuisisi.

Dalam penjelasannya di laman keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Corporate Secretary BNI Mucharom mengatakan perseroan saat ini tengah memasuki tahapan yang lebih serius untuk mengembangkan kapabilitas digital melalui strategi anorganik.

“Namun dengan memperhatikan prinsip governance, saat ini perseroan belum dapat memberikan penjelasan maupun keterbukaan yang lebih mendalam terkait hal tersebut,” tulis Mucharom, Selasa (21/12).

Baca juga: Transaksi digital banking terus meroket, November 2021 sentuh Rp3.877 triliun

Menurut dia, dalam hal berdasarkan kesepakatan para pihak dan ketentuan yang berlaku perseroan telah dapat melakukan keterbukaan, maka perseroan akan melaksanakannya sesuai ketentuan yang berlaku.

Dirut BNI Royke Tumilaar sebelumnya mengatakan perseroan dalam proses mengakuisisi bank. Royke mengungkapkan, nantinya bank ini akan fokus sebagai bank digital yang fokus menyasar segmen Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

“Kami telah mencapai kesepakatan awal untuk akuisisi bank yang memiliki ekosistem bisnis kuat untuk dikembangkan menjadi bank digital,” katanya akhir Oktober lalu.

Baca juga: TMRW Pay, produk digital besutan UOB untuk melayani pinjaman e-commerce

Royke mengatakan nantinya BNI akan menjalin mitra strategis yang berpengalaman dalam pengembangan teknologi keuangan. Pasalnya, teknologi menjadi elemen kunci dalam keberhasilan pengelolaan bank digital dan bisa menekan biaya operasional yang lebih murah ketimbang bank konvensional.

Sementara itu, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) turut menyambut baik BNI untuk mengakuisisi ‘bank mini’ untuk dimasukkan menjadi bagian dari ekosistemnya. Namun demikian, OJK belum bisa mengonfirmasi bank mana yang akan dicaplok oleh bank Himbara tersebut.

Manajemen BNI juga tak menyinggung sama sekali mengenai nama bank yang akan diakuisisi meskipun di luar santer kabar bahwa nama Bank Mayora sebagai bank tujuan akuisisi.

Baca juga: Taipan Hong Kong Li Ka-shing akan sulap Bank Jasa Jakarta jadi bank digital keduanya di Asia

Mengenai penunjukkan BNI Sekuritas, manajemen BNI mengatakan penunjukan itu sejalan dengan program transformasi perusahaan yang akan melakukan aksi korporasi.

“Sehubungan dengan rencana Aksi Korporasi tersebut, maka perlu adanya jasa konsultan yang akan membantu Perseroan untuk melakukan penjajakan dan hal-hal lainnya yang mendukung proses pelaksanaan Aksi Korporasi. Dalam hal ini Perseroan akan menunjuk BNIS, anak usaha Perseroan yang memiliki jasa untuk melakukan advisory di bidang Merger & Acquisition (M&A),” tulisnya dalam keterbukaan informasi terpisah.

Nantinya BNI Sekuritas akan bertindak sebagai advisor, penyusunan business plan, uji tuntas keuangan dan perpajakan serta hukum, penilaian harga saham, penyusunan dokumen-dokumen legal, branding dan komunikasi.

Dari perusahaan sekuritas ini, BNI akan mendapatkan pendampingan selama pelaksanaan aksi korporasi; studi kelayakan atas aksi korporasi; blueprint & rencana bisnis; hasil uji tuntas dari sisi keuangan, perpajakan dan hukum; hasil penilaian saham; strategi branding dan komunikasi; dan dokumen-dokumen legal sehubungan dengan aksi korporasi. (HAN)

 

Leave a Reply
You must be logged in to post a comment.