Penetrasi asuransi Indonesia masih di bawah 3%, Allianz siapkan inovasi

- 12 Desember 2024 - 17:00

Meski tingkat literasi keuangan di Indonesia terus meningkat hingga 76,25%, penetrasi asuransi masih tertinggal di angka 2,8% per September 2024. Angka ini jauh di bawah negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura. Di tengah ketidakpastian ekonomi 2025, Allianz Indonesia berkomitmen mengubah lanskap asuransi dengan inovasi produk dan edukasi intensif untuk mendekatkan proteksi finansial ke masyarakat luas.


Ketika literasi keuangan di Indonesia mencapai 76,25%, angka penetrasi asuransi justru terjebak pada angka 2,8% per September 2024. Kesenjangan ini menjadi sorotan di tengah ketidakpastian ekonomi yang diperkirakan akan berlanjut pada tahun 2025.

Menurut data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Indonesia masih tertinggal dibandingkan negara tetangga. Penetrasi asuransi jiwa hanya 0,9% pada 2022, jauh di bawah Malaysia (2,6%), Singapura (8,5%), dan Thailand (2,8%). Penetrasi asuransi umum bahkan lebih kecil, hanya 0,5%, dibandingkan Malaysia (1,1%) dan Thailand (1,6%). Di sektor kesehatan, penetrasi Indonesia hanya 0,1%, sementara Thailand mencapai 0,7%.

Dalam menghadapi tantangan ini, Allianz Indonesia mengedepankan solusi yang relevan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya proteksi. “Hal tersebut mendorong kami untuk terus meningkatkan pemahaman dan penetrasi asuransi dengan menyediakan solusi dan layanan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” ujar Himawan Purnama, Country Chief Product Officer Allianz Life Indonesia, dalam keterangan tertulisnya pada Kamis (12/12).

Allianz menawarkan berbagai produk yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dari berbagai segmen, mulai dari generasi muda, pekerja pemula, hingga keluarga mapan. Himawan menambahkan bahwa Allianz terus berinovasi melalui produk seperti asuransi jiwa tradisional dan asuransi kesehatan murni yang mudah diakses dan dipahami oleh masyarakat.

Selain inovasi produk, Allianz juga menjalankan program peningkatan kesadaran kesehatan melalui berbagai kegiatan aktivasi. “Kami juga terus berinovasi dengan mengeluarkan produk yang disesuaikan dengan kebutuhan berbagai kalangan masyarakat seperti generasi muda, early jobber, hingga keluarga mapan,” lanjut Himawan.

Perusahaan ini aktif memberikan edukasi keuangan melalui media sosial, artikel, dan workshop. Upaya ini sejalan dengan tren global yang menunjukkan bahwa peningkatan literasi asuransi dapat mempercepat pertumbuhan penetrasi proteksi di masyarakat.

Di tengah ketidakpastian ekonomi global yang memengaruhi daya beli masyarakat, penting untuk menjadikan proteksi finansial sebagai prioritas. Dengan kolaborasi teknologi, inovasi produk, dan edukasi berkelanjutan, Allianz optimis dapat mendorong penetrasi asuransi ke angka yang lebih signifikan dalam beberapa tahun ke depan.


Comments are closed.