Dari 102 perusahaan pinjol, hanya 37 perusahaan pinjol yang bukukan laba

Share post:

digitalbank.id – LAPORAN Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terbaru mengungkapkan sebanyak 65 dari 102 perusahaan pinjaman online (pinjol) terpantau masih mengalami kerugian secara akumulatif pada November 2022. Mengutip data Statistik Fintech Lending periode November 2022 yang diterbitkan oleh OJK pada 3 Januari 2023, rugi setelah pajak penyelenggara fintech lending mencapai Rp124,34 miliar.

Deputi Komisioner Pengawas Industri Keuangan Non-Bank (IKNB) I OJK Bambang W. Budiawan mengatakan rugi industri P2P lending utamanya disebabkan oleh dua hal, salah satunya belum efisiennya penyelenggara P2P lending. “Penyelenggara P2P lending secara umum masih belum efisien. Hasil riset kami menyatakan demikian, untuk itu kita dorong mereka lebih efisien,” kata Bambang, Kamis (12/1/2023).

Kedua, masih menurut Bambang, beberapa penyelenggara P2P lending belum optimal dalam menyalurkan pendanaan. Hal itu membuat 65 perusahaan P2P lending belum mendapatkan revenue yang memadai yang bisa menutup biaya operasional.

Sebelumnya, Anggota Dewan Komisioner sekaligus Ketua Dewan Pengawas IKNB OJK Ogi Prastomiyono menyampaikan dari 102 perusahaan tersebut, sebanyak 65 perusahaan pinjol terpantau masih mengalami kerugian secara akumulatif.   “Kemudian ada 37 perusahaan [pinjol] sudah memperoleh laba,” kata Ogi belum lama ini.

Dari sisi kinerja keuangan penyelenggara fintech lending, OJK menyampaikan tingkat keberhasilan bayar atau TKB90 industri fintech lending naik menjadi sebesar 97,17 persen. Di sisi lain, TWP90 di fintech berada di angka 2,83 persen. Kemudian, untuk return on asset (ROA), return on equity (ROE), maupun beban operasional dan pendapatan operasional (BOPO) dalam penyelenggara fintech lending masing-masing berada di angka -2,27 persen, -4,23 persen, serta 99,24 persen per November 2022.(SAF)

Related articles

Kasus gagal bayar asuransi, menjadi celah bagi insurtech untuk ekspansi

digitalbank.id - KASUS gagal bayar yang terjadi di industri asuransi beberapa tahun terakhir sangat memprihatinkan. Namun bila melihat...

DANA yakin kinerjanya makin moncer di tahun 2023

digitalbank.id - PERTUMBUHAN pengguna dompet digital terus berlanjut karena menawarkan berbagai kemudahan. Maka tak heran Layanan dompet digital...

Dukung net zero emission, 11.000 MWh listrik Bank OCBC NISP bersertifikat energi hijau PLN

digitalbank.id - Berkomitmen untuk terus menjalankan bisnis yang berkelanjutan, Bank OCBC NISP menerima sertifikat energi hijau atau Renewable...

Pengguna BNI Mobile per Februari 2023 lampaui 14 juta user, nilai transaksinya Rp155,51 triliun

digitalbank.id - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. atau BNI terus mencatatkan pertumbuhan positif terkait layanan BNI Mobile...